Komodo | Klasifikasi, Ciri, Populasi, Habitat dan Penyebarannya

Komodo merupakan salah satu hewan prasejarah yang sampai saat ini masih terdapat di muka bumi. Meskipun demikian, saat ini komodo termasuk ke dalam salah satu hewan yang dinyatakan terancam punah. Komodo termasuk hewan reptil pemakan daging yang memiliki ukuran besar. Umumnya, hewan ini juga dikenal sebagai kadal raksasa yang ditemukan pada tahun 1910. Hewan berkaki empat ini ditemukan di pulau komodo oleh JKH Van Stey seorang penjelajah berkebangsaan Jerman.

Komodo merupakan salah satu hewan prasejarah yang sampai saat ini masih terdapat di muka bumi. Meskipun demikian, saat ini komodo termasuk ke dalam salah satu hewan yang dinyatakan terancam punah. Komodo termasuk hewan reptil pemakan daging yang memiliki ukuran besar.

1. Klasifikasi Komodo

Komodo sebagai salah satu hewan yang termasuk ke dalam jenis reptil ini memiliki klasifikasi sebagai berikut (Ouwens, 1912 dalam Grzimek, 1975):

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Sub-Phylum : Craniata

Class : Reptilia

Sub-Class : Lepidosauria

Ordo : Squamata

Sub-Ordo : Sauria

Infra-Ordo : Varanomorpha

Family : Varanidae

Genus : Varanus

Spesies : Varanus komodoensis

Komodo merupakan salah satu jenis hewan yang memiliki bentuk tubuh sama persis dengan biawak. Akan tetapi, ukuran tubuh komodo lebih besar dari biawak. Verhallen (2006) mengatakan bahwa ukuran tubuh komodo dapat mencapai panjang sekitar 3 meter lebih dengan ukuran berat tubuh lebih dari 100 kg. Selain ukuran tubuhnya, hewan prasejarah ini memiliki kepala yang memanjang dengan ukuran mata yang kecil dengan bagain mulut memanjang sampai ke belakang menyerupai kadal.

Kunjugni juga : Klasifikasi, Pengenalan, Habitat, dan Populasi Beo Nias

Selanjutnya, komodo disertai dengan gigi taring yang berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan. Diduga, reptil bertaring keras ini memiliki kelenjar yang sangat beracun yang dihasilkan dari rahang bagian bawah. Selain itu, komodo memproduksi air liur yang di dalamnya terkandung berbagai bakteri yang sangat merugikan. Reptil bertaring ini dapat membunuh mangsanya dalam hitungan jam dengan menggunakan gigitannya. Hewan karnivora ini juga memiliki ekor yang ukurannya hampir sama dengan ukuran tubuhnya dengan lidah yang panjang dan bercabang (Ciofi, 1999).

2. Ciri-Ciri Komodo

Adapun ciri-ciri komodo adalah sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk yang sama dengan biawak.
  • Komodo memiliki ukuran yang lebih besar dari biawak dengan ukuran panjang tubuh mencapai 3 meter dengan berat dapat mencapai lebih dari 100 kg.
  • Indra penglihatan komodo sangat jauh dapat mencapai 300 meter
  • Penglihatan komodo pada malam hari tidak terlalu jelas karena retina yang dimilikinya bersel kerucut
  • Komodo memiliki kemampuan dalam membedakan warna, namun tidak dapat membedakan suatu objek yang tidak bergerak.
  • Komodo memiliki lidah panjang bercabang yang berfungsi sebagai perasa dan penciuman.
  • Mampu mengetahui keberadaan bangkai dalam jarak 4 sampai 9,5 km (Darling, 1997).
  • Komodo tidak memiliki sekat rongga hidung sehingga hidung tidak berfungsi untuk alat penciuman.
  • Komodo memiliki warna tubuh kuning kemerahan, kuning kehitaman, dan hitam keabu-abuan (Muhammad, 2008).

3. Populasi Komodo

Satu-satunya tempat komodo ditemukan adalah di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya jaman dan banyak manusia ingin mengetahui lebih lanjut tentang komodo membuat keberadaannya semakin banyak dieksplor. Tahun 1990-an, Harold Goodwin melakukan survei terhadap populasi komodo di Indonesia dan diperkirakan jumlah komodo berada pada kisaran 5700 ekor.

Selanjutnya, populasi komodo semakin lama semakin menurun. Menurunnya keberadaan populasi komodo diperkuat dengan jumlah komodo yang dicatat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2016 berada pada kisaran 3012 ekor. Dari hasil tersebut menjelaskan bahwa dari tahun 1990 sampai 2016 populasi komodo mengalami penyusutan diperkirakan sebesar 47%. Penyusutan jumlah populasi ini diduga terjadi karena adanya ancaman gangguan pada habitatnya serta masa kawin yang relatif singkat.

Selanjutnya, tahun 2018 populasi komodo yang tercatat adalah sekitar 2897 ekor. Dari hasil ini menunjukkan bahwa populasi kian menurun dari tahun sebelumnya. Lebih lanjut pada tahun 2019 populai komodo yang tercatat oleh KLHK mengalami peningkatan yakni dengan jumlah mencapai 3022 ekor. Peningkatan populasi komodo supaya terhindar dari kepunahan telah diupayakan oleh pemerintah dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Selain itu, upaya selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan adanya kegiatan konservasi eksitu dengan maksud melindungi komodo dari kepunahan.

4. Habitat dan Penyebaran Komodo

Komodo hanya dapat di temukan di Indonesia yakni pada Taman Nasional Komodo (TNK) yang terletak di Pulau Komodo dimana diapit oleh Pulau Sumbawa dan Pulau Flores. TNK didirikan tahun 1980 dan dijadikan sebagai Situs Warisan Dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 1991. Sebelumnya, TNK sebelum penunjukkan telah dilabeli sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1977. Terbentuknya TNK didasari dengan tujuan untuk melindungi komodo dari anacaman kepunahan (Erdman, 2004).

Kunjugni juga : Klasifikasi, Jenis, Habitat, dan Penyebaran Ayam Hutan

Habitat komodo secara umum terletak pada ketinggian 0-600 mdpl yang didominasi oleh padang savana. Pada kawasan padang savana tersebut dapat ditemukan pohon lontar (Borassus flabellifer). Rata-rata suhu pada habitat komodo berada pada kisaran 23-40°C (Mochtar, 1992).

Penyebaran komodo dapat ditemukan pada kawasan padang savana di TNK dengan luas 1817 km persegi dan taman lautnya sekitar 1214 km persegi. Populasi komodo yang dicatat oleh KLHK tersebar di beberapa pulau di dalam kawasan TNK yakni Pulau Gili Motang, Pulau Kode, Pulau omodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca. Selain di dalam kawasn TNK, populasi komodo juga dapat di temukan di Pulau Flores.

Pustaka: 

Ciofi, C. 1999. The Komodo Dragon. Scietific American: Fature Article. Diakses melalui https://www.komodonationalpark.org/downloads/ciofi%201999.pdf pada tanggal 10 Juli 2021.

Darling, K. 1997. Komodo Dragon: On Location. Lothrop, Lee & Shepard Books. New York

Erdmann, A. M. 2004. Panduan Sejarah Ekologi Taman Nasional Komodo. Terjemahan Wasistini Baitoningsih. The Nature Conservancy Indonesia Coastal and Marine Program. Bali, Indonesia.

Grizmek, B. 1975. Animal Life Encyclopedia: Reptiles. Van Nostrand Reinhold Company. New York

Mochtar, D. 1992. Komodo Sisa Binatang Purba di Indonesia. Majalah Kehutanan Indonesia No. 3 Tahun 1991/1992. Departemen Kehutanan, Jakarta

Muhammad, R.Y. Z. 2008. Pendugaan Parameter Demografi dan Bentuk Sebaran Spasial Biawak Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur. [Skripsi]. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa

PPID Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2017. Siaran Pers: 11 Telur Komodo Menetas di Lembga Konservasi dengan nomor SP. 45/Humas/PP/HMS.3/03/2017 diakses melalui http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/548 pada tanggal 10 Juli 2021.

PPID Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2020. Siaran Pers: Penataan Sarana dan Prasarana Wisata di Pulau Rinca TN Komodo Tetap Patuhi Kaidah Konservasi dengan nomor SP. 449/Humas/PP/HMS.3/10/2020 diakses melalui http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/2722 pada tanggal 10 Juli 2021

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

Verhallen E. V. 2006. The Complete Encyclopedia of Wild Animals. Rebo International Publisher. Netherlands.