Struktur Komposisi Vegetasi

Struktur vegetasi adalah suatu organisasi individu-individu di dalam ruang yang membentuk suatu tegakan (Muller-Dombois dan Ellenberg, 1974; Nabilah, 1996). Ditegaskan juga bahwa elemen pokok dari struktur adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan (coverage).

Komposisi vegetasi merupakan susunan dan jumlah individu yang terdapat dalam suatu komunitas tumbuhan. Komposisi dan struktur vegetasi salah satunya dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh (habitat) yang berupa situasi iklim dan keadaan tanah (Marsono, 1997; Nabilah, 1996).

Dalam pengertian yang luas, struktur vegetasi mencakup tentang pola-pola penyebaran, banyaknya jenis, dan diversitas jenis. Menurut Odum (1993), struktur alamiah tergantung pada cara dimana tumbuhan tersebar atau terpencar di dalamnya.


Salah satu komponen dalam masyarakat tumbuh-tumbuhan adalah adanya tumbuhan bawah. Masyarakat tumbuhan bawah ini hidup dan berkembang biak secara alami dan selalu menjadi bagian dari komponen komunitas ekosistem hutan tersebut (Hardjosentono, 1976).

Sebagai bagian dari suatu komunitas, tumbuhan bawah mempunyai korelasi yang nyata dengan tempat tumbuh (habitat) dalam hal penyebaran jenis, kerapatan, dan dominansinya. Menurut Soerianegara dan Indrawan (1980), tumbuhan bawah adalah suatu jenis vegetasi dasar yang terdapat di bawah tegakan hutan kecuali permudaan pohon hutan, yang meliputi rerumputan dan vegetasi semak belukar.

Struktur vegetasi adalah suatu organisasi individu-individu di dalam ruang yang membentuk suatu tegakan (Muller-Dombois dan Ellenberg, 1974; Nabilah, 1996). Ditegaskan juga bahwa elemen pokok dari struktur adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan (coverage). Komposisi vegetasi merupakan susunan dan jumlah individu yang terdapat dalam suatu komunitas tumbuhan.
(sumber gambar : pixabay.com)

Pada lahan-lahan atau tegakan hutan tanaman, tumbuhan bawah seringkali dianggap sebagai gulma. Menurut Nazif dan Pratiwi (1991), gulma adalah tumbuhan yang mengganggu tanaman budidaya, sebab gulma memiliki kemampuan bersaing dengan tanaman pokok dalam hal unsur hara, cahaya, air dan tempat tumbuh.

Selain itu juga dapat berperan sebagai perantara dari hama penyakit dan juga dapat bersifat alelopati yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis bagi tanaman pokok.  Selain adanya tumbuhaan bawah, di dalam vegetasi juga diliputi adanya tumbuhan tingkat semai, tumbuhan tingkat tiang dan tumbuhan tingkat pohon.

Muller-Dombois dan Ellenberg (1974) mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan bentuk pertumbuhannya ke dalam tiga klasifikasi, yaitu: 
  • Pohon yaitu tanaman tahunan, berkayu, berukuran besar dengan satu batang pokok tajuk yang jelas, dengan tinggi lebih dari 5 meter. 
  • Semak yaitu tumbuhan berkayu dengan tinggi antara 1-5 meter, biasanya mempunyai cabang pada pangkal batang dan dekat tajuk. 
  • Herba yaitu tumbuhan tanpa batang berkayu yang hidup di tanah. Herba dibagi dalam tiga kelompok yaitu ferns (paku-pakuan), graminoids (rumput-rumputan), dan forbs (herba selain paku-pakuan dan rumput-rumputan).

Pustaka:
Indrawan & Soerianegara. 1980. Ekologi Hutan Indonesia. Departemen Manejemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor

Marsono, D. 1997. Deskripsi Vegetasi dan Tipe-Tipe Vegetasi Tropika. Cetakan
Kedua. Yayasan Pembina. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Mueller, Dumbois and Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Willey and Sons Inc. New York.

Nabilah, M. 1996. Komposisi dan Struktur Vegetasi Tumbuhan Bawah Tegakan Jati di BKPH Wlingi, KPH Blitar, Jawa Timur. Skripsi Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta

Nazif M. & Pratiwi. 1991. Teknik Pengendalian Gulma di Persemaian di bawah Tegakan Paraserianthes falcataria. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan. Bogor

Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Terjemahan Samingan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.