Prinsip-Prinsip Ekowisata

Prinsip-prinsip ekowisata pada dasarnya bertujuan untuk memberikan perubahan yang signifikan dengan perkembangan aspek ekonomi masyarakat setempat dan terjaganya kelestarian lingkungan dan budaya. Sehingga dengan hal itu, kawasan masyarakat tidak hanya dijadikan sebagai kawasan ekowisata tetapi juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat itu sendiri.

Prinsip-prinsip ekowisata pada dasarnya bertujuan untuk memberikan perubahan yang signifikan dengan perkembangan aspek ekonomi masyarakat setempat dan terjaganya kelestarian lingkungan dan budaya. Sehingga dengan hal itu, kawasan masyarakat tidak hanya dijadikan sebagai kawasan ekowisata tetapi juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat itu sendiri. Prinsip ekowisata umumnya dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu: 1. Prinsip ekowisata dalam aspek sosial budaya. 2. Prinsip ekowisata dalam aspek lingkungan. 3. Prinsip ekowisata dalam aspek ekonomi. 4. Prinsip ekowisata dalam aspek masyarakat. 5. Prinsip ekowisata menurut Page & Dowling (2002). 6. Prinsip ekowisata menurut Permendagri No. 33 Tahun 2009.

A. Prinsip Ekowisata dalam Aspek Sosial Budaya
Prinsip-prinsip pelaksanaan ekowisata berbasis sosial budaya terdiri dari 4 bagian yakni sebagai berikut:

1. Prinsip Daya Dukung Lingkungan
Prinsip daya dukung lingkungan merupakan prinsip yang berdasarkan kondisi lingkungan pada tempat ekowisata. Artinya tingkat kunjungan maupun pengunjung dibatasi atau pun pengelolaannya dilakukan dengan memperhatikan ambang batas yang dapat diterima lingkungan sosial budaya dan lingkungan alam. Hal ini dimaksudkan supaya lingkungan alam berbasis ekowisata tersebut saat dikunjungi tidak memberikan dampak negatif terhadap sosial dan budaya di dalamnya.

2. Prinsip Partisipasi Masyarakat
Prinsip partisipasi masyarakat merupakan prinsip dimana masyarakat harus ikut ambil bagian dan turut serta dalam pengelolaan ekowisata. Hal ini dapat dilakukan dengan pengembangan institusi masyarakat lokal dan kemitraan, perlindungan terhadap hak intelektual dan kekayaan budaya oleh organisasi masyarakat setempat, serta adanya sertifikasi jasa dan pengaturan pembagian perolehan hasil di sektor ekowisata yang di dukung oleh kelembagaan.

3. Prinsip Edukasi
Prinsip edukasi merupakan suatu dasar untuk melatih masyarakat di lingkungan sekitar ekowisata dengan memberikan pengetahuan tentang pentingnya menghargai kebudayaan lokal serta perlindungan alam dan menjadikan pusta informasi tentang sejarah budaya, alam, serta produk-produk yang dihasilkan. Prinsip ini pun dapat dicapai dengan beberapa kegiatan seperti dilakukannya penyuluhan ekowisata di daerah setempat, mengikut sertakan masyarakat setempat dengan seminar yang berkaitan tentang pengetahuan budaya, dan juga melalui himbauan dari pemerintah atau berbagi informasi melalui diskusi tidak resmi seperti saat nongkrong di warung misalnya.

Kunjungi juga : 3 Kegiatan Pengembangan Ekowisata

4. Prinsip Ekonomi Masyarakat
Prinsip ekonomi masyarakat merupakan ekowisata dibuat pada dasarnya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat setempat. Dengan adanya prinsip ini, masyarakat dapat terbantu dalam sektor pemenuhan kebutuhan ekonomi seperti pengelola, penyedia fasilitas dan lain sebagainya. Prinsip ini dapat dilakukan dengan adanya local ownership yang artinya perintisan, pengelolaan dan pemeliharaan obyek wisata, sarana dan prasarana(fasilitas) menjadi tanggung jawab masyarakat.

B. Prinsip Ekowisata dalam Aspek Lingkungan
Prinsip-prinsip ekowisata yang terdapat di dalam aspek lingkungan dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan umumnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu daya dukung lingkungan, teknologi ramah lingkungan, dan mendorong terbentuknya ecotourism conservanciens. Penjelasan dari ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Daya Dukung Lingkungan
Maksudnya adalah kegiatan ekowisata harus memperhatikan ambang batas daya dukung lingkungan baik sosial budaya maupun alam sebagai tujuan ekowisata. Dalam hal ini, kawasan ekowisata menerapkan beberapa aturan seperti banyaknya jumlah pengunjung dan juga jarak antara kelompok pengunjung yang satu dengan kelompok pengunjung yang lain. Pembatasan ini dimaksudkan supaya lingkungan tempat ekowisata dapat tetap terjaga baik lingkungan tempat hidup flora maupun lingkungan tempat hidup fauna di dalamnya.

2. Teknologi Ramah Lingkungan
Maksudnya adalah tempat kegiatan ekowisata harus memperhatikan teknologi yang digunakan. Hal ini dikarenakan sasaran utamanya sebagai tempat wisata adalah kawasan-kawasan konservasi, kawasan dengan potensi alam tertentu dengan tujuan melindungi alam dan lingkungannya. Tentunya untuk mencapai tujuan dalam melindungi alam dan lingkungan salah satunya adalah menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak membuat dampak negatif pada lingkungan ekowisata tersebut. Salah satu contoh teknologi yang ramah lingkungan yang wajibnya digunakan oleh pengelola tempat ekowisata adalah penggunaan listrik berbasis tenaga surya atau biogas.

3. Mendorong Terbentuknya Ecotourism Conservanciens
Dalam hal ini prinsip tersebut ekowisata dibarengi dengan komitmen tersendiri supaya adanya konservasi ekowisata. Untuk memperoleh hal tersebut, pengelola ekowisata sepatutnya dipegang oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi tersendiri di bidangnya atau memiliki kompeten yang berhubungan dengan kegiatan. Hal tersebut dimaksudkan supaya ekowisata dapat berkembang serta komitmen tentang perlindungan alam dapat muncul sehingga pengelola atau masyarakat yang terlibat di dalamnya memiliki tanggung jawab penuh bahwa alam itu harus benar-benar dijaga.

C. Prinsip Ekowisata dalam Aspek Ekonomi
  1. Mencegah dan menanggulangi dampak
  2. Pendidikan konservasi lingkungan
  3. Pendapatan langsung untuk kawasan
  4. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan
  5. Penghasilan masyarakat
  6. Menjaga keharmonisan dengan alam 
  7. Daya dukung lingkungan
  8. Peluang penghasilan yang cukup besar untuk negara
D. Prinsip Ekowisata dalam Aspek Masyarakat
  1. Prinsip Daya Dukung Lingkungan
  2. Prinsip Partispiasi Masyarakat
  3. Prisnip Edukasi
  4. Prinsip Ekonomi 
E. Prinsip Ekowisata Menurut Page & Dowling (2002) 
Menurut Page & Dowling (2002) ekowisata memegang 5 prinsip dalam konsep dasarnya yakni sebagai berikut:

1. Nature Based
Prinsip nature based merupakan pariwisata alam yang berdasar pada lingkungan alam dengan fokus pada obyek-obyek biologis, fisik, dan budaya. Wisata alam merupakan bagian atau keseluruhan alam itu sendiri termasuk unsur-unsur budayanya. 

2. Ecologically Suistainable (Pelaksanaan dan Manajemen Berkelanjutan). 
Dari kegiatan wisata diharapkan tidak terjadi kerusakan bagi alam atau lingkungan. Secara ekologi, berkelanjutan merupakan aktivitas dari berbagai fungsi seperti fungsi lingkungan yang meliputi fungsi biologis, fungsi fisik, dan fungsi sosial tetap berjalan dengan lancar. Umumnya, tempat ekowisata yang pernah dikunjungi oleh manusia akan mengalami berbagai perubahan. Untuk itu, perubahan-perubahan tersebut harus memiliki penganan yang lebih baik sehingga fungsi ekologis tidak terganggu.

3. Environmentally Educative (Pendidikan Lingkungan).
Karakteristik pendidikan lingkungan merupakan unsur kunci yang membedakan ekowisata dari bentuk wisata lain. Prinsip ini merupakan upaya pengelola dalam memperhatikan kondisi lingkungan dengan melakukan himbauan terhadap pengunjung dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Prinsip ini diharapkan mampu mempengaruhi sikap wisatawan sekaligus membantu kelestarian tempat ekowisata.

Kunjungi juga : Pengertian Ekowisata Menurut Ahli Terbaru

4. Locally Beneficial (Bermanfaat untuk Masyarakat Lokal)
Ekowisata bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap masyarakat lokal. Dampak positif tersebut dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat baik dengan memberikan jasa pelayanan (pendamping tour), menyediakan jasa barang, menyediakan jasa sarana prasarana. Selain berdampak pada masyarakat lokal, kegiatan ekowisata tersebut juga mampu memberikan kesan terhadap wisatawan seperti bertambahnya pengetahuan mengenai ekowisata setempat dan juga meningkatnya hubungan silaturahmi antara kedua belah pihak. Selain itu pelibatan masyarakat lokal akan meningkatkan pengalaman wisatawan terhadap budaya kebiasaan dan adat masyarakat lokal.

5. Generates Tourist Satisfaction (Memberikan Kepuasan bagi Wisatawan) 
Wisatawan akan merasa puas jika segala hal yang dibutuhkan selama kegiatan wisata dapat terpenuhi dengan baik dan memperoleh pengalaman berwisata secara optimal.

F. Prinsip Ekowisata Menurut Permendagri No. 33 Tahun 2009
Prinsip pengembangan ekowisata sesuai yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No.33 Tahun 2009, terdiri dari 7 bagian yaitu sebagai berikut: 
  1. Prinsip kesesuaian antara jenis dan karakteristik ekowisata 
  2. Prinsip konservasi
  3. Prinsip ekonomis
  4. Prinsip edukasi
  5. Memberikan kepuasan dan pengalaman kepada pengunjung; 
  6. Prinsip partisipasi masyarakat
  7. Prinsip menampung kearifan lokal.
Pustaka:
Page, S. J., & Dowling, R. K. 2002. Ecotourism. Harlow. Prentice Hall, Pearson Education. England

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah