Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pulp

Kualitas pulp pada dasarnya sangat memiliki peran penting dalam penggunaannya. Jenis kayu yang dijadikan sebagai bahan dasar pada pembuatan pulp tentunya memiliki tolak ukur kualitas tersendiri. Akan tetapi, jenis kayu andalan yang berada pada daerah pengolahan masih banyak belum diketahui karena belum tereksplor sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor terhambat nya pengembangan pulp.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pulp diantaranya adalah benih yang digunakan, pengaturan jarak tanam, singling, pruning, pemupukan, penjarangan, dan penentuan daur optimal.

Pengembangan kualitas pulp yang dilakukan sampai saat ini masih banyak menggunakan penerapan metode yang hanya berorientasi pada produktivitas nya. Sedangkan kualitas serat bahan yang digunakan yang meliputi sifat fisik dan kimianya kurang diperhatikan. Hal ini tentunya dapa mempengaruhi kualitas pulp yang akan dihasilkan.

Berdasarkan penelitian Mindawati (2007) menjelaskan bahwa kualitas kayu sebagai bahan dasar pembuatan pulp sebaiknya mengandung selulosa yang tinggi, berlignin rendah, memiliki dimensi serat yang bagus, dan berat jenisnya antara 0,3-0,8.

Para ahli bidang kehutanan menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas kayu pulp diantaranya adalah benih yang digunakan, pengaturan jarak tanam, singling, pruning, pemupukan, penjarangan, dan penentuan daur optimal.

1. Benih yang Digunakan

Meningkatkan kualitas kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pulp dipengaruhi oleh benih kayu yang digunakan. Benih yang harus digunakan adalah benih yang memiliki kualitas baik. Benih berkualitas merupakan benih yang dihasilkan dari kebun benih.

Benih berkualitas bagus dapat diperoleh dengan cara pemuliaan pohon. Pemuliaan pohon merupakan salah satu langkah efektif yang digunakan untuk mendapatkan benih yang berkualitas. Pemuliaan pohon berpotensi dalam mengontrol berat jenis kayu, kerapatan kayu, sudut mikrofil, dan panjang serat.

Tahapan kegiatan melakukan pemuliaan pohon terdiri dari seleksi pohon plus, penyilangan pohon-pohon hasil seleksi, perhutanan klon, uji keturunan, dan kebun benih semai.

2. Pengaturan Jarak Tanam

Pengaturan jarak tanam suatu kayu akan berpengaruh baik terhadap kualitas kayu yang didalamnya terdapat kelurusan batang, ukuran kayu muda, dan ukuran mata kayu. Selanjutnya, kelurusan kayu karena pengaturan jarak tanam dapat membuat cabang bawah mati. Cabang bawah yang mati pada pengaturan jarak tanam akan memacu pertumbuhan tinggi pohon. Hal ini disebabkan oleh persaingan dalam perolehan cahaya sinar matahari.

Kelurusan batang juga dapat dikontrol dengan melakukan pemangkasan cabang. Cabang suatu pohon untuk berkembang dipengaruhi oleh ruang tempat tumbuh. Apabila pengaturan jarak tanam yang diterapakan dalam keadaan rapat maka dapat menyebabkan ukuran cabang suatu pohon minimal. Umumnya lignin kayu terakumulasi pada titik percabangan sehingga salah satu kegiatan untuk menghasilkan pulp berkualitas adalah dengan mengurangi percabangan.

3. Singling

Singling merupakan penunggalan batang yang tumbuh multisistem dengan tujuan menghasilkan pertumbuhan tegakan satu batang yang berkualitas lebih tinggi. Singling pada suatu tanaman pohon perlu dilakukan lebih awal agar batang tunggal berkualitas dapat dihasilkan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tanaman dengan batang yang banyak akan membuat batang lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

4. Pruning

Pemangkasan cabang merupakan kegiatan meminimalkan cabang suatu tanaman sebagai upaya untuk menghasilkan batang tanpa cacat kayu berupa knot (mata kayu). Pemangkasan cabang kayu dilakukan untuk menghasilkan pertumbuhan pohon yang tinggi sehingga memiliki batang yang lurus. Selain itu, pemangkasan cabang juga dilakukan dengan maksud pertumbuhan menggarpu pada pohon tidak terjadi.

5. Pemupukan

Pemupukan pada suatu tanaman mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Namun di beberapa jenis kayu yang memiliki jenis pori tersusun melingkar hanya sedikit menaikkan berat jenis, sedangkan pada jenis kayu yang memiliki jenis pori tersebar tidak memiliki pengaruh sama sekali dari kegiatan pemupukan.

Pada kayu jenis daun jarum akan meningkatkan kecepatan pertumbuhan ketika kegiatan pemupukan dilakukan. Kegiatan tersebut mampu membuat trakeid pada kayu menjadi pendek dan ketebalan dinding sel menjadi berkurang. Sedangkan pada kayu daun lebar dapat menyebabkan kenaikan panjang serat.

Kegiatan pemupukan tentunya akan menjadikan tanah menjadi subur. Kesuburan tanah tersebut dapat membuat peningkatan kandungan selulosa, berkurangnya lignin dan berat jenis kayu, baik itu jenis daun jarum atau pun daun lebar. Akan tetapi, jenis tersebut tidak secara keseluruhan.

6. Penjarangan

Penjarangan merupakan kegiatan memberikan ruang tumbuh yang lebih baik pada jenis pohon terpilih dan menghilangkan jenis pohon yang memiliki cacat. Kegiatan penjarangan dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan diameter pada tegakan tinggal, luas bidang dasar tegakan menurun, pertumbuhan diameter yang lebih besar pada tegakan tinggal, menghambat atau mencegah penyerangan hama dan penyakit, serta mengurangi terjadinya kematian pohon secara alami.

Waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan penjarangan sebaiknya ditunda sampai terbentuknya kayu juvenil pada pohon. Hal ini dilakukan supaya terhindar dari inti juvenil yang besar didapatkan kayu yang lebih dewasa yang rapat dan seragam.

7. Penentuan Daur Optimal

Penentuan daur optimal untuk menghasilkan bahan baku pulp yang berkualitas tinggi dipengaruhi oleh umur pohon. Apabila kualitas kayu yang didapatkan pada penentuan daur optimal mencapai titik maksimal dan tidak lagi meningkat akan sangat penting untuk penentuan daur ekonomis.

Peningkatan kadar α-selulosa, kadar ekstraktif, serta lignin menunjukkan umur pohon semakin tua. Semakin tua umur pohon maka berat jenis yang akan dihasilkan akan semakin besar. Hal tersebut dikarenakan umur pohon yang semakin tua memiliki susunan serat yang semakin rapat.

Pertumbuhan pohon yang cepat tentunya akan membuat diameter pohon semakin bertambah besar. Dinding sel yang tipis serta lumen yang lebar sangat sesuai dengan bahan dasar pembuatan pulp. Biasanya jenis pohon yang cocok adalah fast growing species.

Pustaka:

Yunianti, A. D. & Muin, M. 2009. Buku Ajar Pertumbuhan Pohon dan Kualitas Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Makassar