7 Tahapan Proses Pembuatan Pulp dan Kertas

Pemanfaatan kertas di Indonesia semakin hari semakin pesat. Berdasarkan penelitian Indrawan et al., (2015) mengunkapkan bahwa konsumsi kertas (termasuk kertas bungkus) di Indonesia akan mengalami peningkatan di masa mendatang sehingga mampu menimbulkan tantangan pada kemampuan produksi kertas bungkus domestik karena potensi bahan baku serat konvensional semakin langka. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan serat sebagai alternatif lain untuk menanggulangi kekurangan kebutuhan serat dimasa mendatang.

Pemenuhan kebutuhan serat yang dibutuhkan untuk pembuatan pulp dan kertas sebagai langkah awal dalam mengatasi permasalahan yang akan terjadi selanjutnya perlu mengetahui dasar proses pembuatan pulp dan kertas sehingga dapat dimungkinkan dengan informasi awal ini mampu mempercepat dan meningkatkan hasil pulp dan kertas karena proses pembuatannya dapat disesuaikan dengan bahan baku yang ada. Tercatat, tahapan proses pembuatan pulp dan kertas terdiri dari 7 bagian yaitu sebagai berikut:

  • Fiber furnish preparation and handling
  • Pulping
  • Washing
  • Oxygen delignification
  • Bleaching
  • Screening
  • Refining
Tahapan Proses Pembuatan Pulp dan Kertas terdiri dari 7 bagian yaitu fiber furnish preparation and handling, pulping, washing, oxygen delignification,

1. Fiber Furnish Preparation and Handling

Fiber Furnish Preparation and Handling atau lebih sederhananya dikenal dengan persiapan dan penanganan bahan dan alat serat yang dibutuhkan. Proses ini melingkupi 3 tahapan yaitu proses logs, debarking, dan chipping. Awalnya, kayu log dipotong menjadi beberapa bagian. Kayu ini biasanya diambil dari hutan produksi. Selanjutnya, melakukan penyimpanan kayu log ditempat penampungan selama beberapa bulan sebelum diolah.

Tujuan dari penyimpanan ini adalah untuk melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku. Setelah mencapai waktu tertentu, kayu kemudian dipisahkan dari kulitnya dengan mesin (debarking). Setelah itu kayu dipotong-potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai akan diproses ulang. 

2. Pulping

Pulping atau pembuatan pulp diawali dengan memasak chip yang telah dibentuk sebelumnya. Pemasakan ini dilakukan di dalam mesin digester. Pemasakan ini dilakukan supaya terjadinya pemisahan anatar lignin kayu dengan serat kayu yang dibutuhkan sebagai bahan dasatr dalam pembuatan pulp.

Kegiatan pemasakan chip ini melewati beberapa tahap. Tahap pertama adalah dengan melakukan pengukusan (presteamed) terhadap chip yang telah diperoleh. Tahap kedua kemudian langkah selanjutnya adalah chip tersebut dipanaskan dengan steam di steaming vessel. Ketiga, chip yang telah dipanasakan kemudian dimasak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor. Proses ini secara keseluruhan terbagi atas 4 macam, yaitu Chemical Pulp Production Process, Semi-chemical Pulp Production Process, Mechanical Production Process, dan Waste Paper Pulp Production Process. Hasil dari proses ini adalah pulp atau bubur kertas. Pulp ini yang akan diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine). 

3. Washing

Washing merupakan tahapan proses pemisahan pulp yang telah dimasak sebelumnya dari berbagai macam kotoran. Biasanya, setelah tahap pemasakan, pulp seagain besar masih mengandung kotoran atau mata kayu (knot) yang tidak masak. Kandungan tersebut akan mempengaruhi kualitas pulp sehingga perlu adanya kegiatan pemisahan dari tahap awal proses ini.

Proses penyaringan pulp juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu penyaringan kasar dan penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp. Alat – alat yang digunakan dalam proses cleaning adalah: 

  • Magnetic Separator, Magnetic yang bekerja secara magnetic, yaitu memisahkan kotoran yang mengandung logam seperti serta partikel - partikel lainnya yang bersifat magnet. 
  • High Consistency Cleaner (HCC) bekerja secara sentrifugal, yaitu memisahkan kotoran yang ukurannya hampir sama dengan serat berdasarkan berat jenisnya. 

4. Oxygen Delignification

Pulp yang telah diubah menjadi bubur kertas kemudian dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci di dalam washer. Proses ini bertujuan sebagai proses pra-bleaching untuk mengurangi bilangan kappa (kadar lignin sisa), sehingga mengurangi pemakaian bahan kimia pemutih pada proses pemutihan. Dari proses ini akan dihasilkan pulp berwarna cokelat yang akan dikirim ke unit bleaching dan filtrat yang dikirim ke unit pengolahan limbah cair (Effluent Treatment Plant). 

5. Bleaching 

Bleaching merupakan proses mengubah pulp untuk lebih putih, bersinar, halus dan mudah menyerap. Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan tujuan menghilangkan lignin tanpa merusak selulosa. Apabila pada proses pemutihan digunakan khlorin, maka dari unit ini akan dihasilkan limbah cair yang mengandung chlorinated organic compounds yang diketahui sangat berbahaya terhadap lingkungan.

Teknologi bleaching yang digunakan adalah Elemental Chlorine Free (ECF). Pada konsep ECF unsur khlor masih boleh digunakan, tetapi tidak dalam bentuk Cl2 melainkan dalam bentuk senyawa lain misalnya ClO2. Total Chlorine Free (TCF) Pada konsep TCF sama sekali tidak digunakan unsur khlor. Sebagai pengganti khlorin pada konsep TCF biasanya digunakan oksigen atau ozon. 

6. Screening

Tahapan ini hampir sama dengan kegiatan washing sebelumnya. Untuk memperoleh bubur kertas yang bersih maka pulp perlu adanya kegiatan pemisahan bagian serat yang lebih kecil dari berbagai macam kotoran dengan kegiatan penyaringan. Bedanya pada kegiatan screening, tahap penyaringan lebih spesiik sehingga serat yang diperoleh dari hasil pennyaringan lebih homogen tanpa ada kotoran yang halus maupun kasar.

Proses penyaringan kotoran yang terkandung di dalam pulp dilakukan dengan tiga tahap sehingga mampu diperoleh hasil yang lebih efisien. Tujuan pemisahan ini secara umum untuk mengurangi kandungan serat sekecil mungkin terbawa pada pemishan tahap ketiga. Tahap-tahap tersebut adalah primary screening, secondary screening, dan teriary screening.

7. Refining

Refining merupakan proses lanjutan setelah memperoleh bubur serat. Proses ini dilakukan dengan kegiatan penggilingan bubur serat lebih lanjut untuk menghasilkan bubur serat yang lebih halus. Setelah kegiatan penggilangan, bubur serat tersebut diolah kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau pemotong yang berbentuk disc plate.

Pustaka:

Rahmani, S. A. Proses Pengolahan Pulp dan Kertas. Diakses melalui https://www.academia.edu/9368704/Proses_Pengolahan_Pulp_dan_Kertas pada 30 Juni 2022