Klasifikasi, Habitat dan Ciri-Ciri Tapir

Tapir merupakan salah satu hewan liar yang biasanya ditemukan di Kawasan hutan Asia Tenggara. Keberadaan Tapir sejak tahun 2008 dilaporkan bahwa jumlahnya semakin berkurang di alam dan terancam punah berdasarkan laporan dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Salah satu penyebab satwa ini terancam punah adalah terjadinya pembalakan liar dan konversi lahan hutan menjadi daerah pemukiman warga sehingga tempat hidup tapir mulai mengalami penyusutan.

Di Indonesia sendiri telah terbentuk berbagai macam lembaga yang bergerak di bidang konservasi sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap satwa liar yang salah satu jenisnya adalah tapir. Namun, upaya konservasi tapir sangat sulit dilakukan karena berbagai macam kendala terutama kegiatan di lapangan. Kendal aini dari waktu ke waktu semakin kompleks. Artinya, kendala dalam melakukan kegiatan konservasi satwa liar ini semakin banyak tantangannya.

Klasifikasi, Habitat dan Ciri-Ciri Tapir emiliki warna tubuh yang hitam dan putih, mata yang kecil, berlari cepat, ukuran betina lebih besar.

Salah satu tantangan dan kendala yang dijumpai dalam upaya kegiatan konservasi satwa ini adalah data yang kurang update atau kurang tersedia tentang populasi tapir yang diperlukan. Data informasi tentang jumlah dan komposisi anggota serta sebaraannya dalam ruang dan waktu sangat penting untuk perumusan strategi konservasi satwa liar. Salah satu pendukung kegiatan konservasi tapir adalah mengetahui klasifikasi, habitat, dan ciri-ciri tapir itu sendiri.

1. Klasifikasi Tapir

Tapir yang hidup di Indonesia merupakan spesies tapir terbesar di dunia. Spesies tapir ini hanya dapat ditemukan di Asia dimana habitatnya secara alami adalah di kawasan hutan hujan tropis. Untuk itu, jenis tapir ini lebih umum dikenal dengan sebutan tapir asia. Selain itu, terdapat juga spesies tapir lainnya yaitu Tapirus pinchaque, Tapirus terrestris dan Tapirus bairdii. Berdasarkan klasifikasi Desmarest (1819) menjelaskan bahwa taksonomi tapir asia sebagai berikut.

  • Kingdom         : Animalia
  • Phylum         : Chordata
  • Subphylum : Vertebrata
  • Class : Mamalia
  • Ordo : Perissodactyla
  • Family : Tapiridae
  • Genus : Tapirus
  • Species         : Tapirus indicus

2. Habitat Tapir

Habitat tapir secara alami pada umumnya adalah kawasan hutan hujan tropis. Populasi hean tapir asia berasal dan tersebar di berbagai wilayah Asia seperti Burma bagain selatan, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar Semenanjung Malaysia, Thailand bagian selatan dan Vietnam. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pembalakan liar yang semakin marak membuat populasi tapir ini menurun. Cranbrook & Piper (2009) dalam Rahma (2011) mengemukakan bahwa setelah populasi tapir menurun, saat ini hanya bisa ditemukan di Indonesia, Myanmar, Semenanjung Malaysia dan Thailand bagian Selatan.

Di Indonesia saat ini tapir hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera tepatnya dari kawasan Danau Toba bagian selatan sampai ke Lampung. Namun, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa Tapir dulu pernah hidup di daerah Jawa dengan ditemukannya jejak-jejak tapir. Secara spesifiknya, tapir hidup di kawasan hutan lahan basah dan juga lahan berumput di dataran rendah. Keberadaan tapir dapat ditemukan sampai pada ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut (Holden et al., 2003).

Kunjungi jugaKlasifikasi, Habitat dan Ciri-Ciri Burung Walet

Selanjutnya berdasarkan spesifikasi habitat tersebut di atas Santiapillai & Ramono (1990) menegaskan bahwa tapir bisa hidup di habitat rawa, dataran rendah, pegunungan, hutan sekunder, semak lebat, hutan primer, perkebunan karet serta perkebunan palem.

3. Ciri-Ciri Tapir

Berbagai macam jenis tapir hampir memiliki ciri-ciri yang sama. Ciri khas utama 4 jenis tapir ini adalah memiliki hidung menyerupai belalai pendek sehingga lebih mudah dikenali. Ciri-ciri tapir yang tertulis disini lebih fokus ke spesies tapir Asia yakni spesies tapir terbesar di dunia Nash (2009) dalam Rahma (2011). Selain dari hidung, tapir asia juga dikenali dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Memiliki bagian tubuh seperti bagian depan tubuh, kepala, leher dan kaki dengan warna hitam. Sedangkan bagian belakangnya yang meliputi punggung dan pinggang berwarna putih.
  • Bentuk telinga tegak lurus dan bulat lonjong dimana bagian ujungnya berwarna putih.
  • Tapir memiliki mata yang kecil dan juga penglihatan yang tidak bagus sehingga untuk bergerak dan aktivitas lainnya lebih banyak mengandalkan indera penciuman dan pendengaran.
  • Berbeda dengan tapir dewasa, tapir yang baru lahir memiliki warna tubuh coklat gelap kemerahan yang ditandai dengan garis bintik berwarna kuning dan putih di sekujur tubuhnya.
  • Tapir memiliki kaki bagian depan yang tersusun dengan 4 jari setiap kakinya. Sedangkan kaki bagian belakang tersusun 3 jari setiap kakinya. Jair-jari kakai tersebut dilengkapi dengan kuku.
  • Tapir bisa berlari dengan cepat pada semak karena memiliki ukuran kaki depan yang lebih pendek dan bentuk tubuh yang bulat.
  • Tapir juga mampu berenang dan menyelam dalam air untu beberapa waktu.
  • Dilihat dari jenis kelaminnya, tapir betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada tapir jantan.

Pustaka:

Holden, J., Yanuar, A. & Martyr, D. J 2003. The Asian Tapir in Kerinci Seblat National Park, Sumatra: Evidence Collected Through Photo-trapping. Oryx 37 (1): 34- 40

Rahma, N. 2011. Keberhasilan Reproduksi Tapis Asia (Tapirus indicus) di Kebun Binatang di Dunia. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Santiapillai, C. & Ramono, W. S. 1990. The Status and Conservation of the Malayan Tapir in Sumatra, Indonesia. Tiger Paper 1: 3-5