10 Fungsi-Fungsi Pohon Terlengkap

Pohon adalah tumbuhan yang tersusun dengan berbagai struktur seperti akar, batang, ranting, dahan, daun, dan pucuk. Terkadang, pohon juga memiliki buah, baik itu buah yang bisa dimakan maupun buah yang tidak bisa dimakan. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 mendefinisikan pohon sebagai tumbuhan yang batangnya berkayu dan dapat mencapai ukuran diameter 10 cm atau lebih yang pengukurannya dilakukan pada ketinggian 1,5 meter di atas permukaan tanah.

Keberdaan pohon dimuka bumi ini sangat membantu keberlangsungan hidup manusia. Pohon memiliki berbagai macam fungsi yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia seperti sebagai penghasil oksigen, pengatur iklim, dan penghasil kayu bagi makhluk hidup. Berbagai macam fungsi pohon ini sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup manusia, baik itu yang tidanggal di daerah kawasan hutan, pedesaan, maupun di perkotaan. Selanjutnya, Sitinjak (2016) menjabarkan fungsi-fungsi pohon sebagai berikut.

Fungsi-fungsi pohon terdiri dari 10 bagian yaitu penghasil oksigen, pengatur iklim, penghasil kayu, peredam kebisingan, penurun suhu kota, dan lainnya

  • Meningkatkan kualitas udara
  • Peredam kebisisngan
  • Menurunkan suhu kota
  • Memperindah kota
  • Pelestarian air tanah
  • Meningkatkan keselamatan berlalu lintas
  • Mendukung keberlanjutan ekonomi

Adapun penjelasan dari berbagai macam fungsi-fungsi pohon tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Penyedia Oksigen

Pohon sebagai penghasil oksigen dimulai dari proses sederhana yakni fotosintesis. Pohon untuk pertumbuhannya melakukan penyerapan terhadap garam nimeral yang berasal dari dalam tanah. Penyerapan ini terjadi melalui akar, kemudian terjadinya penggangkutan mineral tersebut ke bagian daun melalui jaringan pembuluh. Selanjutnya, pohon juga menyerap gas karbondioksida dari udara terutama pada malam hari.

Ketika siang hari, pohon mengalami prosesn fotosintesis dengan bantuan sinar matahari atau dalam bahasa sedeerhananya memasak makanan sendiri. Dari proses fotositensisi tersebut terjadi perubahan garam mineral yang telah diserap menjadi karbohidrat sebagai sumber energinya dengan cara melepas oksigen. Oksigen adalah unsur utama kebutuhan manusi dan berbagai macam makhluk hidup lainnya di permukaan bumi.

Berdasarkan hasil penelitian yang tertulis di dalam Partomihardjo et al. (2014) menjelaskan bahwa setiap jam pohon mampu menghasilkan oksigen sebanyak 0,07 kg. Selanjutnya, untuk penapasan, makhluk hidup terutama manusia pada umumnya membutuhkan oksigen sebanyak 0,04 kg. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebatang pohon dapat menyuplai kebutuhan oksigen manusia 1-2 orang setiap harinya.

2. Sebagai Pengatur Iklim

Penebangan pohon yang terjadi secara liar dan tidak dapat dikendalikan dalam skala besar mampu berakibat fatal pada perubahan iklim global. Rusaknya berbagai jenis pohon dan tingginya proses dekomposisi akan menyebabkan gas karbondioksida terlepas diatmosfer. Gas karbondioksida pada tingkat konsentrasi tertentu akan menyebabkan efek rumah kaca dan terjadinya penipisan lapisan ozon di atmosfer. Kondisi ini apabila berlangsung secara tersu menerus akan mampu mempengaruhi perubahan iklim dan terjadinya pemanasan global.

Kunjungi juga : Bagian-Bagian Pohon dan Fungsinya

3. Sebagai Penyedia Kayu

Manusia sampai saat ini masih bergantung pada kayu. Kayu berasal dari berbagai macam jenis pohon yang memiliki batang, cabang, atau ranting yang sifatnya keras sebagai akibat dari terjadinya proses lignifikasi pada pohon tersebut. Pemanfaatan kayu oleh manusia sehingga mendorong untuk melakukan kegiatan penebangan pohon. Kayu biasanya digunakan untuk membuat rumah dan berbagai macam perabotan lainnya.

4. Meningkatkan Kualitas Udara

Daerah perkotaan umumnya memiliki pencemaran lingkungan yang sangat berpengaruh pada kualitas udara. Penyebabnya adalah banyaknya industri dan berbagai macam kendaraan bermotor yang beraktivitas dan tidak layak pakai. Selain itu, juga dapat dipengaruhi oleh berbagai macam aktivitas lainnya oleh manusia. Aktivitas tersebut akan menyebabkan terjadinya polusi terutama pada udara.

Polusi yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses penyerapan. Partikel-partikel kecil di udara sebagaian akan menempel pada permukaan daun pohon, khususnya pohon yang memiliki daun berbulu dan permukaan yang kasar. Selain itu, partikel-partikel kotor tersebut juga akan terserap masuk ke dalam ruang stomata.

5. Peredam Kebisisngan

Keberadaan pohon terutama di kawasan yang ramai penduduk seperti perkotaan juga dapat berfunsi sebagai peredam suara. Suara yang terlalu bising akibat adanya kegiatan manusia setiap harinya dapat teredam karena pohon mampu mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Dahlan (1992) berpendapat bahwa daun pohon mampu menyerap kebisingan sampai 95%. Umumnya, jenis pohon yang memiliki kualitas baik dalam meredam kebisingan adalah jenis pohon yang memiliki tajuk yang tebal serta daun yang rindang.

6. Menurunkan Suhu Kota

Suhu yang tepatnya berada di bawah pohon dan di luar pohon pada kawasan yang sama akan memiliki perbedaan yang cukup untuk dirasakan oleh kulit. Di bawah pohon, suhunya lebih rendah daripada di luar pohon. Penyebabnya adalah sinar matahari yang terpapar di bumi terabsorbsi oleh yajuk pohon. Sebaliknya pada malam hari suhu di dalam pohon lebih tinggi dari pada di luar pohon. Penyebabnya adalah radiasi sinar matahari yag tertahan oleh tajuk pohon pada siang hari (Dahlan, 1992).

7. Memperindah Kota

Apabila dilihat dari sisi estetikanya, keberadaan pohon khususnya di dalam lingkungan perkotaan akan menambah keindahan kota. Keindahan kota akan terbetuk apabila pohon yang tertanam di lingkungan perkotaan memiliki penataan yang baik sehingga desain tersebut dapat menampilkan keindahan secara alami. Keindahan ini akan bertabah apabila adanya nilai estetika yang beragam baik itu dari garis, bentuk, warna, dan tekstur batang pohon yang ditanam.

8. Pelestarian Air Tanah

Kapasitas pohon dalam memindahkan massa air akan berpengaruh terhadap permukaan air tanah dan iklim regional. Tanah yang ditumbuhi pepohonan berupa komunitas hutan mampu berfungsi sebagai penampung air hujan dan melepaskannya kembali secara bertahap. Penampungan ini terjadi disebabkal oleh adanya sistem perakaran pohon yang mampu memperbesar porositas tanah. Akibatnya, air hujan yang masuk ke dalam tanah sebagai air infiltrasi dan hanya sedikit yang menjadi ari limpasan dan mengurangi erosi tanah bagian atas.

Tanpa pohon, air hujan akan jatuh langsung di per¬mukaan tanah dan terus mengalir menyebabkan banjir. Pergerakan massa air yang cepat akibat ketidakhadiran pohon akan menimbulkan kekeringan pada musim kemarau serta mampu meningkatkan bahaya erosi yang semakin besar khususnya pada daerah yang berlereng terjal apabila diguyur hujan lebat. Butiran-butiran tanah yang terbawa aliran air akan mengendap dan mengakibatkan pendangkalan di badan badan sungai, waduk, dan daerah muara sungai. Rendahnya konsentrasi uap air di atmosfer akibat ketidakhadiran pepohonan juga menghasilkan angin yang lebih kering serta jarang turun hujan

9. Meningkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Keberadaan pohon di sepanjang pinggiran jalan akan mengubah persepsi pengemudi yang menganggap jalan sangat lebar menjadi jalan yang cukup nyaman dan sempit sehingga kecepatan kendaraan dapat dikendalikan. Sebaliknya, tanpa adanya pohon di sepinggir jalan akan membuat pengemudi bebas bergerak dengan miningkatkan kecepatan kendaraan. Hal inilah yang terkadang dapat menimbulkan kecelakaan berlalu lintas. Namun, dengan ditanami pohon di sepanjang jalan akan membuat para pengemudi memperlambat laju kendaraan.

Kunjungi juga : Mengenal Bagian-Bagian Kayu

10. Mendukung Keberlanjutan Ekonomi

Fungsi pohon yang terakhir penulis jelaskan adalah pohon mampu mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat terutama masyarakat sekitar hutan. Masyarakat sekitar hutan dapat memanfaatkan biji, buah atau bagian pohon lainnya seperti kayu yang dapat diperoleh dari batang, ranting dan cabang dapat digunakan untuk membuat souvenir yang dipasarkan di sekitar daerah wisata.

Pustaka:

Dahlan, E. N. 1992. Hutan Kota untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan. APHI. Jakarta.

Partomihardjo, T., Arifani, D., Pratama, B. A., & Mahyuni, R. 2014. Jenis-Jenis Pohon Penting di Hutan Nusakambangan. LIPI Press. Jakarta.

Sitinjak, E. V. 2016. Status Kesehatan Pohon pada Jalur Hijau dan Halaman Parkir Universitas Lampung. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.