Pohon Ketapang dan Penyebarannya

Ketapang merupakan salah satu jenis pohon dengan nama latin Terminalia catappa yang biasanya hidup di daerah pantai. Tumbuhan ini biasanya tersebar dan dapat ditemukan tumbuh di daratan dengan ketinggian 5 - 500 m dpl (Uhaedi sutisna, dkk., 2004). penyebaran pohon ketapang, taksonomi pohon ketapang, pertumbuhan tanaman ketapang, teknik budidaya ketapang, tumbuhan ketapang adalah, tanaman kepang pdf,
(sumber gambar ; pixabay.com)
1. Ketapang (Terminalia catappa L.)
Ketapang merupakan salah satu jenis pohon yang biasanya hidup di daerah pantai. Ketapang memiliki nama latin Terminalia catappa L. Tidak hanya itu, ketapang yang merupakan sebagai nama lokal pohon tersebut memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah. Nama-nama tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

2. Taksonomi Tumbuhan Ketapang
Pohon ketapang (Terminalia catappa L.) adalah salau satu jenis pohon dalam famili combretaceae. Pohon tersebut memiliki klasifikasi sebagai berikut (Backer & Brink, 1963).
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Familia : Combretaceae
Genus : Terminalia 
Species : Terminalia catappa L.

3. Anatomi Pohon Ketapang
Anatomi diartikan sebagai “memotong” yang berasal dari kata Yunani “anatemnein”. Anatomi merupakan sebuah cabang ilmnu biologi yang mempelajari tentang struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Berikut adalah anatomi pohon ketapang (Terminalia catappa L.) yang terdiri dari batang, tajuk, seranting daun, bunga dan buah.

Batang pohon ketapang (Teminalia catappa L.) biasanya memiliki warna abu-abu dan juga abu-abu kecoklatan. Batang pohon ini tumbuh dengan arah yang tegak lurus (eretus) dan tingginya bisa mencapai 25 - 40 m dengan diameter mencapai 1,5 m. Batang pohon ini beralur (sulcatus).

Kunjungi juga : Pohon Waru (Hibiscus tiliaceus)

Tajuk pohon ketapang (Terminalia catappa L.) sangat rindang dengan struktur yang bertingkat. Hal ini disebabkan karena cabang-cabangnya tumbuh secara horizontal. Daun ketapang berbentuk  lebar dan ada juga yang  kecil. Namun, pada umumnya daun ketapang lebih banyak ditemukan dengan ukuran yang lebar berbentuk bulat telur dengan panjang 8-38 cm dan lebar 5-19 cm dengan pangkal daun yang runcing dan ujung daun lebih tumpul (obtusus).

Daun Terminalia catappa L. tergolong daun yang bertulang menyirip (penninervis), yaitu daun yang mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dengan tepi daun yang rata. Daunnya meluruh (meranggas) dua kali dalam setahun. Pada musim kemarau atau gugur warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan ada pula yang berwarna merah kecoklatan. Permukaan daunnya licin (laevis). Daging daun Terminalia catappa L. seperti perkamen, yaitu tipis tetapi cukup kaku (Aquaworld, 2006).

Ketapang merupakan salah satu jenis pohon dengan nama latin Terminalia catappa yang biasanya hidup di daerah pantai. Tumbuhan ini biasanya tersebar dan dapat ditemukan tumbuh di daratan dengan ketinggian 5 - 500 m dpl (Uhaedi sutisna, dkk., 2004). penyebaran pohon ketapang, taksonomi pohon ketapang, pertumbuhan tanaman ketapang, teknik budidaya ketapang, tumbuhan ketapang adalah, tanaman kepang pdf,
Gambar 1. Daun Ketapang

Bunga pohon ketapang (Terminalia catappa L.) berukuran kecil yang terkunpul di dalam bulir-bulir di dekat ujung rating berwarna putih dan tidak bermakhkota (Lemmens dan Soetjipto, 1999). Buah berbentuk bulat telur bersegi atau bersayap sempit (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991). Pohon ini biasanya mulai berbunga dan berbuah dari usia muda, misalnya dalam waktu 2-3 tahun penanaman (Thomson & Evans, 2006).

Ketapang merupakan salah satu jenis pohon dengan nama latin Terminalia catappa yang biasanya hidup di daerah pantai. Tumbuhan ini biasanya tersebar dan dapat ditemukan tumbuh di daratan dengan ketinggian 5 - 500 m dpl (Uhaedi sutisna, dkk., 2004). penyebaran pohon ketapang, taksonomi pohon ketapang, pertumbuhan tanaman ketapang, teknik budidaya ketapang, tumbuhan ketapang adalah, tanaman kepang pdf,
Gambar 2. Buah Ketapang

4. Tempat Tumbuh dan Penyebaran Ketapang
Ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tumbuhan yang hidup di dataran rendah dan juga dapat hidup di dataran tingi. Tumbuhan ini biasanya tersebar dan dapat ditemukan tumbuh di daratan dengan ketinggian 5 - 500 m dpl (Uhaedi sutisna, dkk., 2004).

Terminalia catappa L. banyak hidup di daerah tropis. Tumbuhan ini awalnya berasal dari daerah India dan kemudian menyebar di Asia Tenggara. Saat ini, tumbuhan tersebut dapat ditemui di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon hias yang digunakan untuk peneduh (Nopitasari, 2004). Nama pohon ketapang berbeda disetiap daerah. Beberapa nama daerah ketapang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Nama-nama Pohon Ketapang
Daerah Nama Lokal Nama Daerah Nama Latin
Batak Ketapang Hatapang Terminalia catappa L.
Bugis Atapang
Maluku Sarisa, sirisa, Sirisal dan Sarisalo
Maluku Utara Tiliso, Tiliho dan Ngusu
Minangkabau Katapieng
Nias Katafa
Papua Kalis dan Kris
Rote Lisa
Simeulue Lahapang
Sulawesi Utara Talisei, Tarisei dan Salrise
Timor Ketapas

5. Teknik Budidaya Ketapang
Budidaya pohon ketapang (Terminalia catappa L.) meliputi pembibitan, penanaman, dan perawatan (pemeliharaan). Pembibitan pohon ketapang dapat dilakukan dengan memanfaatkan biji yang diambil dari buah atau dengan melakukan metode pencangkokan. Penanaman dilakukan dengan memindahkan benih yang telah siap ke tempat penanaman. Tempat tanam yang bagus untuk tumbuhana ini adalah  di tempat terbuka dan mendapat sinar matahari secara penuh. Setelah itu, perawatan dilakukan dengan melakukan penyiraman pada tumbuhan dan menambah kompos organik untuk merangsang pertumbuhan cabang dan daun.

Kunjungi juga : Pohon Normal dan Tidak Normal

6. Pertumbuhan Tanaman Ketapang
Ketapang (Terminalia catappa L.) termasuk salah satu tumbuhan yang bisa hidup pada tanah yang nutrisinya kurang mencukupi. Dalam pertumbuhannya telah dilakukan penelitian di Taman Wisata Aalam Pantai Panjang dan Pulau Baai tepatnya di Provinsi Bengkulu. Penelitian yang dilakukan diambil dari tegakan ketapang yang tumbuh secara alami dengan pengambilan data kurang lebih 4 bulan lamanya. Pengambilan data ini dimulai pada bulan Oktober 2016 dengan plot 20 m x 20 m dengan luas 1,8 ha. 

Pengamatan pertumbuhan yang dilakukan dimulai dari anakan, tiang, pancang, dan pohon. Selain itu, dilakukan pengukuran jarak terekat antara individu dari setiap strata ketapang. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa setiap indukan yang terdapat di dalam plot akan menghasilkan jumlah individu dan strata ketapang yang ada sehingga bertambah banyak. Hal ini dipengaruhi oleh bakal buah yang jatuh yang menjadi anakan, kemudian menjadi pancang, tiang, dan pohon.

Apabila tidak ada faktor pengganggu, pertumbuhan buah ketapang tersebut menjadi populasi alami dan regenarasi dari induknya. Pada penelitian yang dilakukan didapatkan jumlah individu per-area mulai dari strata pohon adalah 10 pohon dengan rata-rata 1, untuk strata tiang memiliki jumlah 30 tiang dengan rata-rata 1,88, sedangkan strata tingkat pancang adalah 82 pancang dengan rata-rata 3,04 dan tingkat anakan memiliki jumlah 1075 dengan rata-rata 25,60 per-area.

Berdasarkan perhitungan dari hasil analisis dengan metode pohon terdekat mengguanak rumus Clarks and Evan’s Aggregration Index (R), diperoleh bahwa tingkat pertumbuhan setiap strata tegakan ketapang memiliki kerapatan dengan nilai distribusi tegakan R < 1. Strata anakan diperoleh nilai R adalah 0,202, untuk strata pancang menunjukan nilai R sebesar 0,619, sedangkan strata tiang menunjukan nilai R sebesar 0,748 yang artinya bahawa sebaran ketapang di Taman Wisata Alam Pantai Panjang dan Pulau Baai cenderung berkelompok (Bimantara dkk, 2017).

Pustaka:
Backer C. A. dan B. V. D. Brink. 1963. Flora of  Java Vool. I. N.V.P Noordhoff Groningen The Netherlands.

Bimantara, dkk. 2017. Sebaran dan Struktur Populasi Ketapang (Terminalia catappa) di Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang dan Pulau Baai Provinsi Bengkulu. Skripsi. Tidak diterbitkan. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Pauly, G. 2001. Cosmetic, Dermatologycal, and Pharmaceuntical Use of An Extract of Terminalia catappa. United State Patent Aplication.

Suryawan, dkk. 2014. Uji Coba Pengecambahan Vegetasi Pantai (Terminalia catappa, Calophyllum inophylum L., dan Baringtonia asiatica) di Persemaian Permanen Kima Atas. 9-13. Balai Kehutanan Manado.

Sumino, Supriyadi A., dan Wardiyanto. 2013. Efektifitas Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) untuk Pengobatan Infeksi Aeromonas salmonicidapada Ikan Patin (Pangasioniodon hypophthalmus). 79-88, Sain Veteriner. Universitas Lampung.

Syamsuhidayat dan Hutapea, J.R. 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Depertemen Kesehatan Republik Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembagan Kesehatan. Jakarta.

Thomson, L.A.J., and B. Evans. 2006. Terminalia catappa (tropical almond), ver.2.2 In: Elevitch, C.R (ed). Species Profiles for Pacific Island Agroforestry. Permanent Agriculture Resources (PAR),. Hōlualoa, Hawai. 

"Mohon maaf, sebagian daftar pustaka tidak ada karena penyusunannya kemaren terpisah"