Gulma | Pengertian Menurut Para Ahli

Gulma termasuk kedalam jenis tumbuhan pengganggu yang notabenenya memberikan dampak negatif pada tumbuhan utama. Gulma merupakan spesies tumbuhan liar yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi serta berkembang sejak adanya kegiatan pertanian. Keberadaan gulma pada dasarnya tidak selalu negatif, namun fungsi merugikan dari keberadaan gulma ini lebih banyak.

Selanjutnya, pengertian gulma merupakan suatu istilah yang non ilmiah. Hal ini dikarenakan pengertian gulma didasarkan dengan cara penglihatan masing-masing individu sesuai dengan pengaruhnya dalam kegiatan yang dilakukan. Untuk itu, dalam tulisan ini akan merangkum pengertian gulma menurut para ahli sebagai berikut:

Pengertian gulma menurut para ahli didasari pada penglihatan masing-masing. Gulma merupakan spesies tumbuhan liar yang mampu beradaptasi.

1. Imaniasita et al. (2020)

Pengertian gulma adalah tumbuhan yang mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya atau merugikan petani.

2. Jumatang et al. (2020)

Gulma adalaha tumbuhan yang hadir seara alami dan tumbuh pada tempat yang tidak diinginkan sehingga menjadi salah satu masalah utama di bidang pertanian terutama bagi para petani talas.

3. Moeanandir, J. (2010)

Pengertian gulma adalah sebagai salah satu spesies tumbuhan yang tergabung (berasosiasi) dan beradaptasi pada habitat tanaman yang dibuat oleh manusia.

Kunjungi juga : Pengetian, Sifat, dan Cara Pengendalian Gulma

4. Moelyaandani & Setiyono (2020)

Gulma merupakan tumbuhan yang mengakibatkan kerugian pada tanaman dikarenakan terjadinya persaingan nutrisi dan ruang hidup sehingga kemampuan tanaman utama menjadi berkurang dalam berproduksi.

5. Paiman (2020)

Gulma merupakan jenis tumbuhan yang hidup pada waktu dan lokasi yang tidak tepat atau jenis tumbuhan yang tumbuh secara alami tanpa dikehendaki oleh manusia.

6. Palijama et al. (2012)

Gulma didefinisikan sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mampu menghambat pertumbuhan, perkembangan, serta produktivitas tanaman

7. Perianto et al. (2016)

Gulma didefinisikan sbagai salah satu kompetitor dalam menyerap unsur hara, air, cahaya, karbon dioksida terhadap kelapa sawit sehingga keberadaannya tidak dikehendaki karena merugikan pertumbuhan dan produksi serta dapat mengganggu kelancaran aktivitas pengusaha perkebunan.

8. Prayogo et al. (2017)

Gulma diartikan sebagai tumbuhan yang keberadaannya tidak diinginkan (dikehendaki) oleh manusia karena menjadi pesaing bagi tanaman utama.

9. Sastroutomo (1990)

Gulma didefinsikan sebagai seluruh jenis vegetasi yang menyebabkan gangguan tumbuhan pada lokasi tertentu terhadap tujuan yang diinginkan oleh manusia dan sejenis tumbuhan yang individunya seringkali tumbuh pada perkebunan manusia sehingga menimbulkan kerugian.

10. Sembodo (2010)

Gulma diartikan sebagai tumbuhan pengganggu pertumbuhan tanaman budidaya atau merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berusaha untuk mengendalikannya.

11. Syarifa et al. (2018)

Gulma diartikan sebagai golongan tumbuhan yang hidup bersama dengan ekosistem pertanian yang mendatangkan kerugian sepanjang sejarah budidaya pertanian.

12. Tjokrowardojo et al. (2010)

Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu bagi tanaman budidaya untuk mendapatkan kebutuhan unsur hara, air, cahaya matahari, dan ruang tumbuh sehingga secara tidak langsung dapat menurunkan produksi.

13. Winarsih, S. (2008)

Gulma merupakan semua jenis vegetasi tumbuhan yang menimbulkan gangguan pada lokasi tertentu terhadap tujuan yang diinginkan manusia dan sejenis tumbuhan yang individu-individunya sering kali tumbuh pada tempat-tempat dimana tumbuhan tersebut menimbulkan kerugian pada manusia.

14. Yuliana & Ami (2020)

Gulma merupakan tumbuhan yang bersifat kompetitif terhadapat tumbuhan pokok karena mekanisme perkembangbiakan yang efisien yaitu mampu berkembangbiak secara generatif dan menghasilkan banyak biji dan secara vegetatif, sehingga mampu menurunkan hasil tanaman budididaya.

Kunjungi juga : Pengetian Hama Menurut Para Ahli

Pustaka:

Jumatang, Tambaru, E., Masniawati, A. 2020. Identifikasi Gulma di Lahan Tanaman Talas Jepang Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum di Desa Congko Kecamatan Mariorowawo Kabupaten Soppeng. Bioma 5 (1): 69-78

Moenandir, J. 2010. Ilmu Gulma. Universitas Brawijaya Press. Malang

Moelyaandani, D. Q. & Setiyono. 2020. Kompetisi Beberapa Jenis Gulma Terhadap Pertumbuhan Awal Beberapa Varietas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Proteksi Tanaman Tropis 1 (1): 21-26. DOI: 10.19184/jptt.vlil/15585

Paiman. 2020. Gulma Tanaman Pangan. Universitas PGRI Yogyakarta Press. Yogyakarta

Palijama, W., Riry, J., & Wattimena A. Y. 2012. Komunitas Gulma pada Pertanaman Pala (Myristica fragrans H) Belum Menghasilkan dan Menghasilkan di Desa Hutumuri Kota Ambon. Agrologia 1 (2): 134-142

Perianto, L. H., Soejono, A. T., & Astuti, Y. Th. M. 2016. Komposisi Gulma pada Lahan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Tanaman Belum Menghasilkan dan Tanaman Menghasilkan di KP2 Ungaran. Jurnal Agromast 1 (2): 1-13

Prayogo, D. P., Sebayang, H. T., & Nugroho, A. 2017. Pengaruh Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada Berbagai Sistem Olah Tanah. Jurnal Produksi Tanaman 5 (1): 24-32

Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta

Syarifa, Apriani, I., & Amalia, R. H. T. 2018. Identifikasi Gulma Tanaman Padi (Oryza sativa L. var. Ciherang) Sumatera Selatan. Jurnal Biosilampari 1 (1): 40-44. DOI: 10.31540/biosilampari.v1i1.52

Winarsih, S. 2008. Mengenal Gulma. ALPRIN. Semarang

Yuliana, A. I. & Ami, M. S. 2020. Ensiklopedia Gulma Lahan Persawahan. LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Surabaya