Teknik dan Metode Penyaradan Kayu

Penyaradan kayu merupakan suatu kegiatan memindahkan hasil pemanenan kayu dari tempat penebangan menuju ke tempat pengumpulan sementara atau ke lokasi pinggir jalan sehingga lebih mudah melakukan pengangkutan untuk dikumpulkan. Teknik penyaradan kayu biasanya terdiri dari beberapa metode yaitu secara manual, menggunakan hewan, memanfaatkan gaya gravitasi, menggunakan traktor, menggunakan kabel, dan penggunaan jalur udara.

1. Metode Penyaradan Secara Manual

Metode penyaradan kayu secara manual adalah metode yang digunakan dengan memanfaatkan tenaga manusia. Pemanfaatan tenaga manusia ini merupakan cara yang umum dan lebih awal digunakan dalam kegiatan penyaradan kayu. Beberapa cara penyaradan kayu dengan memanfaatkan tenaga manusia adalah sebagai berikut:

Teknik dan metode penyaradan kayu merupakan suatu kegiatan memindahkan hasil pemanenan kayu ke tempat pengumpulan sementara dengan cara manual, hewan, gaya gravitasi, traktor, kabel, dan udara.

a. Pemikulan

Pemikulan merupakan kata yang berasal dari kata pikul yang artinya membawa beban dengan menaruh beban tersebut di atas bahu. Selanjutnya pemikulan merupakan kegiatan membawa beban yang dapat dilakukan secara perorangan atau pun secara bersama-sama dengan membentuk tim atau regu. Pembentukan regu didasari dengan ukuran kayu yang akan disarad. Jika kayu memiliki ukuran besar maka perlu dipikul oleh 1 regu, sedangkan jika kayu memiliki ukuran yang kecil atau dapat dipikul oleh satu orang maka cukup satu orang saja.

b. Penggulingan

Penggulingan merupakan cara yang paling tua dalam penggunaan tenaga manusia untuk kegiatan penyaradan kayu. Cara ini sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya dalam kegiatannya. Umumnya, penggulingan sebagai kegiatan penyaradan kayu dilakukan pada suatu lapangan yang jarak saradnya memiliki kemiringan. Penyaradan dengan cara ini tidak mengelupas kulit kayu. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kayu dari kerusakan bagian dalam.

c. Sistem Kuda-Kuda

Penyaradan dengan menggunakan sistem kuda-kuda merupakan kegiatan menyarad kayu yang dilakukan oleh satu regu dengan menggunakan kayu yang dijadikan sebagai kuda-kuda atau ongkak sebagai jalur lintasan. Sistem kuda-kuda dalam kegiatan penyaradan kayu umumnya dilakukan pada kondisi lapangan sarad seperti rawa atau tanahnya lembek dan berair. Akan tetapi, cara ini sangat tidak efektif dalam pemanfaatan hutan. Kegiatan penyaradan dengan sistem ini akan membutuhkan kayu yang kecil yang dijadikan sebagai jalur lintasan sehingga dapat menyebabkan pemborosan pada hasil hutan.

Kunjungi juga : Pengertian, Tujuan, dan Perencanaan Pemanenan Hutan

2. Metode Penyaradan Menggunakan Hewan

Metode penyaradan kayu dengan memanfaatkan hewan biasanya memiliki jarak tempuh tertentu. Hal ini dikarenakan keterbatasan dan kekuatan hewan serta kondisi lapangan penyaradan kayu. Umumnya, hewan yang dimanfaatkan dalam kegiatan penyaradan kayu adalah hewan mamalia bertubuh besar seperti gajah, kerbau, kuda, dan sapi. Kayu yang disarad oleh hewan tersebut memiliki ukuran tertentu sehingga kegiatan penyaradan berlangsung lebih efisien.

3. Metode Penyaradan Memanfaatkan Gaya Grafitasi

Metode penyaradan dengan memanfaatkan gaya gravitasi adalah metode dengan memanfaatkan keadaan alam secara alami. Artinya, metode ini hampir sama dengan kegiatan penggulingan. Bedanya adalah, pada metode ini kayu disarad dengan cara peluncuran dan wire skidding. Maksudnya penyaradan kayu dilakukan dari ketinggian tertentu ke tempat yang lebih rendah.

a. Peluncuran

Kegiatan penyaradan kayu dengan cara peluncuran biasanya dilakukan pada daerah yang curam yakni dengan kelerengan >40%. Ukuran kayu yang diluncurkan pun harus terbatas baik itu panjang maupun diameter kayu. Hal ini disebabkan oleh metode peluncuran yang memanfaatkan beberapa media seperti kayu, logam, parit atau plastik sebagai lintasan peluncuran. Selanjutnya, untuk kegiatan peluncuran sendiri harus memiliki jarak penyaradan maksimal 300 m.

b. Wire Skidding

Wire skidding merupakan kegiatan penyaradan yang memanfaatkan sistem kabel secara sederhana. Lintasan untuk membawa kayu yang akan disarad pada cara ini adalah lintasan yang terbuat dari kawat baja serta dibantu dengan adanya pohon yang dijadikan sebagai penyangga lintasan. Kayu yang akan disarad dikaitkan pada pengangkutan yang telah siap kemudian diluncurkan melalui kawat dari ketinggian tertentu menuju lembah.

Akan tetapi, dengan cara ini kerusakan yang terjadi pada kayu tidak dapat dihindari dan cukup besar. Hal ini disebabkan oleh penyaradan yang dilakukan tidak memiliki rem sehingga adanya kemungkinan terjadi kerusakan akibat benturan yang sangat kuat. Biasanya benturan tersebut sangat dipengaruhi oleh perbedaan tinggi lintasan penyaradan serta ukuran kayu yang disarad baik itu panjang maupun diameternya.

4. Metode Penyaradan Menggunakan Traktor

Penyaradan kayu menggunakan traktor adalah penyaradan kayu dengan sistem modern. Hal ini cukup membantu dan mempercepat kegiatan penyaradan karena menggunakan kekuatan mesin. Penggunaan traktor sebagai penyarad umumnya digunakan oleh perusahaan di bidang kayu dalam kegiatan pemanenan kayu. Penyaradan menggunakan mesin traktor sudah dimulai dari tahun 70-an. Traktor biasanya digunakan pada daerah yang kelerengan >30%.

Meskipun traktor cukup menjanjikan dan memudahkan dalam kegiatan penyaradan, namun penggunaannya juga memiliki dampak negatif yang harus diperhatikan. Dampak tersebut adalah mampu memberikan gangguan terhadap tanah tempat traktor melintas. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan traktor sebagai penyarad kayu harus disesuaikan dengan kondisi tanah tempat kegiatan berlangsung. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga dalam penggunaan traktor sebagai penyarad kayu cukup besar. Namun, regu yang memegang kendali dalam sistem penyaradan ini hanya memerlukan sedikit personil.

Kunjungi juga : Faktor yang Mempengaruhi Pembagian Batang Kayu

5. Metode Penyaradan Menggunakan Kabel

Metode penyaradan dengan memanfaatkan kabel merupakan metode penyaradan yang dilakukan pada daerah yang kondisi geografisnya memiliki topografi yang berat, jalan yang digunakan memerlukan biaya yang sangat mahal, dan tidak memungkinkan penggunaan alat lain sebagai penyarad. Penyaradan dengan memanfaatkan kabel dilakukan dengan teknisnya dimulai dari penarikan kayu yang akan disarad menggunakan kabel yang dilakukan oleh tenaga stasioner. Penggunaan cara ini memerlukan skil dalam pengoperasiannya. Penggunaan cara ini biasanya terbagi menjadi 3 bagian yaitu ground yarding, highlead system, dan skyline system.

6. Metode Penyaradan Menggunakan Jalur Udara.

Metode peyaradan menggunakan jalur udara adalah kegiatan penyaradan yang dilakukan dengan memanfaatkan helikopter dan balon udara untuk menyarad kayu ke tempat pengumpulan. Penggunaan metode ini biasanya dilakukan pada daerah yang sangat curam dan topografi yang tidak mendukung dalam penggunakan metode manual dan metode lainnya. Penggunaan metode sarad ini efektif apabila dilakukan dengan syarat kondisi yang dimaksud. Namun, biaya yang diperlukan dalam kegiatan penyaradan menggunakan metode ini juga cukup mahal.