Pengertian, Sejarah, dan Jenis-jenis Mikroskop

1. Pengertian Mikroskop
Pengertian mikroskop awalnya berasal dari bahasa Yunani yang terbagi menjadi dua kata yakni “micros” yang artinya “kecil” dan “scopein” yang artinya “melihat”. Mikroskop merupakan salah satu alat optik yang memiliki beberapa lensa pembesar dengan kisaran seratus kali sampai ribuan kali sehingga memungkinkan mikroorganisme yang tak bisa tampak dengan mata telanjang dapat dilihat (Pelezar, 1986). Selain itu, Chaeri et al. (2008) berpendapat bahwa mikroskop merupakan salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron.

Biasanya, berbagai jenis mikroskop digunakan oleh para praktikan untuk mengamati dan meneliti struktur sel tertentu khususnya dalam bidang studi biologi (Ilmu Pengetahuan Alam). Namun pada saat ini, penggunaan mikroskop tidak hanya terarah pada pelajaran biologi saja melainkan bisa digunakan diberbagai bidang pengetahuan. Salah satunya pengenalan mikroskop serta penggunaannya adalah di bidang kehutanan. Penggunaan mikroskop di bidang kehutanan bertujuan untuk mengamati sel-sel yang terdapat pada kayu sehingga dapat melakukan pendugaan terhadap potensi/kekuatan yang dimiliki suatu kayu dan cocok diolah menjadi produk tertentu.

2. Sejarah Mikroskop
Penemuan mikroskop merupakan sejarah awal dari berkembangnya ilmu mikrobiologi dalam mengamati berbagai sel yang tidak tampak dengan mata telanjang. Penemuan mikroskop memiliki kontribusi yang sangat penting dalam sejarah ditemukannya mikroorganisme. Mikroorganisme merupakan jasad hidup berukuran sangat kecil (Kusnadi, dkk., 2003).

Sejarah mencatat bahwa penemu mikroskop pertama kali adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda yakni Zacharias Janssen (1580-1638)  tepatnya pada tahun 1590 dengan menggunakan dua lensa yang berbeda yakni cembung dan cengkung dengan tujuan memperbesar tampilan benda berukuran kecil. Setelah itu, tahun 1609 Galileo Galilei membuat mikroskop dengan memanfaatkan lensa optik. Penemuan tersebut dinamakan sebagai mikroskop optik (Mikroskop Galileo). Akan tetapi, kemampuan mikroskop optik tersebut sangat terbatas dalam pembesarannya. Selanjutnya sejarah mikroskop dilanjutkan pada tahun 1657 oleh Antonie van Leeuwenhock (1632-1723) dengan membuat mikroskop dari beberapa lensa yang ditumpuk supaya dapat mengamati objek terkecil. Objek yang diamati oleh Antonie van Leeuwenhock pertama kali adalah air hujan yang tergenang, air jambangan bunga, air laut dan bahan penggorekan gigi.

Kunjungi juga : Fungsi Bagian-bagian Mikroskop Binokuler

3. Jenis-jenis Mikroskop
a. Mikroskop Optik
Mikroskop optik merupakan jenis mikroskop yang cara penggunaanya membiaskan cahaya lampu melalui lensa kondensor sehingga mengenai spesimen dan diteruskan oleh lensa objektif (Respati, 2008). Penerusan cahaya yang dilakukan oleh lensa objektif akan diterima oleh lensa okuler dan meneruskannya ke mata. Selain itu, Respati (2008) juga menjelaskan bahwa perbesaran mikroskop optik dimulai dari 400 kali sampai 1400 kali.

Suripto (1994) mengatakan bahwa mikroskop optik dapat dibedakan menjadi dua macam yakni mikroskop biologi (monokuler) dan mikroskop stereo (binokuler). Mikroskop monokuler adalah mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran tipis serta transparan dengan memnfaatkan lampu ataupun sinar matahari yang diatur di salah satu bagian bawah mikroskop (Amin, 1994). Biasanya mikroskop monokuler memiliki perbesaran 40, 100, dan 400 kali. Perbesaran mikroskop monokuler yang paling kuat dalam pengamatan benda transparan adalah 100 kali (Yudiarti et al., 2004). Sedangkna mikroskop binokuler adalah mikroskop yang diguakan untuk mengamati benda-benda yang cukup besar serta transparan maupun tidak transparan dengan memanfaatkan lampu ataupun sinar matahari yang diatur di bagian bawah dan dibagian atas mikroskop (Tim Penyusun, 2013). Ciri umum yang dapat diketahui dari mikroskop binokuler adalah mempunyai 2 lensa objektif serta 2 lensa okuler (Yudiarti et al., 2004).

Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 1. Mikroskop Monokuler (a) ; Gambar 2. Mikroskop Binokuler (b)
(sumber gambar : berkahkhair.com)
b. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya merupakan jenis mikroskop yang memiliki perbesra maksimum 1000 kali dengan memanfaatkan bantuan cahay matahari ataupun lampu untuk melakukan pengamatan suatu objek (Saktiyono, 2006). Selanjutnya Campbell et al. (2008) mengatakan bahwa mikroskop cahaya merupakan sebuah instrumen optik yang memanfaatkan lensa untuk memantulkan cahaya tampak dalam memperbesar spesimen gambar. Bagian-bagian penting dari mikroskop cahaya terdiri dari sistem penglihat, meja preparat, diafragma, kondensor, reflektor serta penyangga (Syamsuri et al., 2007).

Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 3. Mikroskop Cahaya
(sumber gambar : pngdownload.id)
c. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron merupakan jenis mikroskop yang memiliki perbesaran sampai 100 ribu kali dengan memanfaatkan elektron untuk menggantikan cahaya matahari atau lampu (Bima, 2005). Saat ini mikroskop elektron terbagi menjadi 2 macam yakni mikroskop elektron transmisi (TEM = Transmission Electron Microscope) dan mikroskop elektron payar (SEM = Scaning Electron microscope). TEM biasanya digunakan untuk mempelajari ultrastruktur bagian dalam sel dengan mengarahkan elektron melalui spesimen (sampel) yang tipis. Selanjutnya SEM digunakan untuk penelitian mengenai permukaan spesimen dengan cara memindai permukaan spesimen yang dilapisi selapis tipis emas menggunakan berkas elektron (Campbell et al. 2008).
Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 4. Mikroskop Elektron
(sumber gambar : praktikumbiologi.com)
d. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda yang relatif besar dan menghasilkan bayangan 3 dimensi dengan memanfaatkan 2 lensa objektif dan 2 lensa okuler  menggunakan pengamatan mata (Tim Penyusun, 2013). Penggunaan mikroskop stereo dilakukan dengan memanfaatkan sinar bagian bawah untuk benda yang transparan dan sinar dari bagian atas untuk benda yang tidak transparan (Yudiarti et al., 2004). Mikroskop stereo pada umunya memiliki perbesaran 7 sampai 30 kali. Komponen utamanya hampir sama dengan mikroskop cahaya. Akan tetapi, mikroskop stereo memiliki ketajaman lensa daripada mikroskop cahaya. Selain itu, sumber cahaya yang dimanfaatkan oleh mikroskop stereo berasal dari atas sehingga dapat mengamati sampel yang ukurannya tebal.
Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 5. Mikroskop Stereo
(sumber gambar : www.alatlabor.com)
e. Mikroskop Pender
Mikroskop pender merupakan jenis mikrsokop yang digunakan untuk mengamati benda asing seperti bakteri dan virus  di dalam suatu jaringan. Penggunaan mikroskop ini memanfaatkan pewarna pendar pada sampel yang akan diamati (Supriyanto, 2012).
Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 6. Mikroskop Pender
(sumber gambar : mikroskopindo.wordpress.com)
f. Mikroskop Medan-Gelap
Mikroskop medan-gelap merupakan jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati bakteri hidup yang memiliki ukran tipis. Mikroskop ini menggunakan kondensor khusus dalam bagian-bagian mikroskop. Kondensor khusu tersebut akan membantuk hampa berkas cahaya yang akan dipantulkan pada kaca preparat dengan sudut yang kecil (Supriyanto, 2012).
Pengertian mikroskop adalah  salah satu alat bantu dalam proses pengamatan suatu objek renik/mikron (Chaeri et al. 2008). berbagai macam jenis mikroskop diawali dengan sejarah tentang penemuan mikroskop dalam membantu manusia untuk mengamati mikroorganisme.
Gambar 7. Mikroskop Medan-Gelap
(sumber gambar : mikroskopindo.wordpress.com)
Pustaka:
Amin, M. 1994 Biologi. Maschon Graphy. Semarang

Campbell, et al. 2008. Biologi Edisi Kedelapan. Jilid 1. Erlangga. Jakarta

Chaeri,  et al. 2008. Modul 1: Penggunaan Mikroskop, Alat Bantu Ukur, dan Morfologi Hewan pada Hewan Vertebrata. Universitas Terbuka. http://repository.ut.ac.id/4470/1/BIOL4441-M1.pdf diakses pada 17 Februari 2020 pada pukul 14.00 WIB

Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. JICA. Bandung

Respati, S. M. B. 2008. Macam-Macam Mikroskop dan Cara Penggunaan. Momentum 4 (2) : 42-44

Pelezar, et al. 1986. Dasar–Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia Press. Jakarta

Saktiyono. 2006. Biologi Jilid I. Esis. Jakarta

Suripto. 1994. Biologi. Tiga Serangkai. Makasar.

Supriyanto, J. 2012. Macam-macam Mikroskop Beserta Fungsinya. http://www.mansaba.sch.id/web_saba/science-/527-macam-macam-mikroskop-beserta-fungsinya.html diakses pada 17 Februari 2020 pukul 13.46 WIB

Syamsuri et al. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Erlangga. Malang

Tim Penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar

Yudiarti T, et al. 2004. Petunjuk Praktikum Biologi. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Diponegoro.