Fungsi Bagian-bagian Mikroskop Binokuler

Mikroskop binokuler memiliki beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Mikroskop binokuler merupakan suatu alat bantu yang sering digunakan oleh para peneliti untuk melihat dan mengamati benda-benda yang memiliki ukuran kecil dengan kemampuan menunjukkan ukuran panjang, lebar serta tinggi dari benda tersebut (Tim Pengajar Mata Kuliah Biologi, 2019). pengertian mikroskop, bagian mikroskop monokuler, bagian binokuler, fungsi bagian mikroskop, alat optik mikroskop
Gambar Pengamatan Menggunakan Mikroskop Binokuler

Mikroskop binokuler merupakan suatu alat bantu yang sering digunakan oleh para peneliti untuk melihat dan mengamati benda-benda yang memiliki ukuran kecil dengan kemampuan menunjukkan ukuran panjang, lebar serta tinggi dari benda tersebut (Tim Pengajar Mata Kuliah Biologi, 2019).  

Adapun bagian-bagian dari mikroskop binokuler adalah sebagai berikut:

1. Lensa Okuler
Lensa okuler merupakan lensa yang terletak di ujung atas mikroskop binokuler tempat mata pengamat diletakkan saat melakukan pengamatan. Lensa okuler ini memiliki perbesaran 10, 40, dan 100 kali. Lensa ini berfunsi untuk memperbesar bayangan suatu objek atau sampel yang dihasilkan dari perbesaran lensa objektif

2. Tubus (Tabung Mikroskop)
Tubus merupakan penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif pada sebuah mikroskop. Tubus ini biasanya berbentuk silinder dengan diameter sekitar 5-7cm.

3. Pengunci
Pengunsi merupakan bagain dari mikroskop yang berfunsi untuk mengunci kedudukan lensa okuler beserta tubusnya. Pensgunci ini biasanya berbentuk silinder berukuran kecil berwarna silver dan terletak di bagian kiri atas mikroskop yakni diantara tubus dan revolver.

4. Revolver
Revolver merupakan bagian mikroskop binokuler berbentuk lingkaran yang dibawahnya terletak lensa objektif. Revolver ini berfungsi untuk memutar lensa objektif yang memiliki skala perbesaran tertentu. 


5. Lengan Mikroskop
Lengan mikroskop merupakan bagian mikroskop yang berbentuk balok memanjang secara vertikal yang menghubungkan atar kaki mikroskop dengan lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop. Lengan mikroskop berfungsi sebagai tempat memegang mikroskop untuk menyesuaikan mata pada lensa okuler ketika melakukan pengamatan serta sebagai pegangan saat memindahkan mikroskop. 

6. Lensa Objektif
Lensa objektif merupakan lensa yang berada diatas meja preparat atau lensa yang berada tepat di atas objek yang diamati. Lensa okuler pada mikroskop binokuler terbagi atas 4 bagianperbesran yakni 10, 40, 125, dan 1000 kali.   

7. Penjepit Kaca Preparat
Penjempit kaca preparat merupakan bagian mikroskop yang berada di sebelah kanan meja preparat. Sesuai dengan namanya, penjempit kaca preparat berfungsi untuk menjempit kaca preparat ketika digunakan. Hal ini diperlukan supaya kaca preparat tidak goyang.

8. Kaca Preparat
Kaca preparat merupakan tenpat untuk meletakkan preparat/sampel/contoh uji. Selain itu, pada kaca preparat terdapat juga penutup preparat. Penutup preparat ini berfungsi untuk menutup preparat yang dilakukan pengamatan supaya tidak bergerak Biasanya penutup preparat terbuat dari plastik kaca berbentuk persegi dan sangat tipis serta mudah patah. Ukuran penutup preparat ini adalah 2 x 2 cm.

9. Meja Preparat
Menurut Kinaryosi (2014), meja preparat merupakan bagian mekanik dari mikroskop binokuler yang berfunsi sebagai tempat meletakkan sampel yang diamati. Selain itu, meja preparat juga sering kali disebut dengan meja benda. 

10. Kondensor
Merupakan bagian dari mikroskop binokuler yang memiliki fungsi sebagai pengfokus cahaya yang berasal dari cermin cahaya menuju objek yang dijadikan sebagai sampel pengamatan (Chaeri,  et al. 2008)

11. Diafragma
Diafragma merupakan bagian dari mikroskop binokuler yang terletak di bawah kondensor. Fungsi dari diafragma adalah untuk mengatur jumlah serta banyaknya cahaya yang masuk saat melakukan pengamatan.

12. Pengatur Meja Preparat
Pengatur meja preparat atau dapat juga disebut sebagai penjepit sediaan merupakan bagian mikroskop binokuler yang terletak di bagian sebelah kiri mikroskop berbentuk silinder mengarah ke dasar mikroskop. Selain itu, bagian ini juga dapat disebur sebagai sekrup penggerak sediaan yang memiliki dua fungsi yakni menggerakkan mikroskop ke bagian belakang atau kedepan dan bagian ke kiri atau ke kanan (Halim, 2002).

13. Reflektor (Sumber Cahaya)
Reflektor merupakan bagian dari mikroskop binokuler berbentuk lingkaran kaca yang berada di bagian bawah mikroskop atau tepat berada di atas kaki mikroskop. Biasanya, cahaya berasal dari reflektor setelah mikroskop binokuler dihidupkan dan cahaya tersebut di pantulkan ke arah benda yang diamati.

14. Sekrup Pengatur Jarak
Sekrup pengatur jarak merupakan bagian mikroskop binokuler yang terletak di bagian kiri lengan mikroskop. Bagian ini terbagi menjadi dua yaitu makrometer (bonggol pengatur kasar) untuk mengatur besarnya objek yang diamati dengan menggerakan tubus, serta mikrometer (bonggol pengatur halus) untuk mengatur bayangan objek yang diamati supaya lebih jelas (Halim, 2002).  

15. Lack Lisrik
Saat ini, mikroskop binokuler dapat berfungsi ketika dihubungkan dengan listrik untuk memeperoleh sumber cahaya. Untuk itu, mikroskop binokuler dilengkapi dengan adanya lack listrik. Lack listrik merupakan  bagian yang menghubungkan mikroskop binokuler dengan sumber arus listrik untuk memperoleh cahaya.  Sambungan lack listrik biasanya terdapat dibagian belakang kaki mikroskop binokuler.

16. Saklar On/off
Saklar pada mikroskop binokuler biasanya terletak di bagian sebelah kiri kaki mikroskop. Namun di beberapa mikroskop binokuler lainnya, saklar ini terletak di lengan mikroskop sebelah kiri bagian bawah. Secara umum, saklar ini berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mikroskop yang digunakan. 

17. Kaki Mikroskop
Kaki mikroskop merupakan bagian dasar dari mikroskop binokuler yang berfungsi sebagai penompang badan mikroskop itu sendiri dengan tegak (Chaeri,  et al. 2008)

Pustaka:
Chaeri,  et al. 2008. Modul 1: Penggunaan Mikroskop, Alat Bantu Ukur, dan Morfologi Hewan pada Hewan Vertebrata. Universitas Terbuka. http://repository.ut.ac.id/4470/1/BIOL4441-M1.pdf diakses pada 17 Februari 2020 pada pukul 14.00 WIB

Halim, J . 2002. Alat Pratikum Histologi. EGC. Jakarta

Kinaryosi. 2014. Bagian-Bagian Mikroskop. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesisa. 6 (10) : 133-137

Tim Pengajar Mata Kuliah Biologi. 2019. Penuntun Praktikum Biologi. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas palangka Raya. Palangka Raya