Latar Belakang Praktikum Pemetaan Berbasis Aplikasi (ArcGis, Avenza, dan Gamin)

1. Latar Belakang Praktikum Pemetaan Berbasisi Aplikasi
Pemetaan pada umumnya masih dilakukan dengan alat ukur tanah theodolit untuk mendapatkan titik-titik koordinat di suatu wilayah. Setiap alat ukur berpindah tempat, sebanyak itu pula harus dilakukan pengkondisian agar didapat data yang akurat. Faktor emosi dari operator alat sangat mempengaruhi akurasi hasil pengukuran yang pada akhirnya mempengaruhi akurasi peta yang dihasilkan dengan waktu pengerjaan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Saat ini, teknologi GPS (Global Positioning System) sudah menghasilkan alat penerima data koordinat posisi yang kompak dan cukup murah dengan akurasi yang memadai. Dengan penerima GPS ini, informasi koordinat sebuah titik di muka bumi bisa diperoleh dengan cepat dan bisa menjangkau semua titik di permukaan bumi. Sementara itu, teknologi pengolahan data berukuran besar juga sudah tersedia berupa produk-produk teknologi komputer, baik hardware maupun software seperti Avenza Map, ArcGis, Garmin dan lain sebagainya. Dengan menggabungkan penerima GPS sebagai alat akuisisi data dan ArcGis sebagai pengolah data, bisa diperoleh sistem pemetaan yang cepat dan akurat untuk berbagai macam keperluan, misalnya: tata kota, batas wilayah, dan sebagainya.

Pemetaan berbasis aplikasi di latar belakangi oleh perkembangan ilmu teknologi yang semakin pesat. Beberapa aplikasi yang digunakan dalam proses pemetaan yakni ArcGis, Avenza Maps, dan Garmin. Aplikasi-aplikasi ini sebagai pengolah data yang ditemukan di lapangan. Pemetaan pada umumnya masih dilakukan dengan alat ukur tanah theodolit untuk mendapatkan titik-titik koordinat di suatu wilayah.

Sistem GPS yang sudah ada saat ini kebanyakan masih digunakan untuk Tracking dan penanada lokasi serta navigasi, namun sistem GPS yang banyak digunakan saat ini kebanyakan masih memakai koneksi internet sebagai penyedia layanannya. Tujuan dari sistem ini adalah mempermudah untuk melakukan pemetaan suatu wilayah dengan menentukan batas-batas wilayah tersebut dari data koordinat yang diperoleh. Kelebihan dari aplikasi ini adalah dengan menerapkan GPS Shield dan Mikrokontroller Arduino maka dengan mudah pengguna dapat mengetahui batas-batas wilayah yang dipetakan dan divisualisasikan melalui media Google Earth yang notabennya merupakan software peta bumi tercanggih saat ini dan hasil dapat dilihat dalam waktu yang lebih singkat dan akurat dibandingkan pemetaan dengan cara manual dengan memanfaatkan alat ukur tanah seperti Theodolit dan T0 (T nol). Namun, pada saat ini juga dapat dilakukan pemetaan dengan wilayah yang tidak begitu luas tanpa adanya koneksi internet. 

Cara kerja ini sama persis dengan pengolahan data seperti pembuatan peta pada umumnya dengan menggunakan aplikasi ArcGis. Akan tetapi, pada cara ini telah dibuat layout kawasan yang akan dipetakan dalam bentuk pdf sebelumnya. Proses pemetaan yang akan diterapkan adalah petugas mengaktifkan GPS yang telah terintegrasi dengan Avenza Map lalu berjalan mengelilingin lokasi yang dipetakan sesuai garis batas yang ada dilapangan yang kemudian akan menghasilkan tabel data lokasi yang berupa koordinat Longitude dan Latitude yang akan disimpan kedalam memory SD Card dan disimpan dalam format file *.txt atau *.xls dan kemudian dikonversi ke file *.kml atau *.kmz agar dapat divisualisasikan melalui Garmin dan ArcGis.