Pengertian Oleoresin Menurut Ahli Terbaru

Pengertian oleoresin yang pernah diungkapkan oleh beberapa ahli akan saya uraikan dibawah ini. Pengertian oleoresin ini berdasarkan hasil dari kumpulan berbagai jurnal dan skripsi.

1. Amir & Lestari (2013)

Amir & Lestari (2013) mendefinisikan oleoresin sebagai minyak damar. Hal ini dikarenakan oleoresin terbentuk dari dua kosakata yakni “oleo” yang berarti minyak dan “resin” yang berarti resin.

Pengertian oleoresin yang pernah diungkapkan oleh beberapa ahli memiliki perbedaan. Pengertian oleoresin ini diperoleh dari jurnal dan skripsi ilmiah

2. Arpi, dkk. (2013)

Menurut Arpi, dkk. (2013) oleoresin diartikan sebagai suatu zat kimia yang memiliki bentuk seperti minyak yang kental dan sifatnya sama seperti bahan bakunya (contohnya pala) yang terdiri dari campuran dua komponen yakni minyak atsiri serta resin.

3. Cripps, (1973) dalam Sulaswatty et al., (2001) 

Pengertian oleoresin menurut Cripps (1993) adalah suatu produk yang bisa diperoleh dari hasil ekstraksi kulit kayu manis, dimana kelebihan dari produk ini dari pada rempah-rempah yang mentah adalah lebih ekonomis, lebih bersih, dan lebih mudah dikontrol.

4. Daryono, E. D. 

Oleoresin merupakan minyak yang tidak mengalami penguapan yang memberikan rasa pedas dan pahit

5. Uhl, (2000)

Oleoresin merupakan hasil dari ekstraksi rempah yang di dalamnya memiliki kandungan berbagai komponen utama yang membentuk perisa berua zat volatile (atau biasanya dikenal dengan minyak atsiri) dan non volatile (resin dan gum), dimana setiap komponen berperan dalam menentukan aroma serta rasa.

6. Koswara, (1995)

Koswara (1995) mengartikan oleoresin sebagai campuran kompleks yang diperoleh dengan kegiatan ekstraksi, pemekatan dan standarisasi minyak atsiri serta berbagai komponen non volatile dari berbagai rempah, biasanya memiliki bentuk yang cair kental, padat dan juga seperti pasta.

7. Oktora, dkk. (2007)

Oleoresin diartikan sebagai ekstrak yang memiliki kandungan essential oil serta fixed oil yang memiliki karakteristik rasa dari tumbuh-tumbuhan, umumnya digunakan dalam food flavoring applications.

8. Widiyanto, dkk. (2013)

Menurut Widiyanto, dkk. (2013) pengertian oleoresin adalah campuran resin serta minyak atsiri. Campuran dari kedua bahan tersebut bisa diekstrak dari beberapa jenis rempah.

9. Sulhatun, dkk. (2013)

Oleoresin diartikan sebagai campuran minyak atsiri serta resin yang didapatkan dari kegiatan ekstraksi dengan menggunakan pelarut organik

10. Wangsa, R. dan Nuryati, S. (2007)

Oleoresin menurut Wangsa, R. dan Nuryati, S. (2007) adalah sebagai senyawa yang diperoleh dari hasil ekstraksi rempah atau pun tanaman yang lain dengan memanfaatkan suatu pelarut.