Klasifikasi, Ciri-Ciri dan Persebaran Anoa

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis keanegaragaman hayati yang tersebar di seluruh pulau-pulaunya. Indonesia dengan keberagaman pulau-pulaunya sudah banyak terisi oleh berbagai macam jenis fauna bahkan terdapat jenis yang endemik. Keanekaragaman jenis fauna endemik yang ada di Indonesia diantaranya adalah jenis hewan mamalia.

Berdasarkan tulisan Pujaningsih (2012) mengatakan bahwa mamalia yang ada di Indonesia terdiri dari 515 spesies atau sebanyak 12% dari jenis mamalia yang ada di seluruh dunia. Sebanyak 36% dari 515 spesies mamalia tersebut merupakan fauna endemik Indonesia. Salah satu jenis mamalia endemik tersebut adalah Anoa. Anoa merupakan hewan endemik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia khususnya di daratan Sulawesi. Sayangnya, Anoa saat ini termasuk ke dalam jenis fauna terancam punah sehingga perlu perlindungan yang ekstra lebih ketat. Untuk memahami tentang Anoa, maka perlu mengetahui klasifikasi, ciri-ciri dan persebaran Anoa.

Klasifikasi, Ciri-Ciri dan Persebaran Anoa dapat ditemukan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Taman Safari Indonesia, Kebun Binatang Ragunan Jakarta

1. Klasifikasi Anoa

Anoa merupakan salah satu jenis satwa liar herbivora yakni pemakan semak, herba, rumput dan berbagai macam jenis tumbuhan hutan lainnya. Satwa liar ini meiliki beberapa nama lokal di berbagai daerah dataran Sulawesi. Misalnya di daerah Gorontalo satwa liar ini dikenal dengan seutan Buulu Tutu dan Bandogo Tutu, di daerah Manado dikenal dengan sebutan Dangko dan Dangkon, serta di daerah Tombulu dan Minahasa dikenal dengan sebutan Langkau (Arini, 2013). Taksonomi Anoa berdasarkan tulisan Walker (1964) dalam Arini (2013) dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  • Kingdom         : Animalia
  • Phyllum         : Chordata
  • Sub Phyllum : Vertebrata
  • Class : Mamalia
  • Ordo : Artiodactyla
  • Family : Bovidae
  • Genus : Bubalus
  • Species         : Bubalus depressicornis dan Bubalus quarlessi

Selanjutnya, masyarakat di daerah Sulawesi juga memiliki perbedaan dalam menyebutkan satwa liar yang satu ini. Daerah Sulawesi Tengah seperti masyarakat Dampelas biasanya menyebut satwa liar ini sebagai Baulu, Masyarakat Kaili menyebutnya sebagai Kaili, Masyarakat Kulawi menyebutnya sebagai Lupu. Umumnya, jenis Anoa ini terbagi menjadi dua jenis yang berbeda yaitu jenis Anoa gunung dan jenis Anoa dataran rendah. Derah Sulawesi Tenggara menyebut Anoa gunung sebagai Anoa perak sedangkan Anoa dataran rendah disebut sebagai Anoa atau Kude. Selain itu, di daerah Sulawesi Selatan masyarakat disana menyebut Anoa dengan berbagai macam nama yakni Dangko, Langkau, Soko sebagai sebutan dari Anoa gunung oleh masyarakat Bugis, dan Masyarakat Torja menyebutnya sebagai Anoewang Majetjo (Jahidin 2013 dalam Arini, 2013).

Kunjungi juga : Klasifikasi, Habitat dan Ciri-Ciri Burung Maleo

2. Ciri-Ciri Anoa

Anoa apabila dilihat dari bentuknya memiliki kemiripan dengan kerbau dan sapi, namun ukuran tubuh Anoa masih lebih kecil dari kedua jenis bintang mamalia tersebut. Arini (2013) menjelaskan bahwa Anoa memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan kerbau atau biasanya disebut sebagai kerbau Cebol. Selanjutnya, Anoa dari setiap jenis yang berbeda seperti Anoa gunung dan Anoa dataran rendah memiliki ciri khas yang berbeda. Pada dasarnya, Anoa yang ditemukan di dataran rendah memiliki tinggi pundak dari 80 cm sampai 100 cm. Sebaliknya, jenis Anoa di dataran tinggi atau gunung memiliki ukuran yang lebih kecildari pada Anoa yang hidup di dataran rendah yakni dengan ukuran tinggi pundak 60 cm sampai dengan 75 cm. Selain itu, ciri-ciri Anoa adalah sebagai berikut.

  • Anoa memiliki bentuk kepala yang hampir sama dengan bentuk kepala sapi, kemudia memiliki kuku yang menyerupai kuku banteng.
  • Kaki Anoa bagian depan berwarna putih dan memiliki garis hitam ke bawah.
  • Tanduk Anoa umumnya mengarah ke bagian belakang dengan bagian dasar yang tidak bulat tetapi menyerupai bentuk segitiga.
  • Selain itu, tanduk Anoa juga sedikit bulat, berbentuk kerucut, ada yang kasar dan ada juga yang rata, dengan pangkal tanduknya berbentuk segitiga pipih baik itu yang memiliki wrinkeld ataupun yang tidak memiliki wrinkeld.
  • Biasanya, tanduk Anoa memiliki panjang dari 15-37 cm untuk jantan dan 15-26 cm untuk betina.
  • Berat badan Anoa bervariasi dimulai dari 150 kg sampai 300 kg.
  • Anoa miliki ukuran panjang badan yang dimulai dari 122-188 cm.
  • Ekor Anoa memiliki panjang 14,6-25,8 cm
  • Anoa memiliki bentuk tubuh dengan variasi warna yakni dimulai dari warna coklat hitam sampai hitam dengan keadaan bulu jarang, warna bulu coklat kemerahan aatu coklat merah dengan bercak putih di atas kaki (individu dewasa).

3. Persebaran Anoa

Anoa adalah jenis satwa endemik Indonesia tepatnya ditemukan di dataran Sulawesi sebagai tempat hidup alaminya. Akan tetapi, saat ini Anoa juga dapat ditemukan di Taman Safari Indonesia yang terdapat di Bogor, Kebun Binatang Ragunana Jakarta, dan umumnya di dataran Sulawesi. Selain itu, Arini (2013) menjelaskan bahwa saat ini, habitas khas dari Anoa tidak dapat ditemukan secara pasti karena Anoa dataran rendah juga dapat ditemukan di pegunungan begitujuag sebaliknya Anoa pegunungan dapat ditemukan di dataran rendah. Sebagai salah satu fauna endemik di dataran Sulawesi, keberadaan Anoa tersebar di beberapa wilayah yakni Suawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Kunjungi juga : Klasifikasi, Habitat dan Ciri-Ciri Tapir

Pustaka:

Arini, D. I. D. 2013. Anoa dan Habitatnya di Sulawesi Utara. Balai Penelitian Kehutanan Manado. Manado

Pujaningsih, R. I. 2012. Anoa (Bubalus sp.) Perilaku Makan dan Prospek Budidaya. Universitas Diponegoro. Semarang