Tanaman Kayu Manis (HHBK)

Tanaman Kayu Manis merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang dibudidayakan dan biasanya tumbuh di daerah penggunungan dengan tinggi 1–12 m. Selanjutnya Emilda (2018) mendefinisikan kayu manis sebagai tumbuhan berkayu yang dikenal sebagai rempah-rempah dan termasuk di dalam genus Cinnamomum dengan famili Lauraceae. Kayu manis di Indonesia sudah lama dikenal baik terhadap fungsinya sebagai rempah-remapah maupun manfaat lainnya seperti pengahasil ekonomi. Denian (1996) melaporakan bahwa tanaman kayu manis dengan spesies Cinnamomum burmanii sudah lama dikenal dan dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu komoditi rempah yang menjadi barang perdagangan utama sejak zaman kolonial. Sebagai tanaman yang memiliki bau aroma yang khas tentunya kayu manis menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri kayu manis terdapat pada bagian daun, kulit batang, dan akar. Minyak atsiri dari kayu manis dapat diperoleh dengan cara destilasi uap dan air. 

Tanaman Kayu Manis merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang dibudidayakan dan biasanya tumbuh di daerah penggunungan dengan tinggi 1–12 m. Selanjutnya Emilda (2018) mendefinisikan kayu manis sebagai tumbuhan berkayu yang dikenal sebagai rempah-rempah dan termasuk di dalam genus Cinnamomum dengan famili Lauraceae. Denian (1996) melaporakan bahwa tanaman kayu manis dengan spesies Cinnamomum burmanii sudah lama dikenal dan dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu komoditi rempah yang menjadi barang perdagangan utama sejak zaman kolonial.

1. Taksonomi Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Taksonomi tanaman kayu manis menurut Rismunandar & Paimin adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Gymnospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Policapicae
Famili : Lauraceae
Genus : Cinnamomum 
Spesies : Cinnamomum burmanii Blume

Dari beberapa spesies tanaman kayu manis yang telah dikenal di dunia, terdapat 12 spesies diantaranya yang terdapat di Indonesia. Selanjutnya, Rismunandar & Paimin menuliskan bahwa di dalam dunia perdagangan hanya terdapat 4 spesies tanaman kayu manis yang dikenal yaitu Cinnamomum burmani (Indonesia), Cinnamomum zeylanicum (Srilanka), Cinnamomum cassia (Birma dan diperbanyak di Cina Selatan), dan Cinnamomum cullilawan (Indonesia terutama daerah Ambon dan Maluku).

2. Morfologi Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Kayu manis (Cinnamomum burmanii) merupakan tanaman yang dapat tumbuh pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman kayu manis dapat tumbuh dengan tinggi 1-12 meter, memiliki daun tunggal berbentuk lanset dengan bagian ujung dan pangkal runcing, berukuran panjang 2-14 cm dengan lebar 1-6 cm, memiliki tepi yang rata dengan warna daunnya merah pucat sampai hijau. 

Tanaman kayu manis ini memiliki bunga majemuk berbentuk malai berambut halus yang tumbuh pada ketiak daun (Backer & Brink, 1963). Tanaman kayu manis memiliki kulit pohon yang berwarna abu-abu tua dan memiliki aroma yang khas, dengan warna kayu merah coklat muda. 

Tanaman kayu manis juga memiliki batang yang tegak dan berkayu, lumayan berat, lumayan lunak, padat, memiliki cabang, struktur kayunya agak halus, serat yang halus serta mengandung getah berwarna keputihan dan kuning muda (Heyne, 1987). Tanaman kayu manis pada dasarnya tumbuh dan bertahan hidup di tanah dengan menggunakan akar tunggal sebagai penyerap unsur hara di dala tanah.

3. Penyebaran Tanaman Kayu Manis
Penyebaran tanaman kayu manis menurut Heyne (1987) bahwa tanaman kayu manis sebagai tumbuhan Asli daerah daratan Cina, Asia Selatan, dan Asia Tenggara dimana di dalamnya termasuk Indonesia. Selain itu, secara spesifik beberapa jenis tanaman kayu manis terdapat pada daerah Ambon, Bengkulu, Birma, Cina Selatan, Jambi, Maluku, Pulau Ceyllon (Srilanka), Sumatera Barat, dan Sumatera Utara (Rismunandar & Paimin, 2001).

Pustaka:   
Backer, C. A. & R. C. Bakhuizen van Den Brink. 1963. Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol. I, N.V.P. Noordhoff, Groningen. Netherlands.

Denian. A. 1996. Seleksi Massa dan Uji Turunan Kayu Manis. Laporan Hasil Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. BPTP Sukarami. Solok Sukarami

Emilda. 2018. Efek Senyawa Bioaktif Kayu Manis Cinnamomum burmanii Nees Ex.Bl.) Terhadap Diabetes Melitus: Kajian Pustaka. Jurnal Fitofarmaka Indonesia 5 (1): 246-252

Heyne. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Terjemahan. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta

Rismunandar & Paimin F. B. 2001. Kayu Manis Budidaya dan Pengolahan. Penebar Swadaya. Jakarta.