Mengenal Bagian-Bagian Kayu

Pengenalan bagian-bagian kayu merupakan dasar kegiatan yang dilakukan untuk melakukan identifikasi terhadap kayu. Identifikasi kayu tersebut bertujuan untuk mengetahui klasifikasi kayu serta manfaat kayu selanjutnya apabila digunakan sebagai bahan dasar pembuatan barang tertentu seperti perabotan, bahan dasar konstruksi bangunan, dan lain-lain.

Bagian-bagian kayu pada dasarnya dapat diketahui apabila dilakukan pemotongan secara melintang sehingga bagian dalam dan luar dapat dilihat secara kasar. Menurut Dumanauw (1990), bagian-bagian kayu terdiri dari kulit kayu, kambium, kayu gubal, kayu teras, hati kayu, lingkaran tahun, dan jari-jari kayu.

Pengenalan bagian-bagian kayu merupakan dasar kegiatan yang dilakukan untuk melakukan identifikasi terhadap kayu. Identifikasi kayu tersebut bertujuan untuk mengetahui klasifikasi kayu serta manfaat kayu selanjutnya apabila digunakan sebagai bahan dasar pembuatan barang tertentu seperti perabotan, bahan dasar konstruksi bangunan, dan lain-lain. Menurut Dumanauw (1990), bagian-bagian kayu terdiri dari kulit kayu, kambium, kayu gubal, kayu teras, hati kayu, lingkaran tahun, dan jari-jari kayu.

1. Kulit Kayu

Kulit kayu merupakan bagian terluar yang terdapat pada kayu dan miliki dua lapisan kulit yaitu kulit bagian luar yang mati dan mempunyai ketebalan yang bervariasi dan kulit bagian dalam yag bersifat hidup dan tipis (Dumanauw, 1990).


Kulit kayu memiliki fungsi untuk melindungi bagian-nagian dalam kayu dari pengaruh luar yang dapat menyebabkan bagian dalam kayu tersebut menjadi rusak. Pengaruh luar yang dimaksud dapat berupa cuaca yang tidak menentu (iklim), serangan hama dan serangga, serta kebakaran. Selain fungsi untuk melindungi, kulit kayu juga memiliki peran sebagai penyalur bahan makanan ke seluruh bagian tumbuhan (Dumanauw, 1990).

2. Kambium  

Kambium didefinisikan sebagai jaringan yag memiliki lapisan tipis dan bening, serta melingkari kayu. Berdasarkan arahnya, kambium dapat dilihat menjadi duan bagian yakni kambium yang mengarah ke luar dan mengarah ke dalam.

Kambium yang mengarah ke luar berfungsi untuk membentuk kulit baru mengantikan kulit yag telah rusak sebelumnya, sedangkan kambium yang mengarah ke dalam berfungsi untuk membentuk kayu yang baru. Aktivitas dari kambium inilah yang membuat pertambahan diameter pada pohon (Dumanauw, 1990).

Kambium pada kayu terletak di bagian tengah yakni antara bagian kulit dalam dan bagian kayu gubal. Kambium pada kayu dapat dibedakan menjadi dua bagian berdasarkan umurnya yaitu kambium muda dan kambium tua. Perbedaan dari keduanya dicirikan dengan aktivitas yang terjadi di dalam kayu. Kambium muda memproduksi banyak sel yang baru sehingga lingkaran tahun menjadi besar dari pada kambium yang berumur tua.

Kunjungi juga : Faktor-Faktor Abiotik Perusak Kayu

3. Kayu Gubal

Kayu gubal merupakan bagian kayu yang paling muda dan terdiri dari sel-sel yang masih hidup di sebelah dalam kambium (Dumanauw, 1990). Sunardi (1997) mendefinisikan kayu gubal sebagai bagian dari kayu yang masih hidup selama pohon melakukan kegiatan kehidupannya.

Sunardi (1997) mengatakan bahwa bagian kayu gubal bertugas untuk mengalirkan air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya dari tanah ke tajuk pohon. Searah dengan Dumanauw (1990) yang menjelaskan bahwa fungsi dari kayu gubal tersebut adalah tempat penimbun zat makanan serta penyalur cairan. 

Tebal lapisan kayu gubal bervariasi, menurut jenis pohonnya. Secara umum jenis pohon yang mengalami pertumbuhan cepat memiliki lapisan kayu gubal yang lebih tebal dan warna terang daripada kayu teras nya.

Selain itu, kayu gubal juga lebih tahan terhadap serangan hama apabila pohonnya masih hidup. Hal tersebut dikarenakan pada bagian kayu gubal memiliki sel-sel yang masih hidup (Sunardi, 1977). 

4. Kayu Teras

Kayu teras adalah bagian sel-sel kayu yang terbentuk akibat adanya perubahan-perubahan sel hidup pada lingkaran bagian dalam kayu gubal (Dumanauw, 1990). Sedangkan Sunardi (1977) mengatakan bahwa kayu teras merupakan bagian kayu yang telah mati yang terletak di tengan batang kayu. Kayu teras juga dapat disebut sebagai duramen, heartwood, dan truewood.

Pembentukan kayu teras pada bagian kayu diakibatkan oleh berhentinya fungsi penyalur cairan serta proses lainnya di dalam kehidupan kayu. Ruang dalam bagian kayu teras mengandung berbagai macam zat sehingga dapat memberi warna lebih gelap pada kayu teras (tidak semua kayu teras memiliki sifat yang sama).

Pada jenis-jenis kayu tertentu, teras nya berbentuk tilosess. Pada beberapa jenis kayu yang lain, kayu teras mengandung bahan-bahan ekstraktif yang membuat kayu tersebut lebih berat dan awet. Tetapi tidak semua jenis kayu yang memiliki zat ekstraktif dapat di pastikan keawetan nya (Dumanauw, 1990).

Pembentukan kayu teras disebabkan oleh aktivitas tylosis (thyllen, fullzellen, dan tyloses). Tylosis berbentuk gelembung mengkilat dengan warna gelap. Terbentuk nya warna gelap ini dipengaruhi oleh zat-zat organik yang teresap di dalam dinding sel membentuk endapan amorf yang berasal dari proses kematian sel-sel kayu.

Zat-zat organik tersebut adalah bagan-bahan phenolat, garam, getah, tanin, dan zat warna. Zat-zat pada bagian kayu ini dapat dikeluarkan melalui ekstraksi menggunakan pelarut netral sehingga dikatakan sebagai extractives (Sunardi, 1977).

Extractives di dalam bagian kayu teras bersifat racun dan membuat kayu teras lebih berat serta memiliki ketahanan terhadap serangan jamur dan serangga. Namun pada kasus tertentu, yakni pohon yang masih hidup lebih rentan terhadap serangan jamur karena adanya oksigen yang masih terdapat di dalam bagian kayu.

Keberadaan tylosis dan extractives pada kayu teras sangat berpengaruh pada pengawetan kayu dimana pengawetan tidak mudah dilakukan. Hal ini terjadi karena kayu teras memiliki kesukaran untuk meresap pengawet karena kedua hal tersebut (Sunardi, 1977).   

5. Hati Kayu

Hati kayu merupakan bagian kayu yang terdapat pada tengah lingkaran tahun. Hati kayu berasal dari kayu awal, yaitu bagian kayu yang terbentuk oleh aktivitas kambium pertama kali. Oleh karena itu, umumnya hati mempunyai sifat yang mudah rapuh dan lunak (Dumanauw, 1990).

6. Lingkaran Tahun

Lingkaran tahun merupakan bagian batas kayu yang terbentuk pada awal dan akhir musim. Adanya lingkaran tahun pada kayu menjadi indikator atau acuan untuk mengetahui umur suatu pohon.

Lingkaran tahun (lingkaran tumbuhan) dalam satu musim yang sama akan membentuk lebih dari satu lingkaran pertumbuhan apabila pertambahan diameter kayu terganggu karena serangan hama dan serangga serta daun pohon mengalami pengguguran karena pengaruh musim. Lingkaran pertumbuhan tersebut dapat dikatakan sebagai lingkaran pertumbuhan palsu (Dumanauw, 1990).

Kunjungi juga : Materi Lingkaran Tahun

7. Jari-Jari Kayu

Jari-jari kayu merupakan lembaran-lembaran atau pita-pita jaringan horizontal (tegak lurus sumbu pohon) dan radial (Sunardi, 1977).

Pengukuran jari-jari kayu dilakukan dari luar ke dalam dengan pusat pada sumbu batang. Jari-jari kayu memiliki fungsi yakni sebagai tempat penyaluran bahan makanan yang dapaat diproses di daun secara mudah untuk menunjang pertumbuhan pohon (Dumanauw, 1990).

Pustaka:

Dumanauw, J. F. 1990. Mengenal Kayu. Kanisius. Yogyakarta

Sunardi. 1977. Ilmu Kayu. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Editor : Zega Hutan
close