Mikroskop Stereo | Pengertian, Fungsi, Bagian dan Cara Penggunaan

Mikrsokop merupakan salah satu alat bantu manusia untuk melihat benda-benda kecil. Mikroskop mulai dikenal sejak abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Antoni van Leeuwenhoek. Selain itu, Robert Hooke juga berjasa dalam pengembangan alat ini karena struktur reproduksi yang digambarkannya. Penemuan ini merupakan salah satu kemajuan manusia di dunia dalam pegemabngan alat teknologi terutama dalam mengamati berbagai macam mikroorganisme.

Sejalan dengan perkembangan zaman, manusia kini mulai menciptakan berbagai macam bentuk mikroskop yang awalnya hanya memiliki satu lensa, sekarang terdapat yang dua lensa. Selain itu, pengembangan mikroskop juga tidak hanya pada lensanya saja melainkan pada jenis mikroskop. Jenis mikroskop ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan manusia. Salah satu jenis yang dikenal saat ini adalah mikroskop stereo. Untuk lebih jelas dalam memahami mikroskop setereo ini maka perlu mengetahui tentang pengertian, fungsi, cara penggunaan, dan bagian mikroskop stereo.

Pengertian, Fungsi, Bagian dan Cara Penggunaan Mikroskop Stereo adalah untuk mengamati objek bersifat padat dan membentuk bayangan tiga dimensi.

1. Pengertian Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo adalah salah satu jenis mikroskop yang mampu mengamati berbagai macam benda yang relatif lebih besar sehingga mampu mengamati bayangan dalam bentuk tiga dimensi dan tidak terbalik. Umumnya, mikroskop stereo memiliki perbesaran dari 7 hingga 30 kali (Hernatha, 2013). Selain itu, Gabriel (1996) mendefinisikan mikroskop stereo sebagai jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda tebal maupun tipis, transparan maupun tidak tembu cahaya.

Selain itu, Sugiharto &Susatyo () juga mendefinsikan mikroskop stereo sebagai jenis mikroskop yang pada satu bagian jenis lensa objektif terdapat dua optik sehingga penggunaannya mampu memproyeksikan bayangan objek menjadi bersifat tiga dimensi. Sinar yang digunakan dalam mikroskop ini berasal dari atas (reflected illumination) tetapi dapat pula diatur penyinaran dari bawah. Namun, jenis mikroskop ini memiliki daya resolusi yang relatif lemah dengan lapangan pemandangan yang luas dengan pembesaran 1,5 sampai 25 kali.

2. Fungsi Mikroskop Stereo

Secara umumnya, fungsi mikroskop stereo adalah sebagai alat untuk mengamati benda berukuran kecil. Namun, ukuran kecil dalam hal ini adalah seperti ukuran nyamuk dan serangga kecil lainnya. Beberapa fungsi mikroskop stereo adalah sebagai berikut.

  • Digunakan untuk mengamati permukaan objek yang bersifat padat.
  • Digunakan untuk melakukan pengerjaan seperti diseksi, bedah mikro dan memperbaiki benda-benda tertentu seperti jam tangan.
  • Digunakan untuk mengamati dan melihat sistem morfologi serta kerusakan yang terjadi pada organ seperti hati, lambung, dan otak (Herlina & Hutasoit, 2011).

3. Bagian-Bagian Mikroskop Stereo

Bagian-bagian mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Adapun dari bagian-bagian mikroskop stereo tersebut adalah sebagai berikut.

  • Kepala stereo, yakni bagian paling atas mikroskop yang bisa dilakukan pemindahan. Di bagian kepala mikrsokop tersebut terdapat dua lensa tepat matan untuk melakukan pengamatan.
  • Lensa okuler, yakni lensa yang pengukurannya dapat ditetapkan sampai 10 kali perbesaran
  • Diopter, yakni bagian pengaturan lensa mikroskop yang digunakan untuk menyesuaikan hasil pengamatan dengan mata pengamat (mata kanan dan kiri) sehingga perbedaan fokus dapat selaras.
  • Lensa objektif, yakni lensa yang digunakan untuk menentukan perbesaran mikroskop.
  • Tombol fokus, merupakan tombol yang digunakan untuk menggerakkan kepala mikroskop ke arah atas dan bawah untuk memperoleh hasil objek yang lebih jelas.
  • Pencahayaan, adalah bagian mikroskop stereo yang digunakan untuk mengatur cahaya yang masuk sampai ke objek pengamatan
  • Klip preparat, merupakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop stereo.
  • Meja preparat, yakni tempat untuk meletakkan preparat objek yang diamati dan dilengkapi dengan penjepit meja preparat.

4. Cara Penggunaan Mikroskop Stereo

  • Pertama, memutar pengaturan diopter pada kedua tempat mata mengamati menjadi pada posisi 0.
  • Kemudian, letakkan benda atau objek yang kan diamati pada meja preparat
  • Selanjutnya, mengatur pembesaran zoom lesa mikroskop stereo ke pembesaran terendah.
  • Keempat, memutar kembali pembesaran zoom lensa mikroskop stereo dari pembesaran rendah ke pembesaran tertinggi.
  • Kemudian, mengatur ketinggian mikroskop sampai menghasilkan titik fokus sehingga gambar menjadi jelas.
  • Selanjutnya, melakukan pemutaran kembali ke pembesaran zoom terendah.
  • Setelah pengaturan diopter menghasilkan gambar yang fokus, maka hasil yang diperoleh sudah siap dicatat atau difoto.

Pustaka:

Gabriel, J. F. 1996. Fisika Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Hernatha, T. 2013. Identifikasi Butir-Butir Lemak dan Bakteri Patogen pada Susu dengan Menggunakan Mikroskop Binokular Xsz-107bn (Identification of Grain’s Fat and Bacteria in Milk Using Pathogen Binocular Microscope Xsz-107bn). Disertasi. Universitas Diponegoro. Semarang

Herlina, H., & Hutasoit, L. 2011. Pengaruh Senyawa Murni dari Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Fungsi Kognitif Belajar dan Mengingat dan Efek Toksisitas pada Mencit (Mus musculus) Betina. Seminar Nasional Sains IV. Kampus IPB Darmaga. Bogor. Diakses melalui http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/23344 pada 28 Maret 2022

Sugiharto, M. S., & Susatyo, P. Penggunaan Mikroskop, Alat Bantu Ukur, Jaringan Hewan, dan Morfologi pada Hewan Vertebrata. Diakses melalui https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/BIOL444102-M1S.pdf pada 28 Maret 2022