Pengertian Minyak Atsiri Menurut Ahli

Minyak atsiri merupakan suatu zat dengan bau khas yang terdapat di dalam tanaman. Minyak atsiri dapat diperoleh dari tanaman famili Pinaceae, Lauraceae, Rutaceae, Myrtaceae dan famili lainnya. Minyak atsiri juga sering disebut dengan minyak menguap, minyak esensial, dan minyak eter. Ketiga istilah tersebut muncul dikarenakan minyak ini dapat mengalami penguapan pada ruang terbuka (suhu kamar).

Untuk lebih jelasnya, pengertian dari minyak atsiri berdasarkan pendapat para ahli adalah sebagai berikut:

Penggunaan penyebutan esensial pada minyak atsiri dikarenakan bau yang dihasilkan oleh tanaman sama persis dengan bau dari tanaman asli. Umumnya, minyak atsiri pada keadaan segar atau pun murni tidak memiliki warna. Akan tetapi, warna dari minyak ini akan berubah menjadi lebih gelap apabila disimpan dengan waktu yang cukup lama. Kejadian seperti ini diakibatkan oleh terjadinya proses oksidasi.

Gunawan & Mulyani (2004) mengatakan proses tersebut dapat diatasi (dicegah) dengan mengisi tempat minyak secara penuh dan ditutup dengan rapat dimana penyimpanan nya dilakukan pada tempat yang kering dan gelap sehingga terhindar dari pengaruh cahaya matahari.

Kunjungi juga : Jenis Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Untuk lebih jelasnya, pengertian dari minyak atsiri berdasarkan pendapat para ahli adalah sebagai berikut:

1. Agus (2000)

Menurutnya, minyak atsiri merupakan bahan campuran pembuatan obat beserta kosmetik yang sangat tua yang diketahui oleh manusia dimana diklaim lebih berharga dari pada emas.

2. Anto (2020)

Pengertian dari minyak atsiri adalah suatu minyak yang merupakan hasil turunan dari berbagai rempah atau tanaman herbal dengan ciri memiliki sifat mudah menguap dan berbau sedap seperti tanaman aslinya dimana secara umum dapat ditemukan pada tanaman.

3. Ganjewala (2009)

Minyak atsiri diartikan sebagai suatu senyawa metabolit sekunder dimana minyak tersebut tergolong terpen yang disintesis melalui jalur asam mevalonat.

4. Guaenther (1987)

Pengertian minyak atsiri adalah suatu minyak yang memiliki kemudahan dalam penguapan dan biasanya digunakan di berbagai industri sebagai bahan campuran pemberi aroma dan rasa pada suatu produk.

5. Hanief, dkk. (2013)

Minyak atsiri merupakan minyak esensial yang termasuk di dalam kelompok minyak nabati yang memiliki wujud berupa cairan kental dan dapat mengalami penguapan pada suhu ruang sehingga memberikan aroma yang khas.

6. Harahap, dkk. (2019)

Minyak atsiri merupakan hasil ekstrak alami dari berbagai jenis tanaman khususnya pada bagian biji, bunga, daun, kayu, dan juga putik bunga.

7. Julianto (2016)

Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor non migas yang dimanfaatkan di berbagai industri seperti industri farmasi (obat-obatan), makanan dan minuman, kosmetik, parfum, dan lain sebagainya.

8. Ketaren (1985)

Minyak atsiri diartikan sebagai minyak yang berasal dari tumbuhan dengan ciri mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, berbau wangi sesuai dengan bau tumbuhan aslinya, memiliki rasa yang getir, larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air.

9. Lutony & Yeyet (2002)

Minyak atsiri diartikan sebagai minyak yang mudah menguap yang berasal dari jaringan tanaman. Jaringa tanaman yang dimaksud diantaranya akar, batang, kulit, daun, bunga, buah, dan biji.

10. Mulyani, dkk. (2021)

Minyak atsiri merupakan suatu senyawa lipofilik yang berasal dari organ tumbuhan dan dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi) menggunakan uap air mendidih.

Kunjungu juga : Jenis-Jenis Pohon Penghasil Resin

11. Nurhaen, et al. (2016)

Minyak atsiri diartikan sebagai salah satu metabolit sekunder yang diperoleh dari tanaman tingkat tinggi dan berperan penting bagi tanaman itu sendiri maupun bagi kehidupan manusia.

12. Rusli (2010)

Pengertian dari minyak atsiri menurut Rusli (2010) adalah metabolit sekunder yang digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri dari serangan hewan pemangsa dan juga serangan hama. Pengertian tersebut dilihat dari sudut pandang secara biologis.

13. Sembiring et al. (2003)

Minyak atsiri merupakan campuran dari berbagai senyawa organik yang sifatnya mudah menguap, larut dalam pelarut organik dengan mudah, dan beraroma khas seperti jenis tanaman nya.

14. Sulaswatty, ddk. (2019)

Minyak atsiri merupakan hasil metabolit sekunder dalam tanaman yang diperoleh dari bagian tanaman yakni akar, batang kayu, biji, buah, bunga, daun, getah, kulit, ranting, dan rimpang.

15. Yuda, dkk. (2017)

Minyak atsiri menurut Yuda, ddk. (2017) adalah cairan pekat yang tidak dapat larut dalam air dan memiliki kandungan berbagai senyawa aromatik.

Pustaka:

Anto. 2020. Rempah-Rempah dan Minyak Atsiri. Penerbit Lakeisha. Boyolali

Ganjewala, D. 2009. Cymbopogon Essensial Oils: Chemical Compositions and Bioactivities. International Journal of Essential Oil Therapeutics. 3: 56-65

Gunawan, D., dan Mulyani, S. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi). Jilid I. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta

Guenther, Ernest. 1987. Minyak Atsiri Jilid I. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta

Hanief, dkk. 2013. Ekstraksi Minyak Atsiri dari Akar Wangi Menggunakan Metode Steam Hydrodestilation dan Hydrodestilation dengan Pemanas Microwave. Jurnal Teknik Pomits (2 (2): 219-223

Harahap, dkk. 2019. Evaluasi dan Perbaikan Proses Produksi Minyak Atsiri Nilam Berbasis Neraca Massa (Studi Kasus Cv Anugerah Essential Oil, Sumedang). Jurnal Industri Pertanian 1 (2): 21-27

Julianto, T. S. 2016. Minyak Atsiri Bunga Indonesia. CV Budi Utama. Yogyakarta

Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Balai Pustaka. Jakarta

Lutony, T. & Yeyet, R. 2002. Produksi dan Perdagangan Minyak Atsiri. Penerbit Swadaya. Jakarta

Mulyani, dkk. 2021. Minyak Atsiri Tumbuhan Obat. Gadjah mada University Press. Yogyakarta

Nurhaen, Winarsii, D., & Ridhay, A. 2016. Isolasi dan Identifikasi Kompnen Kimia Minyak Atsiri dari Daun, Batang, dan Bunga Tumbuhan Salembangu (Melissa sp.). Online Journal of Natural Science 5 (2): 149-157

Rusli, M. S. 2010. Sukses Memproduksi Minyak Atsiri. PT Agromedia Pustaka. Jakarta

Sulaswatty, ddk. 2019. Minyak Serai Wangi dan Produk Turunannya. LIPI Press. Jakarta

Sembiring, B. S., Winarti, C., & Baringbing, B. 2003. Identifikasi Komponen Kimia Minyak Daun Salam (Eugenia polyantha) dari Sukabumi dan Bogor. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 14(2): 9-16

Yuda, R. C., Irdiansyah, & Prihatingtyas, I. 2017. Studi Kinetika Pengaruh Suhu Terhadap Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk Nipis dengan Pelarut Etanol. Jurnal Chemurgy 1 (1): 22-26

Editor : Zega Hutan