Materi Tumbuhan Ujung Atap (Baeckea frutescens L.)

1. Kalisifikasi Ujung Atap (Baeckea frutescens L.)

Ujung Atap atau Jungrahab merupakan salah satu tumbuhan obat dari suku Myrtaceae (Sunarti, 2011) yang potensial untuk dikembangkan terutama bagian daunnya. Tumbuhan ini ditemukan didaerah berpasir dan menurut masyarakat suku dayak tumbuhan ini digunakan sebagai bahan pengusir nyamuk dengan cara mengeringkan daunnya kemudian dibakar. Menurut Zuhud et al., (2013), klasifikasi tumbuhan Ujung Atap yaitu:

Kingdom         : Plantae

Sub Kingdom  : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Myrtales

Famili : Myrtaceae

Genus : Baeckea 

Spesies         : Baeckea frutescens L.

Daun ujung atap (jungrahab) memiliki nama latin Baeckea frutescens dengan manfaat daunnya untuk mengobati haid tidak teratur, mulas, mencret, malaria

Tumbuhan Ujung Atap merupakan semak-semak dengan tinggi 4-6 m dan diameter 11 cm. Daunnya harum, bentuknya seperti jarum, tegak, berukuran 5,5-11,5 mm x 0,4-0,8 mm. Daunnya saling berhadapan, menggerombol pada setiap ruas. Kayu ujung atap berwarna merah tua dan keras. Bunganya berukuran 3 mm, berwarna putih-merah muda, termasuk bunga tunggal, dan tumbuh di ujung percabangan. Buah memiliki diameter sekitar 3 mm, warnanya hijau-merahcoklat, dan buahnya termasuk buah buni. Bakal buah terbagi menjadi 2-3 ruang, berbentuk separuh bola hingga lonceng, berukuran 1,6-2 mm x 2,3-2,5 mm. Biji berukuran ± 5 mm dan berwarna coklad (Zuhud et al., 2013).

2. Persebaran Ujung Atap

Ujung Atap tersebar luas dari Asia Tenggara sampai Australia, meliputi Cina kearah selatan (Provinsi Guangdong, Guangxi, Fujian, dan Jiangxi), Thailand, Malaya, Sumatera, Borneo, Celebes, New Guinea, Queensland dan New South Wales. Ujung Atap terdapat dibeberapa wilayah di Indosesia, persebarannya antara lain ada di Sumatera (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bangka belitung serta Kepulaua Anambas), Kalimantan (Kalimantan Barat termasuk Pulau Karimata, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan), Sulawesi (Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan), Maluku (hanya di Pulau Taliabu) dan Irian Jaya termasuk di Pulau Trangan (Sunarti, 2011).  

3. Kandungan Kimia Tumbuhan Ujung Atap

Ujung Atap mengandung 49 senyawa dan konstituen utama senyawa itu diantaranya α-humulena (19,2 %), β-caryophyllena (17,3 %), baeckeol (13,8 %), α-thujene (8,8 %), linalool (5,6 %) dan 1,8-cineole (5,6%) (Dai et al., 2015). Ekstrak Ujung Atap menunjukkan adanya kandungan flavonoid dan senyawa fenolik, terdapat alkaloid dengan jumlah yang signifikan digunakan sebagai antimalaria, analgesik, dan stimulan.

Flavonoid, dimanfaatkan untuk mencegah pertumbuhan tumor dan juga dapat digunakan untuk melindungi infeksi gastrointestinal (Razmavar et al., 2014), selain itu penelitian Navanesan et al., (2015) Ujung atap mengandung senyawa fenolat merujuk pada substansi tumbuhan yang memiliki satu atau lebih cincin aromatik yang mengandung satu atau lebih substituen hidroksil dan karakteristik ini memberikan senyawa fenolik yang berpotensi memadamkan radikal bebas, sehingga menjadikannya antioksidan yang baik. 

4. Manfaat Tumbuhan Ujung Atap

Akar Ujung Atap berguna untuk mengobati rematik, bijinya berguna untuk mengobati demam, daunnya berguna untuk mengobati haid tidak teratur, mencret, mulas, malaria, penyegar badan, sakit kepala, sukar buang air kecil, keputihan, bengkak (obat luar), gatal-gatal (obat luar) dan radang kulit bernanah (obat luar) sedangkan herbanya berguna untuk perawatan badan wanita sehabis melahirkan (Zuhud et al., 2013).

Daun ujung atap digunakan sebagai daun yang berkhasiat dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Jenis daun ini unik karena bentuknya yang mirip dengan jarum. Berbagai macam olahan daun ini dibuat ke dalam bentuk jamu dan serbuk agar mudah untuk dicampur dengan bahan lainnya sebagai penambah khasiat. Tanaman ujung atap mudah didapatkan karena bentuknya yang cenderung tidak lebat tanpa banyak daun yang tumbuh.

Daun Ujung Atap sebagai berpotensi antiinflamasi dan antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid (Pan et al., 2012), antibakteri terhadap Methicillin Resistant Staphylococus Aerus (Razmavar et al., 2014), antigout untuk mencagah dan mengurangi asam urat karena memiliki senyawa aktif BF6322 (Suraini, 2014), antioksidan yang aman untuk diaplikasikan ke bahan makanan (Navanesan et al., 2015), akar ujung digunakan sebagai anti inflasi (Jia et al., 2014), studi fitokimia Baeckea frutescens L. pengaruh faktor lingkungan terhadap komposisi kimia minyak atsiri (Murningsih, 2009) dan sebagai antijamur (Irma, 2017). 

5. Budidaya Ujung Atap

Ujung atap merupakan tumbuhan yang berkhasiat sehingga perlu di budidaya. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman ini memiliki bunga dan buah sehingga lebih mudah untuk budidaya.  Buah berdiameter sekitar 3 mm, warnanya hijau, merah, coklat dan termasuk buah buni.  Ujung atap berbunga sepanjang tahun, dan berbuah hampir sepanjang tahun pula. Buah ujung atap ditemui pada Februari, April, Juni sampai Oktober (Sunarti, 2011).

Pustaka:

Irma, T., A. 2017. Aktivitas Antijamur Minyak Atsiri Daun Ujung Atap Atap (Baeckea frutescens L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Palangka Raya

Jia, B, -X, Zeng, X, -L, Ren, F, -X, Jia, L, Chen, X.Q, Yang, J, Liu, H,-M and Wang, Q. 2014. Baeckeins F-1, Four Novel C-Methylated Biflavonoids from The Roots of Baeckea frutescens and Their Inflammatory Activities. Food Chemistry, 155 (2014) 31-37.

Murningsih, T. 2009. Studi Fitokimia (Baeckea frutescens L.) Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Komposisi Kimia Minyak Atsiri. Bogor. Berita Bogor 9 (5):1-7

Navanesan, S, Wahab, N.A, Manickam, S and Sim, K.S. 2015. Evaluation of Selected Biogical Capacities of Baeckea frutescens. Biomedcentralzz

Pan, Z. B, Li, F.C Liao, Y. E and Lin, X. S. 2012. Antioxidant Activity and Anti Inflammatory Effect of Total Flavonoids from Baeckea frutescens. China Pharmacost 15 (4): 477-478

Razmavar, Somayeh, 2014. Antibacterial Activity of leaf Extracts of Baeckea frutescens against Methicillin-Resistent Staphylococus aureus. Hindawi.

Simanullang, S. Aktivitas Minyak Atsiri Daun Ujung Atap (Baeckea frutescens L.) Terhadap Larva Aedes aegypti

Sunarti, S. 2011. Jungrahab (Baeckea frutescens L.): Satu-satunya Tumbuhan Obat dari Marga Baeckea di Indonesia dan Koleksinya di Herbarium Bogoriense

Zuhud, E.A.M., Siswoyo, E. Sandra, A. Hikmat dan Adhiyanto, E. 2013. Buku Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid X. Dian Rakyat. Jakarta.

close