Alasan Mempelajari Ergonomi Kehutanan

1. Pengertian Ergonomi

Sebelum masuk ke pembahasan tentang alasan mempelajari ergonomi di bidang kehutanan, tentunya terlebih dahulu saya harus menyampaikan apa yang dimaksud dengan ergonomi. Pengertian ini menjadi dasar dalam hubungannya di berbagai bidang pendidikan salah satunya di bidang kehutanan.

Ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kesesuaian pekerjaan, alat kerja dan tempat/lingkungan kerja dengan pekerjaannya yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien).

Alasan mempelajari ergonomi kehutanan adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan kerja di sektor kehutanan menjadi lebih baik lagi.

Ergonomi sangat penting dipelajari karena dari prinsip-prinsip ergonomi karena berhubungan nyata dengan keterbatasan-keterbatasan manusia. Hal ini dikarenakan pembelajaran ergonomi mampu membantu manusia dalam melakukan suatu pekerjaan sehingga menjadi lebih nyaman, terhindar dari biaya yang tinggi, serta kecelakaan kerja dapat diminimalisir bahkan dihindari.

Selanjutnya, untuk pengertian ergonomi kehutanan itu sendiri merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kesesuaian kerja dan alat yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dalam bidang kehutanan sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih mudah, cepat, dan efisien.

2. Alasan Mempelajari Ergonomi Kehutanan

Bidang Kehutanan perlu mempelajari ergonomi supaya mampu menginternalisasi etika profesional rimbawan dan berkomitmen untuk kelestarian lingkungan dan juga dapat menunjukkan kapasitas wirausahawan muda di bidang kehutanan. Usaha dibidang kehutanan tentunya tidak terlepas dari kayu. Pengangkutan kayu menjadi salah satu kegiatan yang berat dan juga berbahaya karena pada umumnya adanya keterlibatan tenaga manusia.

Kunjungi juga : Makalah Hubungan Ergonomi dengan K3

Namun, dengan keterbatasan yang dimiliki manusia dalam pengangkutan kayu baik dalam bentuk mental maupun fisik membuat pengangkutan kayu tidak berjalan secara optimal. Berdasarkan hal tersebut penerapan prinsip ergonomi dengan baik dan benar merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi pekerja di sektor kehutanan terkhusus di dalam kegiatan pengangkutan kayu yang sudah terbukti menguras tenaga fisik dan psikis tenaga kerja manusianya. Sehingga pada akhirnya prinsip ergonomi ini akan memberikan tingkat kenyamanan dan keselamatan tenaga kerja manusia di sektor kehutanan ke tingkat yang lebih baik lagi.

Selain kenyamanan dan keselamatan kerja penggunaan prinsip ergonomi dalam bidang kehutanan juga mampu meningkatkan pendapatan atau pemasukan yang diterima. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan prinsip ergonomi yang dapat mempersingkat waktu dan mempermudah kerja sehingga biaya yang dikeluarkan dari kegiatan tersebut dapat diminimalisir.

Selanjutnya, dengan menerapkan ilmu ergonomi pada bidang kehutanan maka para pekerja yang tidak dapat atau kewalahan melakukan pekerjaan berat seperti memindahkan balok kayu dengan menggunakan kekuatan fisik dapat digantikan dengan penggunaan mesin yang menggunakan prinsip ergonomi. Selain lebih cepat, hal ini juga lebih efektif dalam menjaga kesehatan serta keselamatan para pekerja.

Selanjutnya, penerapan prinsip ergonomi pada bidang kehutanan juga dapat dikatakan sebagai seni. Bagaimana tidak, pemotongan kayu di dalam kawasan hutan sendiri memerlukan suatu teknik yang akurat sehingga keselamatan kerja bisa diutamakan serta tidak terlalu banyak kerusakan kayu yang terjadi saat proses penebangan. Terminimalisir kerusakan kayu pada saat proses penebangan akan meningkatkan produksi kayu tersebut.

Kunjungi juga : Materi Studi Gerak dan Studi Waktu Ergonomi

3. Contoh Penggunaan Prinsip Ergonomi Kehutanan

Berikut beberapa contoh penggunaan prinsip ergonomi pada bidang kehutanan.

  • Pemilihan posisi dan sikap yang benar dalam melakukan pekerjaan seperti mengoperasikan mesin. Sikap dan posisi yang benar saat melakukan kerja seperti menebang kayu menggunakan chainsaw akan lebih membuat operator tidak terlalu cepat lelah terutama pada bagian tubuh yang mengoperasikan mesin seperti tangan, kaki, dan leher.
  • Menyesuaikan dimensi ruang kerja dengan anthropometri. Maksudnya adalah menyesuaikan pekerja atau operator terhadap pekerjaan yang akan dilakukan baik itu ukuran fisik, alat yang digunakan, serta dimensi kerja yang akan dikerjakan.
  • Penggunaan teknik penebangan dan penyaradan yang dilakukan secara manual di lapangan harus memperhatikan kemudahan dan juga keselamatan kerja
Penulis: Zega Hutan