Pengertian, Fungsi dan Manfaat Hutan Mangrove

Hutan mangrove merupakan salah satu jenis hutan yang unik dikarenakan tumbuh di atas media tumbuh di kawasan payau. Daerah ini memiliki kandungan air bersifat payau karena kawasannya tergenang oleh air laut dan juga air tawar. Yang dimaksud dengan hutan mangrove adalah suatu vegetasi hutan yang tumbuh diantara garis pasang surut, namun juga bisa tumbuh pada pantai karang, dataran koral mati yang tertimbun pasir, lumpur, maupun pantai berlumpur (Saparinto, 2007).

Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki berbagai macam sumber daya alam yang terdapat di wilayah pesisir dan lautan terdiri dari samudera yang dapat pulih (renewable resources) maupun tidak dapat pulih (non- renewable resources). Sumberdaya alam yang dapat pulih tersebut salah satunya adalah hutan mangrove (Rahim & Baderan, 2017).

Pengertian, fungsi, dan manfaat hutan mangrove adalah sebagai penambat racun, sumber plasma nuftah, sebagai ekowisata, sumber pangan, penyerap karbon.

Pengetahuan tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove saat ini masih terbatas sehingga diperlukan langkah penelitian yang lebih lanjut supaya berbagai macam potensi dari keberadaan kawasan hutan mangrove dapat diketahui. Sebelum itu, untuk mengetahui lebih dalam tentang hutan mangrove maka perlu mengetahui pengertian dari hutan mangrove, apa saja fungsi dari hutan mangrove, serta manfaat hutan mangrove bagi kehidupan. 

1. Pengertian Hutan Mangrove

Mangrove pada dasarnya adalah kata digunakan pertama kali untuk mendefinisikan tumbuhan dan komunitas, serta untuk menggambarkan komponen tumbuhan penyusun komunitas hutan rapat di daerah intertidal perairan pantai tropis (tropical intertidal closed-forest community). Untuk menghindari terjadinya kebingungan secara kontekstual, sejumlah penulis mengkualifikasikan kata mangrove dalam bentuk berbeda, seperti tumbuhan mangrove (mangrove plant) atau komunitas mangrove (mangrove community) (Djamaluddin, 2018).

Kunjungi juga : Mengenal Fungsi-Fungsi Hutan

Rahim & Baderan (2017) menjelaskan bahwa mangrove merupakan suatu kawasan yang bergerak karena terapat pembentukan tanah lumpur serta daratan di dalamnya yang proses ini terjadi secara konsisten, sehingga secara perlahan kawasan tersebut berubah menjadi semi daratan. Definisi mangrove pada dasarnya memiliki arti yang sama yaitu formasi hutan daerah tropika serta subtropika yang ada di pantai rendah, tenang, berlumpur, dan dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Berdasarkan hal tersebut hutan mangrove memiliki peran penting yakni sebagai mata rantai dalam pemeliharaan siklus biologi dari suatu perairan (Arief, 2003).

Lebih lanjut Mulyadi et al., (2010) mengartikan hutan mangrove sebagai hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut yang di dalamnya ditumbuhi tumbuhan mangrove dengan keunikan mampu tumbuh di darat dan di laut. Hutan mangrove pada dasarnya terdapat pada daerah yang berbatasan langsung dengan daratan pada jangkauan air pasang tertinggi, sehingga ekosistem ini merupakan daerah transisi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor darat dan laut. Berdasarkan hal tersebut, hutan mangrove juga didefinisikan sebagai hutan yang berkembang di daerah pantai yang berair tenang, dengan eksistensi yang bergantung pada adanya air laut dan aliran sungai (Ramadani & Navia, 2019).

2. Fungsi dan Manfaat Hutan Mangrove

Hutan mangrove memiliki ekosistem yang sangat unik diantara ekosistem hutan lainnya karena di dalamnya terdapat dua bagian subjek yakni biota daratan dan akuatik. Arief (2003) menjelaskan bahwa hutan mangrove setidaknya memiliki 3 fungsi utama yakni sebagai tempat pendidikan, tempat konservasi, dan sebagai tempat penelitian. Semua fungsi tersebut adalah sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, fungsi dari hutan mangrove adalah sebagai berikut (Rahamawaty, 2006; Davis et al., 1995; Rahim & Baderan, 2017):

  • Fungsi fisik yakni menjaga garis pantai, melindungi pantai dari abrasi dan intrusi air laut, meredamkan gelombang air laut serta badai, sebagai penahan lumpur, penangkap sedimen, mampu mengendalikan banjir, mengolah bahan limbah, menghasilkan detritus, kualitas air terpelihara, menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen serta resiko terhadap tsunami berkurang.
  • Fungsi biologis merupakan daerah asuhan, daerah untuk mencari makan, dan daerah pemijahan dari berbagai macam biota laut, tempat burung membuat sarang, sumber hewan, tumbuhan dan mikroorganisme, dan pengontrol penyakit malaria.
  • Fungsi sosial ekonomi yakni sumber penghasilan, produksi berbagai hasil hutan seperti kayu dan obat, tempat bahan bangunan dan kerajinan, tempat wisata alam, kawasan pertambakan, tempat membuat garam dan areal perkebunan.
  • Pelindung terhadap bencana alam
  • Pengendapan lumpur yang memiliki hubungan langsung dalam penghilang racun dan unsur hara air
  • Penambah unsur hara
  • Penambat racun
  • Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)
  • Sebagai transportasi yakni pada beberapa kawasan hutan mangrove, transportasi melalui air adalah cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.
  • Sumber plasma nuftah
  • Sebagai sarana pendidikan dan penelitian
  • Mampu memelihara proses-proses dan sistem alami
  • Memelihara iklim mikro
  • Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam
  • Sebagai sumber pangan
  • Sebagai penyerap dan penyimpan karbon
  • Sebagai ekowisata
Kunjungi juga : Jenis-Jenis Ekowisata

Pustaka:

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta

Davis, Claridge, &Natarina. 1995. Sains & Teknologi 2: Berbagai Ide Untuk Menjawab Tantangan dan Kebutuhan oleh Ristek Tahun 2009. Gramedia. Jakarta

Djmaluddin, R. 2018. Mangrove-Biologi, Ekologi, Rehabilitasi, dan Konservasi. Unsrat Press. Manado

Mulyadi, E., Hendriyanto, O. & Fitriani, N. 2010. Konservasi Hutan Mangrove Sebagai Ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 2 (1): 11-18.

Rahim, S. & Baderan, D. W. K. 2017. Hutan Mangrove dan Pemanfaatannya. Budi Utama. Yogyakarta

Ramadani, R. & Navia, Z. I. 2019. Pengembangan Potensi Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kuala Langsa Keamatan Langsa Barat Kota Langsa Aceh. Jurnal Biologica Samudra 1 (1): 41-55

Saparinto, C. 2007. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. Dahara Prize. Semarang