Jenis Jenis Tanah Gambut

A. Pengertian Tanah Gambut

Tanah gambut merupakan tanah organik (organosol/hitosol) yang terbentuk dari endapan-endapan bahan organik yang asalnya dari berbagai tumpukan sisa jaringan tanaman (Soil Survey Staff, 1975). Tanah gambut memiliki struktur yang berbeda dari tanah mineral biasa. Akan tetapi, tanah gambut memiliki jenis yang berbeda beda seperti tanah mineral pada umumnya.

Jenis-jenis tanah gambut yang telah ditemukan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yakni: Tanah gambut berdasarkan tingkat dekomposisi bahan organik Tanah gambut berdasarkan tingkat ketebalan bahan organik Tanah gambut berdasarkan tingkat kesuburan-nya Tanah gambut berdasarkan posisi pembentukan-nya

Jenis-jenis tanah gambut yang telah ditemukan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yakni:
  1. Tanah gambut berdasarkan tingkat dekomposisi bahan organik
  2. Tanah gambut berdasarkan tingkat ketebalan bahan organik
  3. Tanah gambut berdasarkan tingkat kesuburan-nya
  4. Tanah gambut berdasarkan posisi pembentukan-nya

Jenis-jenis tanah gambut diatas memiliki beberapa komponen yang akan diuraikan dibawah ini.

1. Tanah Gambut Berdasarkan Tingkat Dekomposisi Bahan Organik

Jenis tanah gambut berdasarkan tingkat dekomposisi bahan organik yang dimiliki terbagi menjadi 3 bagian. Penjelasan ini disampaikan oleh Hardjowigeno yang ditulis di dalam bukunya berjudul "Pengembangan Lahan Gambut untuk Pertanian Suatu Peluang dan Tantangan" yang diterbitkan pada tahun 1996 oleh Fakultas Pertanian IPB Bogor. Adapun pembagian tersebut adalah sebagai berikut:
  • Gambut Fibrik, yakni gambut yang bentuknya masih belum mengalami pelapukan atau dapat dikatakan mentah/kasar dimana asal bahan gambut tersebut masih dapat dikenali. Selanjutnya, gambut fibrik ini juga memiliki kandungan bahan organik kasar lebih dari 2/3 bagiannya.
  • Gambut Hemik, yakni gambut yang bentuknya mengalami sebagian pelapukan (1/2) dimana asal bahan gambut tersebut masih dapat dikenali. Kandungan bahan organik kasar yang dimiliki oleh gambut hemik berada pada kisaran 1/3 sampai 2/3 bagiannya.
  • Gambut Saprik, yakni gambut bentuknya telah mengalami pelapukan sehingga asal bahannya tidak dapat dikenali dengan kandungan bahan organik kasarnya kurang dari 1/3 bagiannya.

2. Tanah Gambut Berdasarkan Tingkat Ketebalan Bahan Organik

Jenis tanah gambut berdasarkan tingkat ketebalan bahan organik yang dimiliki terbagi menjadi 4 bagian. Adapun pembagian tersebut adalah sebagai berikut:
  • Gambut Dangkal, yakni tanah gambut yang memiliki ketebalan bahan organik antara 50 sampai 100 cm.
  • Gambut Sedang, yakni tanah gambut yang memiliki ketebalan bahan organik lebih 100 sampai 200 cm.
  • Gambut Dalam, yakni tanah gambut yang memiliki ketebalan bahan organik lebih 200 sampai 300 cm.
  • Gambut Sangat Dalam, yakni tanah gambut yang memiliki ketebalan bahan organik lebih dari 300 cm.

3. Tanah Gambut Berdasarkan Tingkat Kesuburannya

Jenis tanah gambut berdasarkan tingkat kesuburan nya terbagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut:
  • Gambut Eutropik, merupakan gambut subur yang terdiri dari gambut topogenus atau gambut pantai. Kesuburan gambut ini dipengaruhi oleh adanya unsur lain yang bertambah yang dibawa oleh air pasang.
  • Gambut Mesotropik, merupakan gambut dengan tingkat kesuburan yang sedang yang terdiri dari gambut penggunungan (ombrogenus) dimana pembentukan nya tidak dipengaruhi oleh air pasang dan terbentuk di daerah pedalaman.
  • Gambut Oligotropik, merupakan gambut dengan tingkat kesuburan yang miskin atau sangat kurang dengan unsur hara atau bahan organik. Pembentukan gambut ini tidak dipengaruhi oleh air pasang dan umumnya membentuk dome (kubah) di daerah pedalaman.

4. Tanah Gambut Berdasarkan Posisi Pembentukannya

Tanah gambut berdasarkan posisi pembentukannya terbagi menjadi 3 bagian yakni:
a) Gambut Pedalaman
b) Gambut Pantai
c) Gambut Transisi

Penyusun : Zega Hutan