Jenis-Jenis Metode Sampling

Metode sampling merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi hutan. Maksud dari metode sampling adalah teknik pengambilan data yang ingin diteliti dengan cara memilih beberapa objek penelitian sebagai sampel. Sampel tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengetahui suatu data yang akan diteliti. Akan tetapi, pengambilan sampel tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan tertentu.

Adapun jenis-jenis metode sampling yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi hutan adalah diantaranya sebagai berikut:  Metode Sampling tanpa Pemulihan Metode Sampling dengan Pemulihan Metode Sampling Acak

Adapun jenis-jenis metode sampling yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi hutan adalah diantaranya sebagai berikut:

  1. Metode Sampling tanpa Pemulihan
  2. Metode Sampling dengan Pemulihan
  3. Metode Sampling Acak
  4. Metode Sampling Pertimbangan
  5. Metode Sampling Sistematik
  6. Metode Sampling Sederhana
  7. Metode Sampling Startifikasi (Berlapis)
  8. Metode Sampling Berganda
  9. Metode Sampling Gerombol

1. Metode Sampling tanpa Pemulihan

Metode sampling tanpa pemulihan adalah metode sampling yang hanya memiliki satu kali kemungkinan untuk terpilih sebagai contoh dalam setiap populasi. Metode sampling ini tergolong ke dalam metode yang berdasarkan ada atau tidaknya kemungkinan bagi semua anggota populasi untuk terpilih dari satu kali.

2. Metode Sampling dengan Pemulihan.

Metode sampling degan pemulihan merupakan adalah metode sampling yang dapat digunakan apabila setiap anggota populasi dapat terpilih lebih dari satu kali. Menggunakan metode sampling ini mampu membuat populasi terhingga dilihat menjadi populasi tak terhingga.

Maksud dari penglihatan ini adalah populasi tak terhingga memiliki batasan yang sifatnya relatif. Penggunaan populasi tak terhingga dilakukan apabila nilai ukuran contoh (n) dengan ukuran populasi (N) ≤ 5%. Akan tetapi jika n/N > 5% maka dikatakan sebagai perolehan populasi terhingga.

3. Metode Sampling Acak

Metode sampling acak atau juga dikenal dengan sebutan random sampling merupakan teknik pengambilan sampel suatu data dimana anggota populasi yang ada memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel.

Artinya, apabila suatu populasi terdiri dari sejumlah kelompok yang memiliki anggota lebih besar akan memiliki perwakilan yang lebih besar. Penentuan unit yang diamati dalam kegiatan sampling acak dilakukan dengan dua cara yakni undian atau menggunakan tabel bilangan acak. Metode ini termasuk berdasarkan objektivitas atau subjektivitas.

Selain itu, metode sampling acak juga dapat digunakan berdasarkan keteraturan unit-unit contoh yang terpilih. Pengambilan sampel ini dilakukan karena pada dasarnya sampel menyebar secara tidak teratur.

4. Metode Sampling Pertimbangan

Metode sampling pertimbangan atau juga dikenal dengan sebutan purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan subjektivitasnya dari pelaksananya. Umumnya, penggunaan metode ini secara statistika memiliki kesulitan dalam mengukur tingkat ketelitian. Akan tetapi, metode ini terkadang digunakan untuk tujuan tertentu seperti pengumpulan informasi yang sifatnya umum.

5. Metode Sampling Sistematik

Metode sampling sistematik (systematic sampling) merupakan kegiatan pengambilan sampel menurut suatu pola yang sistematis sehingga penyebaran unit yang diamati akan terurut secara sistematis.

6. Metode Sampling Sederhana (Simple Sampling)

Metode sampling sederhana merupakan teknik pengambilan sampel pada suatu populasi yang dianggap realtif homogen. Metode ini tidak didahului dengan perlakuan pengelompokan.

7. Sampling Stratifikasi atau Sampling Berlapis (Startified Sampling)

Sampling stratifikasi merupakan teknik pengambilan sampel yang diawali dengan mengelompokkan populasi ke dalam sub populasi. Metode ini dilakukan pada populasi yang heterogen.

8. Metode Sampling Berganda

Metode sampling berganda atau dikenal dengan sebutan double sampling merupakan kegiatan pengambilan sampel yang dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah mengamati peubah yang sifatnya mudah untuk diukur dengan jumlah unit pengamatan lebih besar.

Selanjutnya, pada tahap kedua dilakukan pemilihan jumlah unit pengamatan dimana termasuk dalam unit pengamatan pertama untuk pengamatan peubah sasaran akhir pengamatan.

9. Metode Sampling Gerombol (Cluster Sampling)

Metode sampling gerombol merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak melakukan pemilihan unit contoh secara langsung yang dimulai dengan pemilihan kelompok.

Pustaka:

Malamassam, Daud. 2009. Modul Pembelajaran Mata Kuliah Inventarisasi Hutan. Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Univesitas Hasanuddin. Makasar