Jenis Alat-Alat Kerajinan Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kerajinan tangan. Selain bahannya yang sangat banyak dan mudah di dapatkan, kayu juga memiliki kualitas tersendiri apabila dibandingkan dengan bahan-bahan pembuatan kerajinan lain seperti bahan plastik. Kayu pada umumnya mampu menahan beban sampai pada batas tertentu dan tidak mudah patah terlebih jenis kayu yang sangat kuat seperti ulin.

Proses pembuatan kerajinan tangan dengan menggunakan bahan dasar kayu secara umumnya memerlukan alat-alat tertentu. Pemilihan alat dalam pembuatan kerajinan dari kayu mampu menentukan produk kayu yang dihasilkan. Selain dari alat-alat yang digunakan, skill pengrajin kau sebagai salah satu faktor penting dalam menghasilkan kerajinan kayu yang berkualitas baik dan tinggi. Adapun jenis alat-alat kerajinan kayu yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan kayu adalah alat potong kayu, alat ukur kayu, alat ukir kayu, mesin, bor, obeng, dan palu, ketam kayu dan amplas, serta kuas.

Jenis alat-alat kerajinan tangan dari kayu terdiri dari alat potong kayu, alat ukur kayu, alat ukir kayu, mesin, bor, obeng, dan palu, ketam kayu, amplas, dan kuas.

1. Alat Potong Kayu

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan dari kayu pada tahap awal adalah alat pemotong. Alat-alat pemotong ini terdiri dari beberapa jenis yakni gergaji tangan, gergaji mesin, kapak dan cutter. Gergaji tangan biasanya digunakan untuk memotong bagian-bagian kayu yang digunakan untuk melengkapi bagian kayu yang lainnya seperti kaki meja dan kaki kursi. Sedangkan gergaji mesin merupakan alat yang digunakan biasanya pada pembuatan kerajinan kayu berbentuk patung untuk membentuk pola awal. Penggunaan gergaji mesin ini lebih efisien dan efektif karena prosesnya yang lebih cepat.

Penggunaan kapak sebagai alat pembuatan kerajinan kayu juga biasanya dilakukan pada bagian kayu yang berukuran cukup besar. Namun, penggunaan kapak untuk pembuatan kerajinan jarang digunakan pada saat ini. Hal ini dikarenakan proses yag dilakukan untuk pembuatan kerajianan memerlukan waktu yang cukup lambat sehingga kurang efisien. Selanjutnya, penggunaan cutter lebih ke arah bagian pemotongan bagian kerajinan yang lebih kecil.

2. Alat Ukur Kayu

Alat kerajinan kayu yang digunakan selanjutnya adalah alat ukur. Alat ukur pada pembuatan kerajinan kayu berfungsi sebagai pengukur bahan kayu yang digunakan untuk membuat suatu karya/kerajianan. Alat-alat ukur yang dimaksud bervariasi seperti meteran, siku, dan penggaris.

Kunjungi juga : Alat Pembuatan Finir Kayu

Biasanya alat meteran yang digunakan untuk mengukur bahan kayu terbuat dari aluminium. Sedangkan penggaris dan siku ternuat dari bahan plastik dan besi. Penggunaan meteran sebagai alat ukur sangat baik digunakan saat mengukur bahan yang ukurannya panjang atau lebih dari 30 cm. Selain itu, penggunaan meteran lebih rinci dan mampu menjangkau hingga beberapa meter. Sedangkan siku atau penggaris hanya mengukur pada ukuran pola tertentu dengan jangkauan sampai 30 cm.

3. Alat Ukir Kayu

Alat ukir merupakan alat yang dimanfaatkan untuk membuat atau membentuk pola pada kayu. Biasanya, pemanfaatan alat ukir dilakukan setelah pembuatan pola pada tahap awal. Alat ukir ini lebih mengarah pada pembentukan model kerajinan yang akan dibuat secara permanen. Artinya, alat ukir adalah tahap akhir dalam proses pembuatan bentuk kerajinan kayu. Alat ukir yang digunakan untuk pembuatan kerajinan kayu biasanya seperti pahat, dan pulpen ukir.

4. Mesin Bor, Obeng, dan Palu

Setelah pembuatan bentuk kerajinan kayu maka perlu melakukan penyambungan/penyatuan bagian-bagian kerajinan kayu menjadi satu kerajinan yang utuh. Umumnya, dalam penyatuan kerajinan kayu memerlukan beberapa bahan tambahan. Bahan-bahan ini tergantung dengan bentuk kerajinan yang akan dibuat. Bahan-bahan yang dimaksud adalah lem kayu yang tujuan penggunaannya untuk merekatkan atau menyambung bagian kayu.

Produk yang dihasilakan biasanya terdapat produk yang hanya menggunakan lem kayu untuk merekatkan. Produk ini dapat kita jumpai pada produk pembuatan meja yang bahannya dari papan partikel. Selanjutnya, untuk beberapa produk seperti meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya memerlukan sekrup sebagai penyambung bagian-bagian produk. Hal ini dimaksudkan untuk membuat sambungan produk lebih kuat dan tahan terhadap beban. Sekrup itu sendiri memerlukan mesin bor atau obeng. Selain sekrup biasanya juga menggunakan paku sebagai penyambung. Untuk menyambung kerajinan kayu menggunakan paku memerlukan alat palu.

5. Ketam Kayu dan Amplas

Ketam kayu merupakan alat yang digunakan untuk menghaluskan papan atau bagian kayu yang digunakan untuk membuat kerajinan. Selanjutnya, amplas merupakan alat yang digunakan untuk meratakan atau menghaluskan permukaan kayu yang telah jadi. Amplas ini berupa kertas dimana salah satu bagiannya tertempel partikel seperti pasir kasar atau dikenal dengan abrasif. Amplas yang biasanya digunakan oleh pengrajin kayu saat ini terdiri dari berbagai bentuk yakni segitiga, bulat, dan persegi.

Kunjungi juga : Mengenal Papan Partikel

6. Kuas

Kuas merupakan salah satu alat terakhir yang digunakan untuk pembuatan kerajinan kayu dengan tangan. Setelah semua produk selesai dan hasil kerajinan sudah terbentuk, maka perlu dicat meggunakan alat kuas sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah catnya mengering maka perlu dipoles dengan menggunakan pernis. Pemanfaatan pernis adlah sebagai langkah terakhir dalam pembuatan kerajinan kayu yang tujuannya untuk membuat kerajinan terlihat berkilau dan melapisi kerajinan dari kayu sehingga lebih estetik.