Faktor yang Mempengaruhi Kerusakan Pohon

Kesehatan pohon dapat disimpulkan sebagai pohon normal yang menjalankan berbagai macam fungsi fisiologisnya dengan baik. Sebaliknya, pohon dikatakn rusak atau tidak sehat apabila secara struktural pohon mengalami kerusakan. Kerusakan yang dimaksud adalah kerusakan pohon secara keseluruhan maupun kerukan pohon sebagian. Faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon pada umumnya dapat berupa organisme yang masih hidup seperti patogenik atau juga faktor lingkungan fisik tempat tumbuh pohon (Surjokusumo & Karlinasari, 2010).

Berbagai macam faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon seperti patogen, serangan hama, polusi udara, aktivitas manusia, serta faktor biologi seperti usia pohon yang mengalami peningkatan erat kaitannya dalam penurunan kualitas pohon. Penurunan kualitas ini disebabkan oleh faktor kerusakan tersebut. Penurunan kualitas pohon mampu diketahui melalui tingkat kerusakan yang terjadi pada pohon tersebut. Lebih jelasnya, Djafaruddin (1996) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon terdiri dari pengganggu yang tergolong sebagai jasad hidup (faktor biotik) dan pengganggu yang bukan jasad hidup (faktor abiotik).

Faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon terbagia dua yaitu faktor biotik dan faktor abiotik (suhu, kelembaban, iklim, unsur hara, polusi udara

1. Faktor Biotik

Faktor biotik merupakan pengganggu yang termasuk sebagai jasad hidup yang mempengaruhi kerusakan pohon. Umumnya, jasad hidup yang tergolong di dalamnya berupa hama, serangga dan juga gulma. Hama adalah jasad hidup yang biasanya erupa hewan atau binatang yang bersifat mengganggu. Selanjutnya, serangga sebagai salah satu faktor biotik yang mempengaruhi kerusakan pohon melakukan serangan terhadap bagian-bagian pohon yang dimaksud dengan memakan bagian pohon, menghisap cairan sel yang teradapt pada pohon melalui daun sehingga terjadainya bengkak atau puru pohon pada bagian tertentu, menimbulkan kanker pada batang pohon, meletakkan telur pada bagian pohon, membuat sarang pada pohon terutama pada bagian daun, serta menularkan jasad pengganggu lainnya.

Selain dari jenis hewan dan serangga, faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon juga dapat disebabakan oleh gulma. Gulma adalah jenis tumbuhan pengganggu yang pada dasarnya bukan termasuk ke dalam jenis penyakit. Keberadaan gulma di dekat pohon terutama jika pohon masih dalam tahap pertumbuhan atau anakan mampu merusak pertumbuhan anakan tersebut. Proses kerja gulma dalam merusak pohon dimulai dari gulma bersaing dalam memperoleh unsur hara yang dibuthkan oleh anakan tumbuhan. Selain itu, terdapa juga jenis gulma yang melilit anakan pohon sehingga mampu membuat batng pohon menjadi bengkok atau patah.

2. Faktor Abiotik

Faktor biotik merupakan faktor yang menyebabkan kerusakan pada pohon yang bukan jasad hidup melainkan kondisi lingkungan atau alam yang terjadi secara alamiah ataupun disebabkan oleh manusia secara tidak langsung. Selain itu, kerukan pada pohon juga dapat disebabkan oleh kerusakan mekanis. Kerusakan mekanis merupakan kerusakan yang terjadi pada pohon seperti pohon mengalami luka pada bagian kulitnya akibat tumbangnya pohon lain, kebakaran pohon yang disebabkan oleh manusia atau terkena samabaran petir dan salju yang mampu membuat daun pohon menjadi rontok (Soeratmo, 1974).

Kunjungi juga : Tipe-Tipe Kerusakan pada Pohon

Faktor abiotik yang menyebabkan kerusakan pohon pada umumnya lebih mengarah pada faktor fisik dan kimia penyusun lingkungan tempat tumbuh pohon. Faktor-faktor tersebut tidak mendukung pertumbuhan pohon ataupun perkembanganya secara normal. Faktor-faktor yang dimaksud berupa suhu, kelembaban, iklim, unsur hara, polusi udara, kekurang oksigen dan cahaya sinar matahari Widyastuti et al. (2005).

a. Suhu

Berebagai macam jenis pohon memiliki persyaratan suhu yang dapat ditoleransi untuk pertumbuhannya. Apabila ada perubahan suhu yang melewati batas toleransi tersebut biasanya akan terjadi penyimpangan fisiologis bahkan hingga terjadinya kematian pada pohon.

b. Kelembaban

Kelembaban juga berpengaruh signifikan apabila terjadinya kerusakan pada pohon. Kelembaban mampu mengakibatkan terjadinya gangguan formasi sel dan dau pada pohon. Hal ini diseabkan apabila keadaan lingkungan tempat pohon tumbuh mengalami kelembaban nisi tinggi maka penguapan dari pohon juga menjadi rendah sehingga unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan juga akan mengalami penghabatan penyerapan.

c. Iklim

Proses iklim dalam menyebabkan kerusakan pada pohon dimulai dari jenis pohon penyusun dalam suatu lahan. Iklim dapat menjadi salah satu faktor pembatas untuk pertumbuhan pohon. Apabila iklim pada suatu laha tempat tumbuh pohon berada pada luar batasan atau di bawah batasan adaptasi pohon tersebut, maka pohon dapat mengalami kerusakan fisiologis atau mekanis.

d. Unsur Hara

Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pohon sudah jelas bahwa kekurangannya akan menyebabkan terjadi kerusakan pada pohon. Umumnya, unsur hara yang terlalu banyak atau kadarnya di atas maksimum yang dapat diterima oleh jenis pohon akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel pada pohon tersebut. Kerusakan sel ini mampu menyebabkan kematian pada pohon.

e. Polusi Udara

Polusi udara sebagai slah satu faktro yang mempengaruhi kerusakan pohon sangat erat kaitannya dengan beberapa faktor lain. Kerusakan pohon yang disebabkan oleh polusi udara akan mengalami peningkatan sejalan dengan terjadinya peningkatan intensitas cahaya matahari, kelembaban tanah dan udara, suhu, dan juga polusi lainnya.

f. Kekurangan Oksigen

Selain dari polusi udara, kekurangan oksigen juga sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan pohon memiliki hubungan erat dengan faktor lainnya seperti kelembaban tanah dan kelembaban udara. Kombinasi antara keduanya mampu menyebabkan terjadinya kerusakan pada sistem perakaran pada pohon.

g. Cahaya

Cahaya merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh penting dalam pertumbuhan pohon. Kekurangan cahaya aan menyebabkan terjadinya penghambatan terbentuknya klorofil pada daun tumbuhan serta pengambatan pada perangsangan pemanjangan ruas yang membuat daun berubah warna menjadi pucat, jaringan tumbuhan menjadi lemah sehingga daun ataupun bunga akan jatuh atau gugur lebih awal.

Kunjungi juga : Faktor yang Mempengaruhi Pembagian Batang Kayu

Pustaka:

Djafaruddin. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Soeratmo, F.G. 1974. Perlindungan Hutan. Proyek Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Surjokusumo, S. & Karlinasari, L. 2010. Kebugaran Pohon Berdiri (Standing Tree) Sebagai Aset Lingkungan Perkotaan dan Perumahan. Di dalam: Workshop Pemantauan Kesehatan Hutan Pada Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Perkotaan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Widyastuti, Sumardi, & Harjono. 2005. Patologi Hutan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta