Gaharu | Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya

Indonesia merupakan salah satu penghasil hasil hutan bukan kayu yang terbesar di dunia. Berbagai macam hasil hutan bukan kau milik Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan harga yang cukup fantastis. Selain harganya yang fantastis, kualitas HHBK dari Indonesia juga dapat bersanding dengan negara lain. Salah satu, jenis HHBK yang memiliki potensial dan nilai komersial yang sangat tinggi adalah pohon gaharu.

Pohon gaharu adalah salah satu jenis tumbuhan asli Indonesia yang berasal dari hutan yang saat ini sangat dikenal dunia terutama pada nilai komersialnya yang mampu mencapai ratusan juta rupiah. Nilai ini cukup fenomenal karena selain dari kualitasnya, pohon gaharu juga memiliki berbagai macam manfaat terutama bagi kesehatan. Unntuk lebih jelasnya, informasi tentang gaharu perlu dipelajari lebih lanjut.

Klasifikasi, ciri-ciri, dan manfaat pohon gaharu adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel yang rusak, menghaluskan kulit, mencegah kanker.

1. Klasifikasi Pohon Gaharu

Pohon gaharu merupakan salah satu produk pohon yang memiliki nilai perdagangan yang sangat fantastis. Pohon ini termasuk ke dalam jenis pohon hutan yang memiliki mutu dengan potensi yang baik serta nilai ekonomi yang sangat tinggi. Tingginya nilai kayu ini disebabkan oleh kandungan resin yang terdapat di dalamnya. Selain memiliki aroma yang harum, resin ini juga sangat berpotensi dalam mengobati berbagai macam penyakit. Klasifikasi pohon gaharu menurut Susilo et al., (2014) yaitu sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Devisi      : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas       : Dicotyledoneae

Subkelas : Dialypetalae

Ordo : Myrtales

Family : Thymelaeaceae

Genus : Aquilaria

Spesies : A. malacensis

Umumnya, pohon penghasil gaharu tidak hanya satu spesies. Di Indonesia sendiri, pohon penghasil gaharu terdiri daari 27 spesies (Sidiyasa & Suharti, 1998; Sumarna, 1999). Sedangkan untuk spesies A. malacensis merupakan pohon endemik pulau Sumatera dan Kalimantan. Spesies-spesies ini memiliki ciri khas yang berbeda baik itu tempat tumbuh, gaharu yag dihasilkan, ataupu beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi proses pertumbuhannya. Secara keseluruhan, beberapa sifat pohon penghasil gaharu ini secara umum adalah sifat fisiologi yang dimilikinya.

Pertumbuhan awal tumbuhan ini merupakan jenis semitoleran yakni tidak tahan terhadap cahaya sinar matahari secara langsung. Keadaan ini akan berlangsung sampai tuumbuhan berumur 2-3 tahun. Selain itu, faktor yang berperan penting juga adalah faktor fenologis pembungaan. Pembungaan pada pohon gaharu disepengaruhi secara signifikan oleh musim, kondisi iklim, dan kondisi edafis tempat tumbuhnya. Sifat fenologis buah/benih yang rekalsitran, badan buah pecah dan tidak jatuh bersamaan dengan benih. Aspek pertumbuhan permudaan alam tingkat semai penting diketahui sebagai dasar dalam penyediaan bibit tanaman dengan caramemanfaatkan cabutan permudaan alam (Sumarna, 2012).

2. Ciri-Ciri Pohon Gaharu

Pohon gaharu merupakan jenis pohon yang bercirikan daun berbentuk lonjong memanjang dengan panajng 6 cm sanpai 8 cm. Lebar daunnya pada umumnya berkisar 3 cm sampai 4 cm dimana bagian ujungnya meruncing. Apabila daunnya kering, maka warna daun tersebut akan berubah dari warna hijau menjadi abu-abu kehijauan. Daunnya juga bergelombang, melengkung, dan permukaan daun bagian atas dan bawah terlihat mengkilap dan agak licin. Daunnya memiliki tulang daun sekunder sebanyak 12-16 pasang.

Kunjungi juga : Pengenalan, Cara, Sifat, Faktor, dan Manfaat Minyak Atsiri

Seperti halnya tumbuhan lain, pohon ini juga memiliki bunga. Bunga dari pohon gaharu terletak di bagian ujung ranting, ketiak daun. Akan tetapi, di beberapa tempat bunga dari pohon ini terletak di bawah ketiak daun. Bunga pohon gaharu memiliki bentuk yang lancip dengan panjang mencapai 5 mm. Selain bunga, pohon ini juga berbuah yag bentuknya bulat telur. Buahnya tertutup oleh rambut-rambut berwarna merah secara rapat. Umumnya, buah nya memiliki ukuran panjang 4 cm dan lebarnya mencapai 2,5 cm (Tarigan, 2004).

3. Manfaat Pohon Gaharu

Pohon gaharu merupakan salah satu pohon yang memilki berbagai macam manfaat. Selain kayunya, resin di dalam pohon gaharu berpotensial sangat tinggi sehingga dapat dinilai dengan berbagai variasi harga yang fantastis. Berdasarkan penelitian Samsuri & Fitriani (2013) mengemukakan bahwa gaharu dapat dijadikan teh yang khasiatnya sebagai antioksidan, memperbaiki sel yang rusak, menghaluskan kulit, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolestrol dalam darah, dan melancarkan sirkulasi darah. Pembuatan the ini dilakukan dengan memanfaatkan daun gaharu. Selain dari potensi yang dimilikinya, pembuatan teh dari daun gaharu juga bertujuan untuk memanfaatkan bagian pohon gaharu secara optimal dengan mutu yang baik, tanpa kehilangan aroma, rasa, serta manfaatnya.

Selain dari beberapa manfaat tersebut di atas, Setyaningrum & Sapirinto (2014) juga menjelaskan bahwa beberpa manfaat gaharu yang digunakan oleh masyarakat karena kayu dan resin yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut:

  • Serbuk gaharu digunakan untuk pembakaran dupa pada acara keagamaan
  • Gaharu digunakan sebagai wewangian atau parfum pengharum tubuh dan bahan kosmetika kecantikan.
  • Gaharu mengandung antitoksit dan antimikroba sehingga digunakan sebagai pengawet berbagai macam aksesoris.
  • Akar, daun, kuli, dan buah gaharu digunakan sebagai bahan campuran ramuan obat tradisional untuk mencegah penyakit malaria, mencegah darah tinggi, mencegah kencing manis, herbal untuk stres, obat rematik, obat gangguan ginjal, perut, asma, hepatitis, sirosis hati, pembengkakakn liver dan limpa, serta bahan antibiotik TBC.

Pustaka:

Samsuri, T., & Fitriani, H. 2013. Pembuatan Teh Dari Daun Gaharu Jenis Gyrinops Versteegii. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi 1 (2): 137-144.

Setyaningrum, H. D. & Saparinto, C. 2014. Panduan Lengkap Gaharu. Cetakan ke-I. Penebar Swadaya Grup. Jakarta

Sidiyasa, K & Suharti, S. 1998. Potensi jenis pohon penghasil gaharu, Prosiding Lokakarya Pengembangan Tanaman Gaharu. RLPS Dephut. Jakarta.

Sumarna, Y. & S. Kosasih dan N. Mindawati, 1999. Teknik pembibitan gaharu (A. malacensis Lamk). P3H&KA, Bogor.

Sumarna, Y. 2012. Budidaya Jenis Pohon Penghasil Gaharu. Departemen Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Litbang Produktivitas Hutan. Bogor

Susilo, A., Kalima, T., Santoso, E., 2014. Panduan Lapangan Pengenalan Jenis Pohon Penghasil Gaharu (Gyrinops spp). Di Indonesia. Kementerian Kehutanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi-International Tropical Timber Organization (ITTO). Bogor, Indonesia.

Tarigan, K. 2004. Profil Pengusahaan Budidaya Gaharu. Departemen Kehutanan, Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Jakarta