Pengertian, Pembuatan, dan Manfaat Arang Aktif

1. Pengertian Arang Aktif
Arang aktif atau juga dapat disebut sebagai karbon aktif pada dasarnya merupakan arang yang berasal dari sisa pembakaran kayu. Arang aktif pada pengertiannya lebih mengacu pada peningkatan daya adsorpsi terhadap cairan dan juga gas. Karbon pada arang aktif terbebas dari unsur pengikat lain sehingga pusat aktifnya menjadi lebih luas. 

Pengertian arang aktif menurut Austin (1984) adalah suatu produk yang dihasilkan dari modifikasi karbonisasi dengan kegunaan yang lebih banyak dan telah digunakan saat perang dunia pertama. Selain itu, arang aktif juga diartikan sebagai senyawa karbon atmorf yang dapat dihasilkan dari berbagai bahan yang memiliki kandungan karbon atau dari arang dengan perlakukan khusus dalam memperoleh permukaan yang lebih luas (Jamilatun & Setyawan, 2014).

Pengertian arang aktif menurut Austin (1984) adalah suatu produk yang dihasilkan dari modifikasi karbonisasi dengan kegunaan yang lebih banyak dan telah digunakan saat perang dunia pertama. Pembuatan arang aktif yang sudah dikenal secara luas terdiri dari dua tahap yaitu karbonisasi (destilasi kering) dan tahap selanjutnya adalah tahap pengaktifan (pengeluaran senyawa). Manfaat arang aktif terdiri dari beberapa bagian yakni sebagai berikut: 1. Sebagai penyaring, penghilang bau dan rasa terhadap industri obat dan makanan. 2. Sebagai penghilang warna dan bau pada minuman. 3. Sebagai penyulingan bahan mentah seperti minyak. 4. Penghilangan warna, bau, serta resin. 5. Pemurnian dan penghilangan bau pupuk. 6. Sebagai penghilang bau busuk asap. 7. Sebagai penarikan kembali terhadap berbagai pelarut. 8. Pemurnian gas beracun. 9. Sebagai penghilang zat warna dan menyerap proses penyaringan menjadi lebih baik pada industri gula. 10. Pemurnian, penghilang amonia nitrit fenol, dan logam berat pada kegiatan budidaya udang.

Sedangkan menurut Taryana (2002), arang aktif diartikan sebagai amorf yang dari beberapa pelat datar yang tersusun oleh atom C dan terikat secara kovalen dalam suatu kisi heksagonal datar dengan satu atom C pada setiap sudutnya yang memiliki luas permukaan sekitar 300 m2/g sampai 3500m2/g dan bersifat adsorben karena berhubungan dengan struktur pori internal.

2. Pembuatan Arang Aktif
Arang aktif pada dasarnya memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih baik atau lebih spesifik dikatakan bersifat selektif. Sifat selektif tersebut dapat dilihat dari kemampuan arang aktid dalam menyerap senyawa kimia tertentu. Lebih lanjut dikatakan bahwa daya serap arang aktif sangat besar, yaitu sekitar 25-1000% terhadap berat karbon aktif (Sembiring & Sinaga, 2003).

Pembuatan arang menjadi arang aktif pada prinsipnya bertujuan supaya pori-pori arang menjadi terbuka dan luas. Hal tersebut dikarenakan arang sebagai proses karbonisasi pada dasarnya memiliki pori yang ditutupi oleh beberapa komponen. Komponen-komponen tersebut meliputi abu, air, hidrokarbon, nitrogen, sulfur, dan ter (Lempang, 2014). Keberadaan komponen-komponen tersebut mempengaruhi daya serap arang menjadi lebih rendah. Untuk itu, perlu peningkatan daya serap arang melalui proses aktivasi.

Pembuatan arang aktif yang sudah dikenal secara luas terdiri dari dua tahap yaitu karbonisasi (destilasi kering) dan tahap selanjutnya adalah tahap pengaktifan (pengeluaran senyawa). Senyawa-senyawa yang menutupi rongga serta pori-pori arang dikeluarkan dengan cara dehidrasi dan memanfaatkan garam jenuh seperti: MgCl2, ZnCl2, CaCl2, asam atau basa seperti NaOh, dan H3PO4 (Sudrajat & Salim, 1994). Guna membebaskan unsur karbon dari ikatan dengan unsur lain terutama hidrogen dan oksigen, dilakukan oksidasi lemah dengan uap air pada suhu tinggi 1000 derajat celcius. Kualitas arang aktif ditentukan oleh berbagai faktor antara lain seperti bahan baku, teknologi proses, ukuran partikel, dan penggunaan yang tepat (Pari,1999).

3. Manfaat Arang Aktif
Manfaat arang aktif tentunya memiliki perbedaan terhadap arang biasa. Menurut Sembiring & Sinaga (2003), manfaat arang aktif terdiri dari beberapa bagian yakni sebagai berikut:
  • Sebagai penyaring, penghilang bau dan rasa terhadap industri obat dan makanan
  • Sebagai penghilang warna dan bau pada minuman.
  • Sebagai penyulingan bahan mentah seperti minyak.
  • Penghilangan warna, bau, serta resin.
  • Penmurnian dan penghilangan bau pupuk.
  • Sebagai penghilang bau busuk asap
  • Sebagai penarikan kembali terhadap berbagai pelarut.
  • Pemurnian gas beracun
  • Sebagai penghilang zat warna dan menyerap proses penyaringan menjadi lebih baik pada industri gula.
  • Pemurnian, penghilang amonia nitrit fenol, dan logam berat pada kegiatan budidaya udang.
Pustaka:
Austin, G. T. 1984, Shreve's Chamical Process Industry. Fifth Edition. Mcgraw Hill Book Company. Newyork

Jamilatun, S. & Setyawan, M. 2014. Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair. Spektrum Industri 12 (1): 1-12

Lempang, M. 2014. Pembuatan dan Kegunaan Arang Aktif. Info Teknis Eboni 11 (2): 65-80

Pari, G. 1999. Karakterisasi Arang Aktif dari Arang Serbuk Gergajian Sengon dengan Bahan Pengaktif NH4HCO3. Buletin Penelitian Hasil Hutan 17 (2): 89-100

Sembiring, M. T. & Sinaga, T. S. 2003. Arang Aktif (Pengenalan dan Proses Pembuatannya). Skripsi. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Medan

Sudradjat, R. & Salim, S. 1994. Petunjuk Pembuatan Arang Aktif. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Taryana, M. 2002. Arang Aktif (Pengenalan dan Proses Pembuatannya). Skripsi Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Medan