Mengenal Hutan Pendidikan Hampangen

Hutan Pendidikan Hampangen merupakan hutan yang kawasannya ditetapkan sebagai area untuk meningkatkan pendidikan di bidang kehutanan oleh pemerintah pada tahun 1993. Keberadaan hutan pendidikan hampangen diakui secara administrasi melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 311/Kpts-2/1993 tanggal 19 Juni 1995 tentang Kawasan Hutan dengan Fungsi Khusus Pendidikan.

Hutan Pendidikan Hampangen saat artikel ini ditulis dikelola oleh Universitas Palangka Raya yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Secara khususnya keberadaan Hutan Pendidikan Hampangen menjadikan Universitas Palangka Raya sebagai pengelola hutan pendidikan terluas di Indonesia.

Hutan Pendidikan Hampangen merupakan hutan yang kawasannya ditetapkan sebagai area untuk meningkatkan pendidikan di bidang kehutanan oleh pemerintah pada tahun 1993.

A. Sejarah Kawasan

Kawasan hutan pendidikan hampangen merupakan peralihan dari Hak Pengusahaan Hutan (HPH). HPH yang dikelola oleh PT. Gelora Dayak Besar memiliki luasan 332.418 ha. Kegiatan yang dilakukan pada kawasan ini awalnya adalah eksploitasi kayu yang berasal dari hutan alam terkhususnya pada hutan rawa gambut serta kerangas. Selanjutnya, HPH yang dikelola oleh PT. Gelora Dayak Besar ini akhirnya ditutup karena potensi kayu yang dihasilkan semakin mengalami penurunan. Penutupan HPH ini tercatat menjelang akhir tahun 90 an.

B. Letak dan Luas kawasan

Kawasan Hutan Pendidikan Hampangen secara geografis terletak pada 113° 28' 23.40" Bujur Timur (BT) - 113° 34' 22.09" Bujur Timur (BT) dan 1° 49' 52.33" Lintang Selatan (LS) - 1° 54' 15.53" Lintang Selatan (LS). 

Kawasan Hutan Pendidikan Hampangen dapat diakses menggunakan jalur darat dari Kota Palangka Raya. Perjalanan tersebut dapat ditempuh dengan waktu sekitar 90 menit dengan jarak berkisar 68 km. Sedangkan, perjalanan yang ditempuh apabila berasal dari Kabupaten Katingan tepatnya dari Kasongan memakan waktu sekitar 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 12 km.

Hutan Pendidikan Hampangen memiliki luas sekitar 5.000 ha dimana di dalamnya diapit oleh oleh dua wilayah yakni Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya 

C. Batas Kawasan

Secara administrasi Hutan Pendidikan Hampangen terletak pada dua bagian wilayah yakni wilayah Kabupaten Katingan dengan luas 3.694,7 ha (73,9%) dari luas wilayah Hutan Pendidikan Hampangen dan pada wilayah Kota Palangka Raya dengan luas 1.305,3 ha (26,1%). 

D. Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi

Kondisi fisik Hutan Pendidikan Hampangen berupa lahan datar yang tertutupi oleh gambut berukuran tipis dimana ketinggian gambut tersebut sekitar 5-50 m di atas permukaan laut. Hutan Pendidikan Hampangen memiliki tipe tanah tropodults. Kondisi fisik tersebut merupakan hasil dari penelitian yang termuat di dalam peta sistem lahan yang dikeluarkan oleh Regional Physical Planning Project for Transmigration (RePPProt).

Selain itu, wilayah Hutan Pendidikan Hampangen merupakan kombinasi dari berbagai bahan penyusun tanah seperti batu pasir, batu lempung yang memiliki kandungan lignit dimana pembentukannya pada masa Miosen dan Pliosen. Keadaan wilayah ini berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung yang tertulis di dalam lembar 1614.

Kawasan Hutan Pendidikan Hampangen umumnya dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pendidikan seperti penelitian yang mencangkup berbagai bidang seperti kehutanan, pertanian, perikanan, lingkungan, atau ilmu lainnya yang memiliki kaitan dengan kawasan hutan rawa gambut.

E. Potensi Wilayah

Kawasan hutan pendidikan hampangen memiliki berbagai potensi baik itu flora maupun faunanya. Beberapa jenis flora yang terdapat di dalam kawasan Hutan Pendidikan Hampangen seperti Dyera sp, Gonystylus bancanus, Ganna metloyauma, dan Shorea spp. Akan tetapi, jenis flora di dalam kawasan Hutan Pendidikan Hampangen masih memiliki banyak keragaman jenis. 

Untuk itu, perlu adanya penelitian di dalam kawasan tersebut supaya berbagai keragaman jenis flora di dalamnya dapat teridentifikasi. Selain itu, pada kawasan ini juga dapat ditemukan berbagai jenis tumbuhan obat dan bunga.

Akan tetapi, sampai tulisan ini diterbitkan masih belum ada data lengkap bagaimana tentang flora dan fauna sebagai penyusun Hutan Pendidikan Hampangen. Hal ini terjadi karena keterbatasan penulis dalam mencari informasi.

Keberadaan susunan vegetasi di dalam kawasan Hutan Pendidikan Hampangen menjadi salah satu harapan dalam melakukan pelestarian serta pengelolaan sehingga dapat menjadi sumber bibit berbagai jenis tumbuhan endemik hutan rawa gambut.

Pustaka

https://forestryupr.files.wordpress.com/2012/06/hampangen_data-umum.pdf diakses pada 13 November 2020