Materi Sifat-Sifat Umum Kayu (Mengenal Kayu)

A. Sifat-Sifat Umum Kayu
Kayu dapat ditemukan di berbagai jenis pohon dengan memiliki sifat yang berbeda tergantung dari jenis pohonnya. Lebih lanjut di dalam satu pohon memiliki sifat yang berbeda di setiap bagian batangnya yakni batang bagian bawah (pangkal), batang bagian tengah, dan batang bagian ujung. Untuk itu, sebelum kayu digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan bangunan, perabotan rumah tangga dan yang lainnya perlu mengetahui sifat-sifat umum kayu terlebih dahulu (Dumanauw, 1990). 

Sifat-sifat umum kayu pada umumnya dapat dibedakan menjadi tiga bagian yakni sifat-sifat fisik kayu, sifat-sifat kimia kayu, dan sifat-sifat mekanik kayu. Dari sifat-sifat kayu yang yang tertera tersebut, terdapat beberapa sifat-sifat umum kayu. Menurut Dumanauw (1990), sifat-sifat umum kayu terdiri atas beberapa bagian yakni sebagai berikut:

Sifat-sifat kayu umum pada umumnya dapat dibedakan menjadi tiga bagian yakni sifat-sifat fisik kayu, sifat-sifat kimia kayu, dan sifat-sifat mekanik kayu. Dari sifat-sifat kayu yang yang tertera tersebut, terdapat beberapa sifat-sifat umum kayu. Menurut Dumanauw (1990), sifat-sifat umum kayu terdiri atas beberapa bagian yakni sebagai berikut:  
  • Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetris radial.
  • Kayu tersusun dari sl-sel yang memiliki bermacam-macam tipe, dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa (unsur karbohidrat) serta berupa lignin (non karbohidrat). 
  • Semua kayu pada dasarnya bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangesial, dan radial). Adanya sifat anisotropik pada kayu dipengaruhi oleh struktur dan orientasi selulosa yang terdapat di dalam dinding sel, bentuk sel-sel kayu yang memanjang, dan pengaturan sel pada arah vertikal dan horizontal pada batang pohon.  
  • Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higrokospik, yaitu dapat kehilangan atau bertambahnya kelembapannya akibat perubahan kelembapan dan suhunudara di sekitarnya. 
  • Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu, dapat terbakar, terutama jika kayu dalam keadaan kering.
Apabila dilakukan pemotongan secara melintang pada pohon serta permukaan potongan melintang tersebut itu dihaluskan, maka gambaran unsur-unsur pada suatu kayu yang tersusun dalam pola melingkar dengan suatu pusat ditengah batang serta deretan sel kayu dengan arah mirip jari-jari roda ke permukaan batang akan terlihat jelas. Sebuah sumbu dapat dibayangkan melewati pusat itu dan merupakan salah satu sumbu arah utama yang disebut sumbu longitodinal. Sumbu-sumbu arah utama yang lain dapat dibuat tegak lurus dan memotong sumbu longitodinal. Sumbu ini disebut sumbu arah radial. Sedangkan sumbu arah yang tegak lurus dengan jari jari kayu, tetapi tidak memotong sumbu longitudinal disebut sumbu arah tangesial (Dumanauw, 1990).

Sumbu arah utama tersebut mereupakan dasar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengenal sifat-sifat dari sebatang kayu yang khas. Sifat-sifat khas yang dimaksud adalah sifat anisotropik. Berdasarkan sumbu arah tersebut, pada arah sumbu longitudinal terdapat kekuatan yang mampu menahan beban lebih besar dari pada sumbu arah radial dan sumbu arah tangensial. Selain itu, pada sumbu arah longitudinal juga dapa mengalirkan zat cair lebih cepat dan mudah dari pada arah sumbu lainnya. Selanjutnya, pada sumbu arah tangensial memiliki kebang susut kayu yang lebih besar dari sumbu arah lainnya (Dumanauw, 1990).

Beberapa hal yang tergolong dalam sifat fisik kayu menurut Dumanauw (1990) adalah sebagai berikut.
  • Berat jenis
  • Keawetan alami kayu
  • Warna kayu
  • Higrokospik
  • Tekstur
  • Serat terbagi menjadi beberapa bagian yakni serat berpadu, serat berombak, serat terpilin, dan serat diagonal
  • Bobot kayu
  • Kekerasan
  • Kesan raba
  • Bau dan rasa
  • Nilai dekoratif
  • Sifat sifat lain (sifat pembakaran dan sifat kayu terhadap suara yakni akuistik, dan resonansi)
Beberapa hal yang tergolong dalam sifat mekanik kayu menurut Dumanauw (1990) adalah sebagai berikut.
  • Keteguhan tarik 
  • Keteguhan tekan/kompresi
  • Keteguhan geser
  • Keteguhan lengkung
  • Kekakuan
  • Keuletan
  • Kekerasan
  • Keteguhan belah
Beberapa hal yang tergolong dalam sifat kimia kayu menurut Dumanauw (1990) adalah sebagai berikut.
  • Selulosa
  • Lignin
  • Hemiselulosa
  • Zat ekstraktif
  • Abu
Pustaka:
Dumanauw, J. F. 1990. Mengenal Kayu. Kanisius. Yogyakarta