4 Teknik Pengendalian Gulma

Teknik dan cara pengendalian gulma merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam menanggulangi gulma yang tumbuh pada daerah tanaman pokok. Gulma pada dasarnya menjadi pesaing dalam perolehan unsur hara sehingga perlu dilakukannya pengendalian. Pengendalian gulma dilakukan dengan tujuan tanaman pokok tidak terganggu dalam memperoleh unsur hara yang dibutuhkan dalam memenuhi kehidupannya. 

Pengendalian gulma memerlukan teknik dan cara tersendiri sehingga memberikan hasil yang positif bagi tanaman pokok. Hasil yang positif dalam arti tanaman pokok mampu menghasilkan produksi sesuai dengan target atau bahkan lebih baik dari yang diharapkan. Widiyati et al. (2001), teknik dan cara pengendalian gulma terdiri dari 4 bagian yaitu dengan cara teknis (pencegahan), mekanis (fisik), biologis, dan secara khemis (kimia).

Teknik dan cara pengendalian gulma merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam menanggulangi gulma yang tumbuh pada daerah tanaman pokok.

Selanjutnya dikatakan bahwa, untuk memberikan hasil yang maksimal dalam melakukan pengendalian gulma maka perlu dilakukan secara intensif. Perlakuan intensif maksudnya adalah kegiatan pengendalian gulma ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Untuk lebih jelas dalam memahami teknik dan cara pengendalian gulma maka akan diuraikan di bawah ini.

1. Pengendalian Gulma dengan Cara Teknis (Pencegahan)

Pengendalian gulma dengan cara pencegahan juga biasanya dikenal dengan preventif. Pengendalian ini lebih mengarah pada metode sebelum melakukan kegiatan penanaman tanaman pokok. Kegiatan yang dilakukan sebelum penanaman tanaman pokok adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pembersihan bibit tanaman yang digunakan dengan mencuci dan memisahkan. Tujuan kegiatan ini dilakukan supaya biji tanaman pokok dapat terpisahkan dari kontaminasi biji gulma.
  • Pupuk kandang yang dugunakan harus matang atau sesuai dengan standar.
  • Tidak melakukan pengangkutan jerami dan makanan ternak dalam jarak jauh sehingga biji gulmanya tidak menyebar.
  • Membersihkan saluran pengairan serta sisi sungai dari keberdaan gulma.
  • Membersihkan ternak yang akan diangkut
  • Tidak melakukan pengangkutan tanaman bersamaan dengan tanahnya.

2. Pengendalian Gulma dengan Cara Mekanis (Fisik)

Pengendalian gulma dengan teknik dan cara ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam alat baik itu alat yang masih sederhana maupun alat yang sudah modern. Selain dengan pemanfaatan alat, pegendalian ini juga dilakukan dengan menggunakan teknik tertentu pada tanaman ataupun di sekitar wilayah tanaman pokok. Adapun teknik dan cara pengendalian gulma dengan cara mekanis ini terdiri dari pengolahan tanah, pemangkasan, pembakaran, dan pemanfaatan mulsa.

Kunjungi juga : Pengertian Gulma Menurut Para Ahli

a. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah secara umum bertujuan untuk membersihkan gulma dari tanah di dalam kawasan penanaman tanaman pokok. Selain itu, pengolahan tanah juga dilakukan untuk menciptakan atau memperbaiki keadaan biologis, fisik serta kimia tanah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pengolahan tanah biasanya dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam alat seperti cangkul, traktor, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan alat tersebut memungkinkan gulma sebagai tumbuhan liar dapat diberantas. Akan tetapi, efektifitas alat yang digunakan dalam pengolahan tanah dengan tujuan memberantas gulma dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu. Faktor yang dimaksud sperti penyebaran akar gulma, umur, serta siklus hidupnya.

b. Pemangkasan

Pemangkasan gulma juga dapat dikatakan sebagai pemababatan. Teknik dan cara pengendalian ini umumnya memiliki efektivitas yang sangat baik dalam beberapa minggu bahkan bulan. Namun, teknik ini sangat tidak efektif pada gulma jenis tahunan karena teknik ini hanya memiliki pengaruh dengan batas waktu tertentu.

Meskipun demikian, cara ini efektif apabila kegiatan pembabatan dapat dilakukan secara konsiten dengan interval tertentu. Umumnya, waktu yang paling baik melakukan pembabatan gulma dapat dilakukan pada saat gulma tumbuh dengan daun yang lebat dan saat gulma menjelang berbunga

c. Penggenangan

Penggenangan merupakan kegiatan menaikkan volume dan tinggi air pada kawasan tanaman pokok. Cara ini dapat dilakukan jika tanaman pokok sudah tumbuh tinggi melampaui gulma. Cara dan teknik ini ampuh dalam menghambat pertumbuhan gulma. Gulma digenangi dengan air sampai kedalaman 25 cm selama beberapa minggu sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma.

d. Pembakaran

Pembakaran gulma adalah kegiatan memberikan suhu kritis (memanfaatkan api) pada lahan pertumbuhan gulma sehingga gulma menjadi mati. Hal ini terjadi karena sel tumbuhan akan mengalami kamatian apabila terkena suhu ≥ 50°C yang diakibatkan oleh destabilisasi protoplasma.

Pembakaran lahan saat ini merupakan isu yang sangat sensitif sehingga untuk pembakaran gulma sebaiknya dilakukan seara terbatas. Pembakaran gulma secara terbatas maksudnya adalah kegiatan pembakaran dilakukan pada lahan dengan ukuran tertentu dan ainya daat dikendalikan. Selain gulma, pembakaran pada lahan juga mampu membunuh serangga dan berbagai jenis hama lain serta penyakit tanaman.

e. Pemanfaatan Mulsa

Pemanfaatan mulsa pada lahan tanaman pokok bertujuan untuk menghalangi cahaya matahari mengarah ke gulma. Terhalangnya cahaya matahari ke gulma membuat gulma tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga gulma mengalami kematian dan mencegah terjadinya perkecambahan. Beberapa bahan yang dapat dijadikan sebagai mulsa diantaranya serbuk gergaji dan jerami.

Kunjungi juga : Pengertian, Sifat, dan Cara Pengendalian Gulma

3. Pengendalian Gulma Secara Biologis

Pengendalian gulma secara biologis merupakan pengendalian gulma dengan memanfaatkan organisme lain. Organisme lain yang dimaksud adalah musuh alami dari gulma tersebut seperti fungi dan insekta. Namun, penggunaan organisme lain ini sebagai pengendali gulma sangat jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan organisme lain akan menjadi perusak bagi tanaman pokok apabila organisme tersebut tidak dapat dikendalikan.

4.  Pengendalian Gulma Secara Khemis (Kimia)

Pengendalian gulma secara khemis juga dapat dikatakan sebagai pengendalian secara kimia. Sesuai dengan caranya, pengendalian gulma dengan cara ini memanfaatkan bahan kimia dalam memberantas gulma. Bahan kimia yang digunakan dalam pengendalian tersebut adalah herbisida. Herbisida merupakan senyawa kimia yang mampu mematikan atau pun menekan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman pokok baik itu secara selektif maupun non selektif.

Penggunaan herbisida sebagai pengendali gulma dapat digunakan sebelum penanaman, saat penanaman dan pasca tumbuh. Penggunaan herbisida dalam pengendalian gulma memiliki efektifitas yang sangat tinggi. Selain itu, reaksi yang terjadi pada gulma lebih cepat. Akan tetapi, penggunaan senyawa kimia ini juga mampu memberikan dampak negatif pada tanaman seperti tanaman mengalami keracunan sehigga mati dan juga dapat merusak lingkungan.

Pustaka:

Widiyati, N., Fadhly, A. F., Amir, R., & Momuat, E. O. 2001. Sistem Pengolahan Tanah dan Efisiensi Pemberian Pupuk NPK Terhadap Petumbuhan dan Hasil Jagung. Risalah Penelitian Jagung dan Serealia Lain 5: 15-20