Cara Menghitung Nilai Erodibilitas Tanah

A. Pengenalan Nilai Erodibilitas Tanah

Cara menghitung nilai erodibilitas tanah (K) adalah suatu tindakan untuk mengetahui kepekaan tanah terhadap erosi yang dilabelkan dengan nilai berupa angka sebagai penentu tingkat erodibilitas suatu tanah. Sebelum masuk ke perhitungan perlu diketahui bahwa secara ilmu pengetahuan, erodibilitas tanah di definisikan sebagai mudah atau tidaknya suatu tanah mengalami erosi (Hudson, 1978). Secara sederhananya, erodibilitas tanah diartikan sebagai daya penghancuran dan penghanyutan air hujan terhadap tanah.

Cara menghitung nilai erodibilitas tanah (K) adalah suatu tindakan untuk mengetahui kepekaan tanah terhadap erosi yang dilabelkan dengan nilai.

Nilai erodibilitas tanah pada dasarnya diperoleh dari hasil percobaan yang secara sederhana dengan menggunakan model prediksi. Model prediksi ini membutuhkan data-data sifat tanah lainnya seperti persentase debu, persentase pasir sangat halus, persentase pasir, persentase bahan kandungan organik tanah, kelas struktur tanah, dan nilai/harkat permeabilitas tanah. Data sifat sifat tanah tersebut di atas mudah diukur dan memiliki korelasi yang kuat dengan tingkat erodibilitas tanah.

1. Tipe dan Skor Penilaian Struktur Tanah

Sebagai salah satu data pendukung dan merupakan salah satu data penting dalam menghitung nilai erodibilitas tanah, Wischmeier et al., (1971) mengklasifikasikan tipe dan skor penilaian struktur tanah sebagai berikut.

Cara menghitung nilai erodibilitas tanah (K) adalah suatu tindakan untuk mengetahui kepekaan tanah terhadap erosi yang dilabelkan dengan nilai.

 2. Kelas dan Skor Penilaian Permeabilitas Tanah

Data kedua yang diperlukan untuk menghitung nilai erodibilitas tanah adalah kelas dan skor penilaian permeabilitas tanah. Kelas dan Skor Penilaian Permeabilitas Tanah yang diklasifikasikan oleh Wischmeier et al., (1971) sebagai berikut.

Cara menghitung nilai erodibilitas tanah (K) adalah suatu tindakan untuk mengetahui kepekaan tanah terhadap erosi yang dilabelkan dengan nilai.

3. Klasifikasi Nilai Erodibilitas Tanah

Data selanjutnya adalah data klasifikasi nilai erodibiltas tanah. Data ini diperlukan setelah memperoleh nilai K untuk mengetahui seberapa besar tingkat erodibilitas tanah yang dihitung. Klasifikasi nilai erodibilitas tanah dapat dilihat pada Laporan Praktikum Faktor Erodibilitas Tanah. Nilai K dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Wischmeier et al (1971) dalam Asdak (2010) sebagai berikut:

100K = 2,71M^1,14 x 10^-4(12  ̶  a) + 3,25(b  ̶  2) + 2,5(c  ̶  3)

Keterangan:

K  : Erodibilitas tanah (ton/ha per Unit R)

M  : Persentase ukuran partikel (% debu + % pasir sangat halus)(100%  ̶  % liat). Jika data yang tersedia hanya % debu, % pasir, dan % liat maka % pasir sangat halus diperoleh dari 20% dari % pasir (Sinukaban, 1986)

a  : % bahan organik (% C x 1,274)

b  : Kode struktur tanah

c  : Kode permeabilitas tanah

B. Contoh Soal Perhitungan Nilai Erodibilitas Tanah

Contoh soal tipe 1.

Diketahui sebidang tanah Zega Hutan yang diukur oleh ahli geologi terdiri dari debu sebanyak 38%, pasir sangat halus 18%, liat 8%, bahan organik (BO) 3,8%, dengan struktur tanah Medium, dan permeabilitas tanahnya terdapat pada kelas Moderate to rapid. Hitunglah berapa nilai erodibiltas tanah yang dimiliki Zega Hutan.

Jawaban : 

M = (38 + 18)(100  ̶  8) = 56 x 92 = 5.152

a  = 3,8 x 1,274 = 4,8412

b  = 3 (lihat tabel a)

c  = 2 (lihat tabel b)

Setelah mendapatkan nilai data di atas, selanjutnya adalah dengan memasukkan angka angka tersebut sesuai dengan rumus perhitungan K.

100K = 2,71(5.152)^1,14 x 10^-4(12  ̶  4,8412) + 3,25(3  ̶  2) + 2,5(2  ̶  3)

100K = 2,71(5.152)^1,14 x 10^-4(12  ̶  4,8412) + 3,25(3  ̶  2) + 2,5(2  ̶  3)

100K = 2,71(17.047,18) x 10^-4(7,1588) + 3,25(1) + 2,5(-1)

100K = 2,71(1,704718) x 10^4 x 10^-4(7,1588) + 3,25(1) + 2,5(-1)

100K = 4,6198 x 7,1588 + 3,25  ̶  2,5

K = 33,82/100 = 0,34

Sehingga nilai erodibilitas tanahnya adalah sebesar 0,34 dengan tingkat erodibilitas agak tinggi (berdasarkan tabel klasifikasi).

Pustaka:

Asdak, C., 2010.  Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.  Gadjah Mada University Press. Malang

Hudson, N., 1978. Soil Conservation. Bastford. London.

close