Jalak Bali | Klasifikasi, Ciri, Habitat & Populasi

Jalak Bali merupakan salah satu fauna yang dilindungi oleh Undang-Undang karena keberadaan dan populasinya yang kian menurun dan menjadi langka. Burung yang hampir punah ini memiliki daya tarik tersendiri baik itu dari bentuknya maupun dari bulu-bulunya yang indah. Burung khas pulau dewata ini menjadi icon daerah pulau Bali. Lebih jelas tentang burung Jalak Bali ini akan saya uraikan di bawah ini.

Klasifikasi, Ciri, Habitat & Populasi Jalak Bali. Burung ini memiliki ciri bulu halus berwarna putih di seluruh tubuhnya.

1 Klasifikasi Jalak Bali

Jalak Bali adalah burung endemik yang hanya dapat dijumpai di kawasan hutan Pulau Bali tepatnya di bagian Barat pulau. Burung ini merupakan salah satu burung jenis kicau dengan penampilan yang sangat elok. Klasifikasi dari burung Jalk Bali ini adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Order: Passeriformes

Family: Sturnidae

Genus: Leucopsar

Species: Leucopsar rothschildi

2. Ciri-Ciri Burung Jalak Bali

Burung Jalak Bali apabila dilihat dari ciri-cirinya menyerupai burung Jalak Putih dan juga burung Jalak suren. Akan tetapi, burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus dan khas dari pada burung jalak lainnya yaitu sebagai berikut:

  1. Burung Jalak Bali memiliki bulu yang berwarna putih bersih kecuali pada bagian ujung ekor dan sayapnya dengan warna kehitaman.
  2. Memiliki mata yang berwarna coklat tua
  3. Permukaan skitar bata Jalak Bali jantan memiliki benjolan, sedangkan pada Jalak Bali betina lebih halus
  4. Memiliki kelopak mata yang tidak memiliki bulu dan bewarna biru tua
  5. Memiliki paruh yang berbentuk runcing dan panjang dengan bagian atasnya terdapat bagian yang memipih tegak. Paruhnya terdiri dari bebebrapa warna yaitu campuran coklat kemerahan, abu-abu kehitaman, dan kuning pucat atau kunign kecoklatan.
  6. Jalak Bali jantan memiliki pangkal paruh yang diselimuti dengan bulu-bulu yang berdiri dan lebih tebal, sedangkan Jalak betina memiliki pangkal paruh yang relatif lebih tipis
  7. Bagian atas kepala burung Jalak Bali terdapat jambul warna putih yang sangat indah melengkung ke bagian belakang kepala (kecuali yang masih kecil).
  8. Jambul pada Jalak Bali jantan lebih panjang dan berbentuk kuncir dari pada Jalak Bali Betina ayang panjangnya relatif sama.
  9. Jalak Bali jantan memiliki tubuh yang lebih besar sedangkan Jalak Bali betina memiliki tubuh yang ramping
  10. Kaki burung Jalak Bali berwarna abu-abu kebiruan dengan 4 bagian jari seperti burung pada umumnya.
  11. Jalak Bali jantan dicirikan lebih agresif dalam melakukan sehala aktivitasnya, sedangkan Jalak Bali Betina dicirikan dengan sifat yang suka menunggu pasangannya.

3. Habitat Burung Jalak Bali

Habitat asli burung Jalak Bali adalah di kawasan hutan atau alam liar. Habitat tersebut merupakan habitat alami terutama pada darah yang datar untuk melaksanakan segala aktivitasnya. Dimitra et al (2013) mengungkapkan bahwa aktivitas burung Jalak Bali terdiri dari 16 aktivitas yaitu istrahat, stationer, berjemur, berjalan, memanjat, mendatangi, membersihkan diri, bersuara, membuat sarang untuk bertelur, bertelur, mengerami telur, makan, minum, defekasi, dan urinasi. Selanjutnya, keberadaan burung Jalak Bali di alam liar tidak dapat dijumpai terbang di berbagai tempat aktivitas manusia. Hal ini dikarenakan burung Jalak Bali lebih liar dari jenis burung Jalak lainnya.

Kunjungi juga : Klasifikasi, Ciri, Habitat, Populasi, & Penyebaran Komodo

Lebih lanjut Alikroda (1978) mengunkapkan bahwa tempat kesukaan dari burung Jalak Bali merupakan kawasan hutan alam serta pantai yang masih belum tersentuh oleh manusia. Selain itu, tegalan yang memiliki cabang rendah serta tumbuhnya agak jarang termasuk tempat kesukaan burung Jalak Bali.

Umumnya, pohon yang rendah serta semak yang rimbun dengan bagian bawahnya terbuka dijadikan sebagai tempat berteduh dan tidur oleh burung Jalak Bali. Sedangkan pohon-pohon yang berlunang dengan tinggi kurang lebih 7 m dari tanah dijadikan sebagai tempat bersarang dengan diamaterlbangnya berkisar 10 cm. Lubang pada pohon yang dijadikan sebagai sarang oleh burung Jalak Bali merupakan lubang bekas patukan burung pelatuk atau lubang pohon yang terbuat secara alami.

Selain itu, habitatnya juga mempengaruhi cara mencari makan burung Jalak Bali. Fauna ini mencari minum di tempat berair seperti rawa atau mata air. Biasanya, burung Jalak Bali merupakan unggas pemakan serangga dan buah dari beberapa pohon tertentu seperti buah dari pohon Kepuh dan Bidara.

4. Populasi Burung Jalak Bali

Populasi burung Jalak Bali cukup susah untuk diketahui. Hal ini dikarenakan keberadaan burung Jalak Bali hanya dapat ditemukan di kawasan hutan alam yang belum tersentuh sama sekali. Selain itu, keberadaan populasi Jalk Bali juga sangat berkurang di alam karena terjadinya perburuan liar yang memanfaatkan Jalk Bali sebagai pengembangan ekonomi dengan cara menjualnya. Harga burung ini terbilang cukup mahal karena keunikan dan kekhasan yang dimilikinya. Akan tetapi, sejak tahun 1970 burung ini mulai termasuk dalam status satwa di lindungi seperti tercantum pada SK Menteri Pertanian No. 421/KPTS/UM/8/1970.

Walaupun satwa ini termasuk ke dalam status swatwa dilindungi, jumlah Jalak Bali masih sulit ditemukan. Tahun 1990, populasi Jalak Bali yang teractat hanya mencapai 13 ekor yang letaknya di daerah Taman Nasional Bali Barat. Melihat hal itu, pemerintah berupaya untuk mempertahankan dan melestarikan fauna jenis ini dengan mengeluarkan Undang-Undang Republik IndonesiaI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta ditegaskan oleh Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuha dan Satwa.

Kunjungi juga : Klasifikasi, Pengenalan, Habitat, & Populasi Beo Nias

Sejak adanya peraturan tersebut di atas, populasi Jalak Bali atau satwa yang dengan nama lokal Curik Bali ini mengalami peningkatan meskipun. Hal ini dibuktikan dengan jumlah yang awalnya hanya 13 ekor di tahun 1970 menjadi 112 ekor pada tahun 174 ekor. Namun, sampai pada tahun 2006 populasi burung Jalak Bali tidak diketahui secara pasti dan diduga sudah mulai punah. Meskipun begitu, usaha yang dilakukan pemerintah dengan kegiatan konservasi dan perlindungan dengan berbagai strategi membuahkan hasil sehingga tahun 2015 diperoleh hasil bahwa keberadaan Jalak Bali di alam liar tercatat seanyak 57 ekor. Selanjutnya jumlah ini kemudian dari tahun ke tahun mulai bertambah dan mengalami pengikatan dimana tahun 2019 tercatat 256 ekor dan tahun tahun 2020 tercatat 303 ekor.