3 Jenis Serangga Perusak Kayu

Serangga perusak kayu (wood destroying insects) merupakan makhluk hidup berukuran kecil dengan bentuk mulut yang dapat mengunyah bahan-bahan padat seperti kayu dan mengubahnya menjadi partikel tertentu. Kerusakan pada kayu yang disebabkan oleh jenis serangga ini pada umumnya terjadi degan beberapa variasi yakni dimulai dari kerusakan dinding sel secara melintang sampai kerusakan yang mengunyah kayu menjadi bubuk halus.

Lubang yang dihasilkan oleh serangga perusak kayu biasanya sangat dipengaruhi oleh ukuran serangga. Artinya, ukuran serangga tertentu dapat membuat lubang pada kayu sampai menembus beberapa dinding sel secara melintang. Hal ini disebabkan oleh serangga perusak kayu tersebut memerlukan nutrisi yang terdapat di dalam kayu.

Adapun jenis-jenis serangga perusak kayu yang sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis terdiri dari rayap, kumbang, dan Hymenoptera

Selain nutrisi, serangga kayu juga memerlukan air, nitrogen organik, dan karbon organik. Beberapa hal tersebut merupakan air bebas yang terdapat di dalam kayu, bahan makanan, serta bahan struktural kayu.

Adapun jenis-jenis serangga perusak kayu yang sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis terdiri dari rayap, kumbang, dan Hymenoptera

A. Rayap (Termites)

Rayap merupakan salah satu serangga sosial perusak kayu yang termasuk ke dalam ordo Isoptera. Jenis serangga ini termasuk ke dalam jenis serangga utama perusak kayu terutama di Indonesia. Hal ini dikarenakan kerusakan yang diakibatkan oleh rayap dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Kerugian yang disebabkan oleh rayap bukan hanya kerusakan pada bagian kayu saja. Rayap juga dapat merusak berbagai bahan padat lainnya seperti jaringan tanaman, karton, kertas, pakaian, dan berbagai jenis bahan selulosa.

Kunjungi juga : Faktor Biotik Perusak Kayu

Umumnya, rayap memiliki ukuran badan yang kecil sampai sedang dan berkembang dalam suatu kelompok sosial dengan tiga sistem kasta. Tiga sistem kasta ini merupakan pembagian dari fungsi setiap kasta masing-masing rayap yakni dimulai dari kasta pekerja (worker), kasta prajurit (soldier), dan kasta reproduktif (reproductive).

Jenis rayap dapat dibedakan menjadi beberapa bagian. Pembagian ini berdasarkan tempat tinggal rayap yang digolongkan menjadi:

  • Rayap Kayu Basah
  • Rayap Kayu Kering
  • Rayap Pohon
  • Rayap Tanah 

Selain dari pembagian tempat tinggal tersebut, rayap juga dibedakan menjadi dua tingkatan yakni rayap tingkat rendah dan rayap tingkat tinggi. Rayap tingkat rendah merupakan jenis rayap yang memiliki protozoa pada bagian usus belakang dengan fungsi untuk memberi bantuan dalam mencerna selulosa. Sedangkan, rayap tingkat tinggi adalah yang yang tidak memiliki protozoa. Rayap tingkat rendah tediri dari beberapa famili yakni Hodotermitidae, Kalotermitidae, Mastotermitidae, Rhinitermitidae, dan Termopsidae. Sedangkan rayap tingkat tinggi hanya terdiri dari satu famili yakni Termiitidae.

a. Sifat-Sifat Rayap Perusak Kayu

Sifat-sifat rayap perusak kayu terdiri dari beberapa bagian penting yakni sebagai berikut:

Rayap melakukan kegiatan berkumpul dan saling menjilat. Hal ini dilakukan untuk mengadakan pertukaran makanan. Sifat ini disebut Thropalaxis.

Rayap bersifat peka terhadap cahaya. Artinya, rayap perusak kayu cenderung menghindari tempat yang bercahaya. Akan tetapi, bagi beberapa rayap yang memiliki sayap cenderung memanfaatkan cahaya untuk kelangsungan hidupnya pada waktu yang relatif singkat. Sifat ini biasanya disebut sebagai Cryptobiotic.

Apabila kekurangan makanan, rayap memiliki sifat kanibalisme. Artinya rayap dapat memakan jenisnya sendiri yang berada dalam keadaan sakit atau lemah. Sifat ini disebut sebagai Canibalism.

Selain memakan jenisnya yang sakit atau lemah, rayap juga memiliki sifat memakan bangkai jenisnya yang masih segar. Sifat tersebut adalah Necrophagy.

b. Ciri Adanya Serangan oleh Rayap Perusak Kayu

  • Ciri kerusakan yang terjadi pada kayu apabila telah terjadi serangan rayap adalah sebagai berikut:
  • Terbentuknya gundukan pellet fecal (kotoran pelet). Biasanya gundukan ini memiliki warna keabuan sampai coklat. Selain itu, gundukan tersebut bersifat keras dengan panjang ± 1 mm dengan ujung berbentuk persegi 6 membulat dan sisinya berbentuk cekung.
  • Terdapatnya sayap swarmer yang tersebar dengan jumlah yang banyak.
  • Terdapatnya lapisan kayu yang sangat tipis atau lebih terlihat seperti vinir. Apabila dipukul atau ditusuk dengan benda tajam, lapisan tersebut akan pecah atau terbongkar.
  • Terdapatnya shelter tube yang dibangun rayap pada bagian kayu yang telah diserang.
  • Terdapatnya fellet fecal yang digunakan untuk menutupi celah dalam bagian kayu.

c. Tindakan Pengendalian Serangan Rayap Perusak Kayu

Untuk mengendalikan serangan rayap perusak kayu, perlu melakukan beberapa tindakan seperti di bawah ini:

  • Menghindari terjadinya hubungan secara langsung antar tanah dengan kayu.
  • Penggunaan kayu yang digunakan sebagai tiang pada pembangunan rumah sebaiknya pada again dasarnya diawali dengan beton atau batu.
  • Retakan yang terdapat pada lantai dihindari.
  • Memanfaatkan logam sebagai perisai di bagian bawah pondasi.
  • Memanfaatkan kayu yang memiliki tingkat kadar air yang rendah atau kering maksimum serta memiliki kelembaban yang tinggi.
  • Sisa-sisa kayu yang tidak digunakan dibuang menjauhi dasar penggunaan kayu utama sehingga terhindar dari penularan.
  • Merusak sarang rayap serta membunuhnya.
  • Melakukan kontrol pada bangunan secara berkelanjutan.
  • Menggunakan insektisida dalam air atau minyak.
  • Melakukan karantina terhadap kayu yang berasal dari luar.

B. Kumbang (Wood Boring Beetles)

Kumbang merupakan salah satu jenis hewan yang tergolong di dalam ordo Coleoptera. Kata tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yakni “sheath wings” yang artinya selubung sayap. Pengertian tersebut dikatakan karena sayap depan kumbang pada dasarnya menutupi sayap bagian belakangnya. Selain itu, kumbang juga mengalami metamorfosis secara sempurna dengan tipe mulut pengunyah.

Kunjungi juga : 5 Sifat Kimia Kayu

Kerusakan kayu yang disebabkan oleh kumbang pada dasarnya terjadi pada saat kumbang masih berbentuk larva meskipun terdapat sebagian perusak yang telah dewasa. Kerusakan yang disebabkan oleh larva kumbang tersebut umumnya menghasilkan bubuk kayu.

Pembentukan bubuk kayu terjadi ketika bagian kayu yang telah digali oleh larva kumbang dijadikan sebagai makanan dan sebagiannya tidak dicerna. Bagian yang tidak dicerna tersebut akan berbentuk bubuk yang halus. Kayu yang telah dirusak oleh larva kumbang ini dapat dilihat apabila kayu digoyangkan akan menjatuhkan bubuk kayu. Bubuk kayu tersebut akan keluar melalui lubang yang telah dibuat oleh kumbang dewasa pada bagian kayu.

Terserangnya kayu oleh kumbang perusak kayu dapat dilihat melalui pada bagian kayu yang memiliki lubang gerek. Kerusakan seperti ini dapat diatasi dengan melakukan sanitasi secara tepat

Kerusakan kayu menjadi bubuk halus yang disebabkan oleh kumbang biasanya terbagi menjadi dua bagian yakni bubuk kayu kering dan bubuk kayu basah. Bubuk kayu kering disebabkan oleh beberapa famili diantaranya Anobidae, Bostrichidae, Cerambycidae (Longhordned beetle), dan Lyctidae. Sedangkan kerusakan kayu menjadi bubuk basah disebabkan oleh famili Curculionidae (Wood boring weevil), Platypodidae, dan Scolytidae.

a. Tindakan Pengendalian Serangan Kumbang Perusak Kayu

Kerusakan kayu yang disebabkan oleh kumbang dapat dikendalikan melalui tindakan-tindakan berikut ini:

  • Melarutkan zat pati yang terdapat di dalam kayu dengan cara merendam kayu ke dalam air dalam kurun waktu tertentu sehingga kumbang tidak akan dapat berkembang pada kayu tersebut.
  • Melakukan pengeringan pada kayu yang digunakan seperti kayu gergajian.
  • Mengawetkan kayu yang akan digunakan.

C. Hymenoptera

Hymnoptera merupakan salah satu ordo yang terbesar dalam kelas insecta yang dicirikan dengan sayap berupa selaput tipis, bagian mulut menjadi tipe penusuk dan pengunyah, memiliki ovipositor yang berkembang secara komplit, dan mengalami metamorfosis sempurna.

Kunjungi juga : Faktor-Faktor  Abiotik Perusak Kayu

Contoh jenis serangga yang termasuk ke dalam ordo ini adalah semut yang dapat menyebabkan tipe kerusakan honey combing dan tawon kayu dengan tipe kerusakan yang terbentuk adalah grub holes.

Umumnya, jenis ordo ini tidak memanfaatkan kayu sebagai sumber makanannya melainkan sebagai sarang untuk berkembang biak. Jenis serangga yang termasuk di dalam ordo ini biasanya akan membuat lubang gerek pada kayu sebagai tempat bersarang dan meletakkan telurnya.

Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan dari serangan ordo Hymnoptera adalah dengan melakukan pengecatan pada kayu yang akan digunakan atau telah digunakan. Selain itu, serangan tersebut juga dapat dikendalikan dengan memanfaatkan insektisida pada bagian kayu yang telah terjadi serangan.

Pustaka:

Muin, M., Arif, A., & Syahidah. 2009. Deteriosasi dan Perbaikan Sifat Kayu. Universitas Hasanudin. Makassar.