Pengertian Herbarium Menurut Ahli

Herbarium diperkenalkan oleh Turnefor pada tahun 1700 dan merupakan pertama kali di dunia. Awalnya, Beliau menggunakan hebarium untuk mengoleksi berbagai tanaman obat sehingga tanaman tersebut menjadi lebih awet. Selanjutnya, penggunaan herbarium mulai berkembang sampai saat ini hingga di wilayah Indonesia. Penggunaan herbarium biasanya dijadikan sebagai dasar dalam menentukan takson tumbuhan.

Di Indonesia sendiri, telah dibentuk suatu pusat pengelolaan dalam mengoleksi berbagai macam tumbuhan dalam keadaan yang diawetkan baik itu kering maupun basah tepatnya di Herbarium Bogoriense yang berada di bawah Lembanga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tempat ini didirikan pada tahun 1841 dengan koleksi tumbuhan sebanyak 900.000 tumbuhan dan merupakan tempat tertua di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Wikipedia yang diperbaharui pada 4 Mei 2021 mengatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki koleksi herbarium terlengkap di dunia dengan jumlah spesimen yang dikoleksi berkisar 2 juta.

Pengertian herbarium menurut para ahli adalah suatu eksperimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu.

Penggunaan herbarium sampai saat ini sudah marak dilakukan terutama di berbagai bidang penelitian sehingga secara signifikan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Meskipun demikian, tak jarang masih banyak yang kurang paham pengertian herbarium sehingga zegahutan.com akan menulis pengertian herbaruim menurut para ahli yang dikumpulkan dari beberapa sumber. Pengertian herbarium menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Dikrullah (2017)

Herbarium diartikan sebagai media pembelajaran dalam bentuk visual yang terdiri dari contoh konkrit dari berbagai spesimen tumbuhan yang telah diawetkan dengan pengeringan, ditempel pada sebuah kertas.

2. Hafida et al. (2020)

Herbarium merupakan suatu eksperimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu yang dilengkapi dengan data-data dan manfaat dari tumbuhan tersebut.

3. Lestari & Syafruddin (2018)

Herbarium diartikan sebagai teknik pengawetan tumbuhan baik itu dalam keadaan kering maupun dalam keadaan basah yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu.

4. Murni et al. (2015)

Herbarium diartikan sebagai suatu tempat yang memiliki fungsi sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan dan penyimpan spesimen tumbuhan, baik yang basah maupun yang kering dengan teknik pengawetan.

5. Setiawan (2018)

Herbarium diartikan sebagai koleksi tumbuhan yang dikeringkan, kemudian diletakkan pada selembar kertas, dijahit, dan diberi label informasi mengenai suatu spesimen tersebut.

6. Triharso (2006)

Pengertian herbarium adalah tempat penyimpanan material tumbuhan yang telah diawetkan atau juga disebut sebagai spesimen herbarium.

7. Tournefort (1700)

Pengertian herbarium merupakan suatu kumpulan spesimen yang telah dikeringkan.

8. Zulfahmi & Rosmania (2013)

Pengertian dari herbarium merupakan koleksi spesimen yang telah dilakukan pengeringan dan biasanya disusun berdasarkan sistem klasifikasi.

Pustaka:

Dikrullah. 2017. Pengembangan Herbarium Book Sebagai Media Pembelajaran Biologi Pada Mata Kuliah Struktur Tumbuhan Tinggi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Uin Alauddin Makasar. [Skripsi]. Fakultas Tarbiah dan Keguruan UIN Alauddin Makasar.

Hafida et al. 2020. Pengenalan Etnobotani melalui Pembuatan Herbarium Kering di Ligkungan Sekolah MI Muhammadiyah Plumbon, Wonogiri. Buletin KKN Pendidikan 2 (2): 79-83. DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.10776

Lestari, I. D. & Syafruddin. 2018. Pelatihan Pembuatan Herbarium Sebagai Media Pembelajaran Keanekaragaman Hayati pada Kelas VIII SMP Negeri 3 Moyo Hulu Tahun 2017. Jurnal Kependidikan 2 (2): 71-77

Murni, P., Muswita, Harlis, U. Yelianti & Kartika, W. D. 2015. Lokakarya Pembuatan Herbarium untuk Pengembangan Media Pembelajaran Biologi di MAN Cendikia Muaro Jambi. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat 30 (2): 1-6

Setiawan, A. B. 2018. Herbarium: Pengertian, Metode, dan Pentingnya dalam Penelitian Keanekaagaman Tumbuhan. UPT. Laboratorium Terpadu. Universitas Trunojoyo Madura.

Zulfahmi & Rosmania. 2013. Penuntun Praktikum Keanekaragaman Hayati. Pedoman praktikum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau