Rumus Menghitung Kerapatan Kayu

1. Rumus Kerapatan Kayu
Kerapatan Kayu sangat erat hubungannya dengan kualitas suatu jenis kayu. Umumnya, jenis kayu yang memiliki kerapatan yang tinggi memiliki kualitas (kemampuan) yang besar dalam menahan gaya-gaya yang bekerja dari luar seperti tekanan dan dorongan. Sebaliknya, kayu dengan jenis tertentu yang memiliki nilai kerapatan yang rendah juga diiringi dengan kualitas yang rendah. Artinya, kerapatan kayu bergerak lurus dengan kualitas kayunya. Umumnya, rumus menghitung didasari pada rumus untuk menghitung kerapatan yang sering kita kenal pada mata pelajaran fisika yakni sebagai berikut:

Kerapatan (R) = Massa (m) / Volume (v)

Beberapa modifikasi dari rumus tersebut tidak terlepas dari rumus awalnya. Rumus menghitung kerapatan kayu dapat dibedakan menjadi beberapa bagian dan juga dilihat dari berbagai kondisi kayunya. Kondisi yang dimaksud adalah kerapatan kayu pada kondisi segar, kerapatan kayu pada kondisi basah, kerapatan kayu pada kondisi kering udara, dan kerapatan kayu pada kondisi kering tanur.

Rumus menghitung kerapatan kayu dapat dibedakan menjadi beberapa bagian dan juga dilihat dari berbagai kondisi kayunya. Kondisi yang dimaksud adalah kerapatan kayu pada kondisi segar, kerapatan kayu pada kondisi basah, kerapatan kayu pada kondisi kering udara, dan kerapatan kayu pada kondisi kering tanur yakni sebagai berikut ρn = Mn/Vn (g/cm3)

Berdasarkan standar DIN (1994), rumus untuk menghitung kerapatan kayu terbagi atas dua bagian berdasarkan kondisi kadar air yakni kerapatan kering udara dan kerapatan kering tanur.

ρn = M/ Vn (g/cm3)

ρ0 = M/ V(g/cm3)

Keterangan:
ρn : Kerapatan kayu normal (g/cm3)
Mn : Massa kayu normal (g)
Vn : Volume kayu normal (cm3)
ρ0 : Kerapatan kayu kering tanur (g/cm3)
M0 : Massa kayu kering tanur (g)
V0 : Volume kayu kering tanur (cm3)

Selain itu, kerapatan kayu juga dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini:

Kerapatan Kayu = Berat Awal / Volume

atau

Kerapatan Kayu = Berat Kering Tanur (g) / Volume dalam Keadaan Basah

Selanjutnya, besarnya kerapatan yang dimiliki oleh suatu jenis kayu juga dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini:
Krku = Bku / VKu

Krkt = BKt / VKt 

Krkb = BKb / VKb

Keterangan:
Krku : Kerapatan kayu kering udara
Bku : Berat kayu kering udara
Vku : Volume kayu kering udara
Krkt : Kerapatan kayu kering tanur
BKt : Berat kayu kering tanur
VKt : Volume kayu kering tanur
Krkb : Kerapatan kayu pada keadaan basah
BKb : Berat kayu pada keadaan basah
VKb : Volume kayu pada keadaan basah