Materi Kerapatan Kayu

1. Pengertian Kerapatan Kayu

Pengertian kerapatan adalah massa atau berat per satuan volume yang dinyatakan dalam satuan gram per sentimeter kubik (g/cm3). Selanjutnya kerapatan kayu menurut Haygreen dan Bowyer (1989) adalah sebagai perbandingan antara massa kayu atau berat kayu terhadap volumenya.

Umumnya, massa kayu serta volume yang digunakan pada perhitungan kerapatan suatu kayu dapat dilakukan pada keadaan kayu basah, keadaan kayu kering udara, atau pun keadaan kayu kering tanur.

Kerapatan kayu adalah massa atau berat satuan volume yang dinyatakan dalam satuan gram per sentimeter kubik. Kerapatan berhubungan dengan mekanikanya.

2. Hubungan Kerapatan Kayu dengan Sifat Mekanika

Kerapatan kayu merupakan sifat yang paling penting dari kayu, karena kualitas kayu sebagai bahan konstruksi utamanya tergantung pada kerapatannya. Scharai Rad (1994), mengatakan bahwa kerapatan memiliki hubungan yang sangat erat antara sifat-sifat mekanika kayu seperti kekerasan dan ketahanan terhadap kikisan.

Hubungan tersebut positif linear dengan sifat mekanika kayu, yaitu semakin tinggi nilai kerapatan maka akan semakin tinggi pula sifat mekanikanya (Kollman & Cote, 1975). Selanjutnya ditambahkan oleh Bowyer et al (2003) bahwa kerapatan yang terdapat pada suatu kayu menjadi salah satu faktor yang paling penting yang sangat mempengaruhi sifat papan yang dihasilkan serta sebagai dasar dalam menentukan kegunaan suatu produk.

Berdasarkan beberapa alasan tersebut di atas dapat diketahui bahwa kerapatan suatu kayu relatif berhubungan dengan kualitas suatu kayu. Maksudnya, kualitas suatu kayu ditentukan dengan kerapatan kayu tersebut. Pendapat ini juga searah dengan Goudie (2002) yang mengatakan bahwa kerapatan kayu merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas kayu.

3. Hal yang Mempengaruhi Kerapatan Kayu

Kerapatan kayu tergantung pada ukuran sel, tebal dinding sel dan jumlah sel. Sel serat yang berdinding tipis dan berongga lebar atau keduanya akan membuat kerapatan rendah. Sebaliknya sel serat berdinding tebal dan berongga sempit akan membuat kerapatan menjadi tinggi (Brown et al., 1949).

Kunjungi juga : Rumus Menghitung Kerapatan Kayu

Variasi kerapatan atau berat jenis dipengaruhi oleh oleh umur pohon, kecepatan tumbuh, letak tinggi yang berbeda pada batang, pertumbuhan eksentrik, kayu bercabang dan kayu teras (Sarinah dan Jemi, 2019). Selanjutnya Oey Djoen Seng (1990) mengatakan bahwa variasi yang besar dari kerapatan kayu atau berat jenis dapat terjadi antara bagian-bagian pohon dari pohon yang sejenis.

Pustaka:

Brown, H.P., A.J. Panshin and C.C. Forsaith. 1949. Textbook of Wood Technology. Vol.I. Structure, Identification, Defects and Uses of the Commercials Woods of the United States. Mc Graw Hill Book Company Inc. Newyork.


Bowyer, J.  L. R.  Shmulsky and J. G.  Haygreen.  2003. Forest Products and Wood Science:  An Introduction. Fourt Edition. Iowa State Press. United States.


Goudie J. 2002. Effects of Silviculture on Wood Quality of Western Hemlock. BC Ministry of Forest Research Branch


Haygreen, J. G. & Bowyer J. L. 1989. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Terjemahan Soetjipto A. Handikusumo. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.


Oey Djoen Seng. 1990. Berat Jenis dari Jenis-jenis Kayu Indonesia dan Pengertian Berat Kayu untuk Keperluan Praktek. Pengumuman No 13 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Bogor


Kollman, F. J. P. and Cote, W. A. 1975. Principle of Wood Science Technology. Volume II. Wood Based Material, Springer-Verlag. New York.


Sarinah & Jemi, R. 2019. Petunjuk Praktikum Sifat Sifat Dasar Kayu. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Palangka Raya (Tidak Dipublikasikan)


Scharai Rad. 1994. Pengujian Kayu. Terjemahan Agus Sulistyo Budi. Jurusan Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman. Samarinda.


Editor : Zega Hutan