Pemanenan Hutan | Pengertian, Tujuan, dan Perencanaan

1. Pengertian Pemanen Hutan

Pengertian pemanenan hutan menurut Suparto (1982) adalah serangkaian kegiatan kehutanan yang merubah pohon dan biomassa menjadi bentuk lain yang dapat dipindahkan ke lokasi lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan dan ekonomi masyarakat. Biasanya pemanenan hutan juga dapat disebut sebagai eksploitasi hutan, eksploitasi hasil hutan, pemungutan hasil hutan, penebangan hutan, logging, dan juga pembalakan. Selain itu, pemanen hutan juga memiliki istilah baku secara internasional yakni Forest Harvesting atau Forest Timber Harvesting (FAO, 2002).

Pengertian pemanenan hutan menurut Suparto (1982) adalah serangkaian kegiatan kehutanan yang merubah pohon dan biomassa menjadi bentuk lain yang dapat dipindahkan ke lokasi lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan dan ekonomi masyarakat.

Selain dari pengertian tersebut di atas, Fermana et al. (2019) juga mendefinisikan pemanenan hutan sebagai suatu usaha pemanfaatan kayu dengan mengubah tegakan pohon berdiri menjadi sortimen kayu bulat dan dikeluarkan dari hutan untuk kemudian dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Istilah pemanenan hutan sangat beragam. Sedangkan menurut Junaidi (2019) bahwa pengertian pemanenan hutan adalah rangkaian kegiatan pemanfaatan hutan produksi dengan tujuan menghasilkan hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.

2. Tujuan Pemanenan Hutan

Pemanen hutan tentunya memiliki manfaat yang sangat beragam bagi kehidupan manusia terutama untuk meningkatkan kesehjateraan kehidupan masyarakat. Lebih jelasnya, tujuan pemanenan hutan terdiri dari 6 bagian yaitu sebagai berikut.

  • Pemanenan hutan dapat meningkatkan nilai tambah dari hutan
  • Masyarakat memperoleh kebutuhan dari hasil olahan produk hutan
  • Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar hutan
  • Memberikan kontribusi bagi devisa negara
  • Pemanenan hutan mampu memberikan dan membuka akses wilayah
  • Terakhir, pemanenan hutan dilakukan sebagai pemenuhan bahan baku industri.
Kunjungi juga : Tujuan Pemanenan Hutan

3. Perencanaan Pemanen Hutan

Perencanaan pemanenan hutan terdiri dari beberapa tahapan yakni perencanaan jalan, pembuatan rencana pemanenan, operasi sebelum pemanenan, dan persiapan lapangan sebelum pemanenan. Lebih lanjut secara satu persatu tahapan perencanaan tersebut akan diuraikan dan dijelaskan secara ringkas di bagian selanjutnya.

a. Perencanaan Jalan

Perencanaan jalan merupakan kegiatan membuat jalan untuk memudahkan kegiatan pemanenan yang dilakukan di dalam kawasan hutan. Perencanaan jalan ini biasanya meliputi beberapa tahapan kegiatan yakni dimulai dari pengumpulan data penting, pembatasan wilayah perencanaan, melakukan evaluasi kemunkinan lokasi trace jalan, perencanaan jaringan jalan, dan pemilihan lokasi jalan.

b. Pembuatan Rencana Pemanenan

Sebelum melakukan pemanenan di dalam kawan hutan terlebih dahulu membuat suatu perencanaan. Hal ini dilakukan supaya pemanenan yang akan dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal, efektif, dan efisien serta mampu mengutamakan keselamatan kerja. Biasanya, pembuatan rencana pemanenan terdiri dari 3 tiga tahapan yakni perencanaan lokasi tempat pengumpulan sementara (TPn), perencanaan jaringan jalan sarad, dan perencanaan arah rebah pohon dan arah penyaradan.

c. Operasi Sebelum Pemanenan 

Oparasi sebelum pemanenan adalah suatu kegiatan pemeriksaan berbagai macam alat dan kebutuhan lainnya yang akan digunakan dalam pemanenan hutan. Tujuan dari operasi ini adalah untuk memastikan bahwa semua persiapan yang telah dipersiapkan telah sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan atau disusun sebelumnya Operasi ini terdiri dari tiga tahapan yakni supervisi operasi pemanenan, operasi penebangan yang meliputi pemeliharaan alat, pembukann TPn dan jalan sarat, serta penebangan, dan terakhir adalah operasi penyaradan ke TPn.

Kunjungi juga : Tahapan Pemanenan di Hutan Alam

d. Persiapan Lapangan Sebelum Pemanenan

Persiapan lapangan sebelum pemanenan adalah suatu kegiatan mempersiapkan segala kebutuhan serta tahapan untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan pemanenan di dalam kawasan hutan. Persiapan lapangan sebelum pemanenan terdiri dari beberapa tahapan yakni penandaa areal non produksi, penandaan loaski TPn dan jalan sarad, pemotongan liana, serta penandaa arah rebah pohon.

Pustaka:

Fermana, J. S., Sadjati, E., & Ikhwan, M. 2019. Analisis Biaya Pemanenan dan Produktivitas Produksi Kayu Ekaliptus (Studi Kasus: HPHTI PT. PSPI Distrik Petapahan). Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan 14 (2):38-55 https://doi.org/10.31849/forestra.v16i1

Junaedi, A. 2019. Materi Perkuliahan Pemanenan Hutan Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020. [Tidak Dipublikasikan]. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Univesitas Palangka Raya.

Suparto, R. S. 1982. Diktat Eksploitasi Hutan Modern. Faklutas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor