Mengenal Lengkuas Hutan (HHBK)

Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan kawasan hutan yang memiliki luas kawasan yang menempati urutan ke sembilan di dunia. Luas kawasan hutan tersebut berdasarkan tulisan Igbal tepatnya pada Januari 2019 di IDN Times. Berdasarkan luas kawasan hutan tersebut tentunya Indonesia memiliki berbagai macam flora yang unik dan menarik baik dari bentuk maupun dari khasiatnya. Salah satu flora yang dapat ditemukan di hutan Indonesia adalah lengkuas hutan.

1. Identifikasi Lengkuas Hutan
Lengkuas hutan merupakan salah satu tumbuhan liar yang hidup di dalam hutan terutama sebagai tumbuhan bawah atau tumbuhan penutup tanah. Biasanya tumbuhan ini menjadi salah satu tumbuhan cover crop. Lengkuas hutan umumnya tumbuh liar di dalam hutan meskipun terkadang beberapa masyarakat dengan sengaja menanamnya sebagai suatu pembatas dengan tanaman utama. Hal ini sesuai dengan Sujianto dan Nurhayati (2019) yang menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan mengadakan kontak langsung terhadap masyarakat, pemanfaatan lengkuas hutan semakin meningkat karena manfaat dan kegunaannya. Berdasarkan hal tersebut, rimpang lengkuas hutan yang berada di dalam hutan mulai diambil masyarakat tanpa adanya pelestarian. Pelestarian dalam hal ini adalah budidaya.

Lengkuas hutan merupakan salah satu tumbuhan liar yang hidup di dalam hutan terutama sebagai tumbuhan bawah atau tumbuhan penutup tanah. Lengkuas hutan memiliki rimpang (akar yang membesar) sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dengan aroma yang khas karena mengandung minyak atsiri. Rimpang lengkuas hutan memiliki warna putih ke kuning-kuningan sama halnya seperti lengkuas putih. Saat ini masyarakat Indonesia mulai melakukan budidaya pada tanaman lengkuas hutan karena dinilai memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan sebagai bumbu masakan, minuman, bahan dasar wangi-wangian, dan terutama sebagai obat tradisional.

Lengkuas hutan umumnya digolongkan dalam famili Zingibereceae (Jahe-Jahean) serta satu genus dengan lengkuas merah dan lengkuas putih. Klasifikasi lengkuas hutan adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae 
Sub Divisi : Angiosperms 
Class : Monocotyledoneae 
Order : Zingiberales 
Family : Zingiberaceae 
Subfamily : Alpinioideae 
Tribe : Alpinieae 
Genus : Alpinia.
Spesies : Alpinia malaccensis, Catimbium malaccensis, dan Galanga malaccensis

2. Deskripsi Lengkuas Hutan
Lengkuas hutan memiliki rimpang (akar yang membesar) sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dengan aroma yang khas karena mengandung minyak atsiri. Rimpang lengkuas hutan memiliki warna putih ke kuning-kuningan sama halnya seperti lengkuas putih. Namun, di beberapa bagiannya, lengkuas hutan dapat dibedakan dari lengkuas putih.

Lengkuas hutan dapat tumbuh di hutan secara liar dengan ketinggian batang dapat mencapai 1- 4 meter. Umumnya batang lengkuas hutan berwarna hijau tua dan merupakan batang berbentuk semu. Batang berbentuk semu ini terdiri dari pelepah daun yang berkumpul secara rapat atau menyatu dan dapat mengeluarkan bau yang harum.

Daun lengkuas hutan terlihat mirip seperti daun kunyit pada umumnya. Akan tetapi pada tanaman lengkuas hutan memiliki daun yang lebih panjang serta lebar dengan warna daun hijau muda sampai hijau tua dan berseling. Ukuran daun lengkuas hutan berturut-turut 40-80 cm panjangnya dan 9-12 cm lebar daunnya. Daun lengkuas hutan memiliki tepi yang rata dengan pangkal yang tumpul. Selain itu, Ujung daun lengkuas hutan runcing dengan tulang daun menyirip. Lebih lanjut dijelaskan bahwa permukaan daun lengkuas hutan bagian atas terasa licin, sebaliknya pada bagian bawah memiliki bulu-bulu tipis (Erna Sinaga).

Lengkuas hutan memiliki bunga yang terlihat menarik. Bunga lengkuas hutan umumnya memiliki bentuk majemuk dengan warna dasar putih. Bunga lengkuas hutan terletak di bagian ujung batang yang tersusun dalam tandan dengan jumlah bunga dapat mencapai 28 bunga.

Selanjutnya bunga pada lengkuas hutan berubah menjadi buah. Buah lengkuas hutan memiliki bentuk yang bulat dan keras, serta memiliki bulu halus tipis di seluruh bagian kulit buahnya. Buah lengkuas hutan awalnya berwarna hijau dan akan mengalami perubahan warna menjadi jingga ketika buah tersebut sudah tua. Buah lengkuas hutan memiliki jumlah biji yang banyak dan berukuran kecil berbentuk lonjong. Warna dari biji buah lengkuas hutan adalah hitam (Erna Sinaga).

3. Tempat Tumbuh dan Persebaran Lengkuas Hutan
Lengkuas hutan lebih mudah ditemukan pada kawasan hutan terbuka (hutan tropis dan subtropis) yang tumbuh dan hidup secara lair terutama di tempat yang memiliki naungan. Lengkuas hutan dapat ditemukan pada ketinggian 2-1500 meter dpl. Mubbarrak (2003) dalam Sujianto dan Nurhayati (2019) mengatakan bahwa lengkuas hutan awalnya tumbuh dai daerah Indonesia tepatnya di Pulau Jawa dan Sulawesi dan menyebar di beberapa negara di Asia sperti Brunei, India, Laos, Myanmar, Malaysian dan Thailand.

Selain itu keberadaan lengkuas hutan pada dasarnya dapat di temukan di seluruh kawasan hutan Indonesia. Akan tetapi, lengkuas hutan tersebut sangat sulit di ketahui penyebarannya dengan jelas karena di setiap daerah memiliki nama yang berbeda. Di ach disebut Saya, Gayo (Seruleu), Jawa (Kamijara), Kalimantan (Suli), Maluku (Duhu, Lawasa Malaka, Madamonge, Makui Malaka), Melayu (Bunglai laki, Bolang, Kepolang, Lengkuas Malaka), Nias (Tugala), Palembang (Siga), Seram (Laawase Wakan), dan Sunda (Laja Gowah, Raja Gowah).

4. Manfaat dan Kegunaan Lengkuas Hutan
Saat ini masyarakat Indonesia mulai melakukan budidaya pada tanaman lengkuas hutan karena dinilai memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan sebagai bumbu masakan, minuman, bahan dasar wangi-wangian, dan terutama sebagai obat tradisional. Kajian tentang manfaat lengkuas hutan juga dibuktikan dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan yang menjelaskan bahwa senyawa dalam lengkuas hutan memiliki potensi dalam mengobati berbagai macam jenis penyakit seperti anti kanker, bisul, dan lain sebagainya. Secara terperinci, manfaat lengkuas hutan diuraikan dibawah ini.
  • Buah lengkuas hutan dapat digunakan sebagai bumbu masakan dan juga sebagai teh.
  • Di Daerah Jawa lengkuas hutan digunakan sebagai bumbu masakan, obat bisul, dan obat luka.
  • Di daerah Ambon, lengkuas hutan digunakan sebagai obat kuat dan sakit perut serta penyehat tenggorokan sehingga dipercaya membuat suara tetap bagus.
  • Di daerah Maluku lengkuas hutan digunakan sebagai penurun demam.
  • Di daerah Nias digunakan sebagai obat penghilang masuk angin dan demam.
  • Minyak lengkuas hutan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat antitumor, antibakteri, antijamur, dan antikanker, serta anti mual (muntah).